Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Mengapa Induk Kucing Suka Memindahkan Anaknya yang Baru Lahir?

Kompasiana Dipublikasikan 14.04, 20/10 • Ropiyadi ALBA
Sumber gambar: Brilio.net
Sumber gambar: Brilio.net

Sumber gambar: Brilio.net

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang paling banyak dipelihara oleh orang Indonesia. Paling tidak, hal ini berdasarkan survey yang dilakukan oleh Rakuten Insight, sebuah lembaga yang dibentuk oleh kelompok usaha eceran Rakuten, yang berpusat di Tokyo, Jepang.

Survei yang digelar pada Januari 2021 itu dilakukan dengan mewawancarai secara online 97 ribu responden yang tersebar di 12 negara Asia, yaitu : Filipina, Vietnam, Thailand, Indonesia, Malaysia, India, China, Taiwan, Hongkong, Singapura, Korea Selatan, dan Jepang.

Menurut survey tersebut, hampir lima puluh persen orang Indonesia memelihara kucing. Hal ini bisa dimaklumi karena kucing memang hewan yang cukup mudah untuk dipelihara dan mendatangkan kebahagaian tersendiri bagi orang yang memeliharanya.

Sekurang-kurangnya ada 3 jenis kucing yang sering dipelihara orang, yaitu kucing kampung, kucing Anggora (Ankara-Turkey), dan kucing Persia (Iran).

Ada satu kebiasaan unik yang dilakukan oleh induk kucing kampung setelah melahirkan, yaitu ia kerap kali memindahkan anak-anaknya ke tempat lain setelah melahirkan, bahkan ada yang mengatakan sampai tujuh kali pindah.

Alasan utama penyebabnya tentu yang paling tahu adalah induk kucing itu sendiri, kita hanya mencoba menebak-nebak penyebab hal tersebut terjadi. 

Beberapa hal yang dapat menyebabkan hal tersebut terjadi adalah :

  • Induk kucing merasa tempat semula sudah kurang nyaman dan aman lagi bagi anak-anaknya. Kurang nyaman karena tempat awal induk kucing melahirkan tentunya sudah tidak bersih lagi, karena sudah bercampur dengan bau amis darah pasca melahirkan dan kotoran (urine) dari anak-anaknya. Selain itu tempat awal melahirkan dirasa sudah kurang aman karena telah diketahui oleh para pesaingnya maupun orang-orang yang dianggap asing, sehingga mengganggu dan dapat mengancam keamanan anak-anaknya.
  • Induk kucing merasa tempat semula terlalu terang dan terbuka. Tempat yang terlalu terang dapat mengganggu perkembangan dan kepekaan indra penglihat bayi kucing yang mulai berfungsi secara perlahan. Selain itu, tempat yang terbuka juga bisa membuat anak kucing jadi terganggu saat istirahat atau tidur karena suasana yang bising. Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan induk kucing memindahkan anaknya ke tempat yang lebih gelap dan tertutup. 
  • Induk kucing memiliki insting yang kuat terhadap kondisi kesehatan anak-anaknya. Ia akan memindahkan atau memisahkan anak-anaknya yang sehat dengan yang sakit agar satu sama lain tidak saling menularkan penyakit. Bahkan seolah-olah ia mengetahui kondisi anaknya yang terkena penyakit dan akan berakhir dengan kematian dengan cara diisolasi dari anak-anaknya yang lain, bahkan tidak disusui lagi karena khawatir akan mengkontaminasi yang lainnya.

Ada hal lain yang perlu kita perhatikan, jika kebetulan kita memelihara kucing yang baru melahirkan. Selain kita memberi asupan makanan yang cukup kepada induk kucing, karena ia baru saja melahirkan, kita juga tidak boleh gegabah memegang anak kucing tersebut jika usia kelahirannya masih dibawah 1 bulan.

Kalau ini dilakukan, biasanya sang induk kucing tidak mau lagi menyusui anaknya, karena ia sudah tidak mengenali lagi bau asli anaknya, yang ia kenali adalah anaknya sudah memiliki bau manusia.

Selain itu, kita juga patut waspada terhadap penyakit dan parasit yang ada di kucing tersebut. Jangan biarkan anak kita terlampau dekat dengan induk kucing dan anaknya yang baru dilahirkan, karena bisa jadi tertular penyakit dari kucing tersebut.

Tetap menjaga jarak dengan kucing, jangan terlalu dekat serta harus sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah berinteraksi dengan kucing dan hewan peliharaan pada umumnya.***

Referensi: 1, 2

Penulis : Ropiyadi ALBA

Artikel Asli