6 Minggu Lagi Jabatannya Berakhir, Menteri Susi Minta Maaf karena Keras Kepala

Okezone.com Dipublikasikan 10.09, 17/09/2019 • Giri Hartomo
   6 Minggu Lagi Jabatannya Berakhir, Menteri Susi Minta Maaf karena Keras Kepala
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti memohon maaf jika selama menjabat sebagai Menteri banyak kesalahan.

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti memohon maaf jika selama menjabat sebagai Menteri banyak kesalahan. Pasalnya jabatannya sebagai Menteri KKP akan segera habis.

Menurut Susi, selama bertugas sebagai Menteri dirinya memang menyimpan banyak kesalahan. Bahkan terkadang dalam menjalankan tugasnya, dirinya merasa keras kepala

"Bila ada kesalahan yang sengaja dan tidak, Kadang-kadang saya juga cukup keras kepala dan mohon maaf sebesar-besarnya," ujarnya di Kantor Kementerian KKP, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Menurut Susi, masa kerjanya di KKP akan berakhir dalam enam minggu ke depan. Dia pun berterima kasih atas segala dukungan dari berbagai kementerian terkait dalam membangun Satgas 115 seperti Badan Keamanan Laut (Bakamla), Kejaksaan Agung, Kepolisian RI, TNI AL, hingga PNS di KKP.

"Bapak dan ibu sekalian nanti Oktober ini 4,5 tahun, dalam waktu 6 minggu masa jabatan menteri akan berakhir. Perkenankan saya dengan kerendahan hati, ucapkan terima kasih atas segala dukungan dari New Zealand, Kolombia, AS, Eropa, dan kawan-kawan instansi TNI AL, Bakamla, Kejakasaan, Pol Air dan kawan-kawan di KKP," katanya.

 

Susi Pamitan

Menteri Susi menambahkan, di sisa masa jabatannya ini dirinya berpesan agar kedaulatan sumber daya laut Indonesia harus dijaga. Jangan sampai ketika Menteri diganti, para pencuri ikan asing ini kembali bisa bebas berkeliaran di Indonesia.

Selain itu lanjut Susi, dirinya juga berpesan agar produktivitas dari sumber saya laut Indonesia harus ditingkatkan, sehingga nilai value produk kelautan Indonesia bisa terus meningkat.

“Saya akan berakhir (masa jabatan), dengan ada bapak-bapak ini jagalah kedaulatan sumber daya laut kita, jaga produktivitas sumber daya laut kita,” ujarnya.

Selain itu lanjut Susi, dirinya juga berpesan agar kesejahteraan nelayan lokal bisa terjadi. Jangan sampai, sumber daya laut dikuasai hanya segelintir orang saja.

“Memastikan ini terjadi supaya kesejahteraan terjadi. Apabila ini ekstraktif dibiarkan sementara nelayan tradisional menangkap ikan dengan benar satu satu,” katanya.

 

Raker Menteri Kelautan dan Perikanan
Artikel Asli