7 Fenomena Alam yang Cuma Dilihat Pada Waktu Tertentu

Provoke-online.com Dipublikasikan 05.15, 17/11/2019
natural phenomena cover

Penasaran nggak siiih

Batu-batu berjalan sendiri, padang pasir yang mekar, danau yang tampak aneh, atau matahari yang nggak pernah terbenam. Semua itu mungkin terdengar seperti latar film fantasi, tetapi itu sebenarnya terjadi di planet kita tergantung pada musimnya. Mau tau nggak sih apa aja? Jangan skip sampe di akhir ya.

Gelembung beku di bawah Danau Abraham

natural phenomena 1

Di musim panas, Danau Abraham di Alberta, Kanada terlihat seperti danau lain di planet kita. Tapi apa yang terjadi di sini saat musim dingin, true magic!. Bakteri yang hidup di dasar danau mengeluarkan gas metana dalam jumlah besar, yang membeku menjadi pilar-pilar oval di bawah permukaan danau yang sangat jernih. Kalo mau liat fenomena ini pergi di bulan Desember hingga Februari.

Yosemite Horsetail Firefall

natural phenomena 2

Air terjun aja udah bikin kita terkagum, apalagi kalo fenomena alam api terjun?Setidaknya salah satu "api terjun" terletak di Taman Nasional Yosemite yang terletak di Sierra Nevada barat California Tengah, Amerika. Pada akhir Februari, sinar matahari terbenam memasuki sudut yang tepat untuk menerangi Horsetail Fall, hingga jadi sedemikian rupa sehingga tampaknya seperti bukan air, tetapi api yang jatuh ke bawah gunung.

Kambing Manjat Pohon

natural phenomena 3

Kambing memanjat pohon terlihat agak aneh. Apalagi kalo manjatnya barengan di satu pohon yang sama. Fenomena alam yang aneh ini memiliki penjelasan logis lho. Pohon-pohon yang dipanjat kambing ini nggak sembarangan, mereka adalah pohon argan yang terdapat di Maroko. Pohon argan buahnya masak sekitar bulan Juni. Kambing-kambing ini lapar dan tertarik dengan buahnya. Kalo beruntung, lo bisa melihat selusin kambing nongkrong di satu pohon.

Matahari Tengah Malam

natural phenomena 4

Matahari tengah malam adalah fenomena fantastis yang dapat lo lihat selama musim panas di mana saja di selatan Lingkaran Antartika dan utara Lingkaran Kutub Utara, dan Norwegia. Sumbu rotasi bumi menjadi miring yang menyebabkan Kutub Utara miring ke arah matahari di musim panas. Ini menciptakan efek luar biasa yang hanya bisa dilihat di area ini sekitar bulan Juni hingga Agustus. Kadang selama beberapa minggu di musim panas, matahari tidak pernah terbenam.

Danau Garam Yuncheng

natural phenomena 5

Disekitar bulan September hingga Oktober perairan danau Cina ini menunjukkan spektrum penuh warna dari hijau, kuning ke merah dan magenta. Itu semua terjadi berkat berbagai ganggang yang mekar di danau. Danau Garam Yuncheng selalu terlihat spektakuler, tetapi periode terbaik untuk melihatnya adalah di musim gugur, ketika warnanya paling cerah.

Pelangi di Cano Cristales

natural phenomena 6

Ini ada pemandangan menakjubkan lainnya yang disebabkan oleh ganggang yang bermekaran. Cano Cristales adalah sungai di Kolombia yang terlihat seperti pelangi dalam air yang dapat menampilkan berbagai warna dari hijau, merah, biru, bahkan hitam. Wisatawan dapat mengagumi pemandangan ini dari Mei hingga Desember, tetapi warna-warna paling cerah dapat dilihat di musim gugur sekitar Oktober hingga November.

Sailing stones

natural phenomena 7

Batu-batu di Death Valley, California kadang-kadang tampak meluncur sendiri di daerah yang sepi, tanpa daya atau tanpa tali yang terpasang. Bagaimana ini bisa terjadi? Fenomena batuan berlayar ini telah dipelajari sejak tahun 1900-an dan para ilmuwan percaya bahwa pergerakan aneh batu-batu ini adalah hasil dari keseimbangan sempurna antara air, es, dan angin yang terjadi di bulan-bulan musim dingin. Lapisan es tipis terbentuk di bawah batu dan mendorongnya ke depan, ketika angin sepoi-sepoi pun muncul. Fenomena ini bisa dilihat selama bulan Desember hingga Februari.

Pernahkah lo melihat fenomena ini? Atau manakah dari fenomena di atas yang ingin lo lihat dan mengapa? Tulis di kolom komen ya.

Photo by ©AGUSTIN PAULLIER/Getty Images, ©Shutterstock, ©Kike Calvo/Getty Images, © steinliland/Getty Images, © Lajos Sidlovszky/EyeEm/Getty Images, ©Ted Soqui/Getty Images, ©Natheepat Kiatpaphaphong/Getty Images

Article source by brightside

Artikel Asli