Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Top Nasional: Satu Pleton Brimob Dikirim ke Haruku, Gejala Omicron Mirip Flu

Ilustrasi Brimob. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat
Polda Maluku mengirimkan satu peleton Brimob untuk mengamankan lokasi bentrokan antarwarga Desa Ori dan Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku

TEMPO.CO, Jakarta - Berita yang paling banyak menyita perhatian pembaca hingga pagi ini di antaranya, Polda Maluku mengirimkan satu peleton Brimob untuk mengamankan lokasi bentrokan antarwarga Desa Ori dan Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah. Kemudian, jubir Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengimbau masyarakat segera lakukan tes Covid-19 jika mengalami gejala flu seperti batuk dan pilek. Berikut ringkasannya:

1. Cegah Bentrok Susulan di Pulau Haruku, Polda Maluku Kirim Satu Peleton Brimob

Bentrokan antarwarga Desa Ori dan Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, terjadi pada Selasa sore, 25 Januari 2022. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Maluku Komisaris Besar M. Rum Ohoirat mengatakan Kapolda Maluku juga sudah mengirimkan satu peleton Brimob untuk mengamankan lokasi kejadian.

“Mengirimkan satu peleton Brimob dibantu anggota Koramil dan Polsek Pulau Haruku. Sayangnya tadi pagi itu sempat meletus kembali konsetrasi massa dan melakukan penyerangan,” ujar Rum saat dihubungi Rabu, 26 Januari, 2022.

Langkah-langkah selanjutnya dalam melerai bentrokan susulan itu, Rum menjelaskan bahwa untuk sementara pihaknya baru mengupayakan agar aman dan damai terlebih dulu. “Setelah itu baru kita melakukan dan mencari langkah-langkah selanjutnya,” katanya lagi.

Meletusnya bentrok susulan juga membuat korban meninggal dunia bertambah. Dari sebelumnya mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dan tiga orang luka-luka. Kabar terakhir, satu orang yang luka kemudian meninggal. “Jadi terakhir, dua orang yang luka-luka, salah satunya anggota Polri,” katanya.

Menurut Rum kedua desa tersebut memang bertetangga yang sebelumnya pernah mengalami konflik terkait dengan masalah batas wilayah. Kejadian itu bermula ketika ada salah satu warga Kariuw yang membuka kebun. Ada warga Ori yang menegur bahwa lahan itu bukan milik Kariuw.

Pukul 14.30 WIT, Selasa kemarin, terjadi adu mulut terkait lahan tersebut antara beberapa warga setempat. “Nah setelah itu, kedua warga itu kembali ke desanya masing-masing dan melaporkannya ke warga masyarakat kedua desanya, sehingga terjadi konsentrasi massa,” ujar Rum.

Setelah terjadi kosentrasi massa, pihak keamanan langsung turun ke TKP mulai dari Babinsa, Bhabinkantinmas, Anggota Satgas Pos Ramil, dan anggota Polsek Pulau Haruku. Mereka langsung merelai kedua masyarakat kedua desa tersebut.

2. Pemerintah Minta Masyarakat Lakukan Tes Covid-19 Bila Mengalami Gejala Flu

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengimbau masyarakat segera lakukan tes Covid-19 jika mengalami gejala flu seperti batuk dan pilek. Anjuran ini disebabkan lantaran gejala Covid-19 varian Omicron yang saat ini mulai merebak tak jauh berbeda dengan flu biasa.

"Kalau masyarakat merasakan perubahan kesehatan bisa segera tes," kata Nadia saat dihubungi, Rabu, 26 Januari 2022.

Nadia mengatakan gejala yang dialami pasien Covid-19 yang terinfeksi varian Omicron rata-rata lebih ringan dibanding dengan pasien Covid-19 yang terinfeksi varian Delta. Mayoritas pasien Omicron, kata dia, hanya menunjukkan gejala ringan, bahkan ada yang tanpa gejala.

Per 26 Januari 2022, Nadia menyebut total kasus Omicron di Indonesia mencapai 1.766 orang. Sebanyak 1.066 pasien adalah pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan 449 pasien terinfeksi dari transmisi lokal. Sementara 251 orang lain masih dalam penelusuran epidemiologi.

Pada Sabtu, 22 Januari 2022, dua pasien Omicron meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit. Satu pasien memiliki penyakit komorbid diabetes tidak terkontrol dan hipertensi. Satu orang lainnya memiliki penyakit hipertensi dan sakit ginjal.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan gejala pada Omicron memang tidak spesifik dan disinyalir lebih ringan pada kelompok yang memiliki kekebalan. Namun, Wiku mengatakan, masyarakat tetap harus waspada dan patuh menjalankan protokol kesehatan. "Sebab infeksi pada kelompok rentan masih bisa menyebabkan gejala yang parah bahkan kematian," ujar dia.

Artikel Asli