6 Gebrakan Erick Thohir Setelah Satu Bulan Menjabat, Yunarto Wijaya: Rini Soemarno Ngapain Aja?

Tribunnews.com Dipublikasikan 08.26, 08/12/2019
Melihat gebrakan Menteri BUMN Erick Thohir, Yunarto Wijaya Pertanyakan kinerja Rini Soemarno sebelumnya.

TRIBUNNEWS.COM - Baru sebulan menjabat, tampaknya Erick Thohir sampai melakukan perombakan di dalam BUMN.

Terbaru, ia memecat Dirut Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara.

Itu bukan pertama kalinya bagi Erick Thohir selama menjabat satu bulan.

Hal itu pun kemudian menjadi sorotan banyak pihak, termasuk Yunarto Wijaya.

Presiden SEABA Erick Thohir berpose setelah memastikan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Bola Basket FIBA 2023 di Jenewa (Inasgoc)

Menurut Yunarto Wijaya, dengan melihat gebrakan yang dilakukan Erick Thohir, ia jadi mempertanyakan apa kerja menteri sebelumnya, yakni Rini Soemarno.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menyorot gebrakan yang telah dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir setelah sebulan menjabat.

Sebab dalam sebulan masa jabatannya, Erick Thohir telah melakukan sejumlah gebrakan yang mengundang pro dan kontra.

Sebelumnya, pada awal pengangkatannya, ia mengaku tidak memiliki rencana kerja dalam 100 hari ke depan karena perlu mempelajari lebih lanjut mengenai seluk-beluk BUMN.

Erick Thohir menjelaskan bahwa ia perlu mempelajari target apa saja yang belum dicanangkan Rini Soemarno untuk Kementerian BUMN.

Oleh karena itu, untuk mengejar target tersebut, ia berpendapat perlu melakukan sejumlah sinkronisasi.

Beberapa gebrakan yang menimbulkan pro dan kontra yang mengangkat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jadi Komisaris Utama PT Pertamina.

Kemudian yang terbaru yakni memecat Dirut Garuda Indonesia setelah ketahuan menyelundupkan motor Harley Davidson.

Melalui akun Twitter miliknya @yunartowijaya, Yunarto Wijaya pun tampak puas dengan gebrakan yang dilakukan Erick Thohir.

"Kalo ngeliat gebrakan menteri bumn yg baru 1 bulan lebih dah kaya gini, pertanyaannya menteri sebelum ngapain aja???," tulis Yunarto Wijaya Kamis (6/12/2019).

Ia pun tampaknya benar-benar heran dengan gebrakan tersebut.

Yunarto Wijaya menilai seakan banyak sekali yang perlu diperbaiki di BUMN, sementara menteri sebelumnya tak banyak berbuat.

"Serius deh, rini soemarno ngapain aja kemarin?," tanya Yunarto Wijaya lagi.

Dihimpun dari berbagai pemberitaan Kompas.com, berikut beberapa gebrakan yang telah dilakukan Erick:

1. Membentuk satuan tugas atau task force kereta cepat Jakarta-Bandung

Pada 4 November, Erick Thohir membentuk satuan tugas atau task force untuk segera merampungkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Satuan tugas tersebut dipimpin oleh Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra.

Dengan adanya satgas, diharapkan proyek kereta cepat tidak molor.

Pasalnya, menurut rencana, proyek ini akan disambungkan ke Surabaya.

Kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan dapat mulai beroperasi pada 2021.

2. Memangkas jabatan deputi di Kementerian BUMN

Pada era Rini Soemarno, jabatan deputi diisi oleh tujuh orang. Erick Thohir akan memangkasnya menjadi hanya tiga orang.

Mengutip dari pemberitaan Kompas.com (19/11/2019), Erick Thohir mengungkapkan bahwa ia dan kedua wakil menterinya telah bertemu dengan semua pejabat eselon I secara langsung dan menjelaskan mengenai restrukturisasi.

Menurut Erick Thohir, hal ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk mempercepat gerakan demi membangun bangsa ini.

Maka dari itu, efisiensi birokrasi harus dilakukan.

3. Menunjuk Ahok sebagai Komut PT Pertamina (Persero)

Salah satu gebrakan Erick Thohir yang banyak menuai pro dan kontra adalah menunjuk Ahok menjadi salah satu bos BUMN, yaitu PT Pertamina (Persero).

Sebelumnya, Erick Thohir telah bertemu terlebih dahulu dengan Ahok dan kemudian melaporkan hasil pertemuan tersebut kepada Presiden Jokowi.

Sebelum pada akhirnya ditetapkan, Presiden menyampaikan bahwa Ahok tetap menjalani proses seleksi untuk dapat lolos dan menjabat dalam salah satu BUMN.

4. Menunjuk mantan Komisioner KPK untuk menjadi Komut BTN

Selain Ahok, Erick Thohir juga mengundang mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah ke Kantor Kementerian BUMN, Senin (18/11/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Erick Thohir didampingi oleh kedua Wamen BUMN, yaitu Budi Gunawan Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo.

Pertemuan tersebut membahas seputar perkembangan BUMN secara luas.

Chandra Hamzah tidak menyebutkan sektor apa yang difokuskan dalam pembahasan tersebut.

Namun, akhirnya, Erick Thohir mengumumkan telah menunjuk Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama BTN.

5. Melakukan evaluasi 11 perusahaan air minum

Erick Thohir juga tengah mengevaluasi anak perusahaan BUMN yang tidak jelas dasar pembentukannya.

Sebagaimana diberitakan Kompas.com (20/11/2019), Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mencontohkan, saat ini ada 11 perusahaan air minum milik BUMN.

Menurut dia, banyaknya perusahaan pelat merah yang bergerak dalam industri yang sama tidak baik bagi bisnis perusahaan yang bersangkutan.

6. Memecat Dirut Garuda Indonesia

Erick Thohir mengatakan bakal memberhentikan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara.

Pasalnya, dirut yang menjabat selama dua tahun tersebut diketahui telah melakukan penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran tahun 1972 serta dua sepeda Brompton.

"Dengan itu, saya akan memberhentikan Saudara Direktur Utama Garuda dan tentu proses ini kami, karena Garuda adalah perusahaan publik, akan ada prosedur lainnya," ujar dia ketika memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Erick Thohir pun memaparkan, Ari Ashkara telah melakukan instruksi untuk mencari motor Harley Davidson klasik tahun 1972 sejak tahun 2018.

Selain itu, yang bersangkutan juga telah melakukan transfer dana ke rekening pribadi finance manager Garuda Indonesia berinisial IJ di Amsterdam.

"Ini menyedihkan. Ini proses menyeluruh di BUMN bukan individu, tapi menyeluruh. Ini Ibu (Sri Mulyani) pasti sangat sedih," ujar dia. (TribunnewsBogor.com/Kompas.com)

Penulis: Vivi Febrianti

Editor: Damanhuri

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com 

Artikel Asli