5 Tips saat Memakai Celana Dalam Agar Vagina Tetap Sehat

kumparan Dipublikasikan 06.22, 22/10/2019 • Mela Nurhidayati Syamsiyah
Tips memakai celana dalam agar vagina tetap sehat. Foto: Shuutterstock

Masih banyak perempuan yang sering menyepelekan kebersihan celana dalam. Padahal, celana dalam memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan vagina. Bahkan, tak sedikit dari mereka menggunakan celana dalam selama seharian penuh tapan berniat untuk menggantinya.

Melansir Huff Post, dosen mikrobiologi dan patologi di New York University, Philip Tierno, menyebutkan bahwa celana dalam rentan kotor karena dipakai di area kulit yang mengandung bakteri Escherichia coli (E.Coli). Meski bakteri ini tidak memberikan efek buruk secara langsung, Philip Tierno tetap menyarankan kita untuk menggantinya secara rutin.

Lantas, bagaimana cara tepat mengenakan celana dalam agar vagina tetap sehat? Simak tips berikut ini:

1. Pilih celana dalam berbahan katun

Banyak sekali pilihan celana dalam di luar sana. Dari mulai model, warna, hingga bahan semuanya begitu menggiurkan. Apapun model dan warnanya, sebaiknya pilih celana dalam berbahan katun.

Menurut Dr. Alyse Kelly-Jones, ahli Obstetri dan Ginekologi AS, katun merupakan bahan terbaik untuk celana dalam. Ini karena, katun memiliki tekstur yang lembut, mudah menyerap keringat, hingga bisa membantu mencegah infeksi jamur pada area vagina, terutama vulva (bagian luar vagina).

“Vulva adalah area yang sangat sensitif dan juga halus, mirip seperti bibir pada wajah. Karena itulah, Anda harus memperlakukannya dengan lembut,” papar Kelly-Jones kepada Healthline.

Sebaliknya, hindarilah celana dalam berbahan sintetis; seperti nilon dan spandex karena keduanya tidak bisa menyerap panas dan menjadi tempat berkembang biak bagi beberapa bakteri.

Pilih celana dalam berbahan katun. Foto: Shutterstock

2. Gantilah celana dalam secara rutin

Ladies, seberapa seringkah Anda mengganti celana dalam? Bagi kita yang tinggal di negara tropis, mengganti celana dalam idealnya dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari.

Namun, jika Anda mulai merasa tidak nyaman karena adanya penumpukan keputihan, Anda bisa menggantinya lebih dari dua kali dalam sehari. “Banyak pasien yang terganggu dengan kelembapan ini dan memakai pantyliner sebagai gantinya. Saya rasa ini bukan perilaku yang sehat, karena pantyliner bisa menyebabkan radang dan iritasi,” lanjut Kelly-Jon.

3. Ganti celana dalam Anda setiap tahun

Meski sering dicuci secara teratur, celana dalam bersih ternyata mengandung 10.000 bakteri hidup, demikian menurut Good Housekeeping Institute.

Ini karena mesin cuci yang digunakan mengandung bakteri, sehingga celana dalam (yang diasumsikan bersih) juga sebenarnya mengandung puluhan ribu bakteri.

Sedangkan pendapat dari dosen mikrobiologi di University of Arizona, Charles Gerba, saat diwawancarai ABC News mengatakan jika Anda mencuci pakaian dalam, akan ada sekitar 100 juta bakteri E.coli di air cucian yang akan ditularkan ke cucian berikutnya.

Dengan demikian, ia menyarankan untuk mengganti celana dalam yang sudah terlalu lama di dalam lemari pakaian. Anda juga bisa mengganti celana dalam jika karetnya sudah mulai mengendur, warnanya memudar, atau sudah tidak nyaman saat digunakan.

Ilustrasi sabun hipoalergenik. Foto: dok.pixabay

4. Cuci pakaian dalam dengan sabun hipoalergenik

Apapun bahannya, semua jenis celana dalam harus dirawat dengan ekstra lembut. Alasanya, karena celana dalam langsung menempel pada area genital perempuan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Kelly-Jones menyarankan kita untuk menggunakan sabun lembut yang mengandung hipoalergenik saat mencuci celana dalam. Sabun ini bisa kamu temukan di apotek atau supermarket terdekat, dan biasa dipakai oleh mereka yang memiliki kulit sensitif.

5. Ganti celana dalam setelah berolahraga

Setelah berolahraga, tubuh biasanya akan dibanjiri keringat (terlebih di area tertutup seperti selangkangan). Keringat yang terperangkap akan membuat celana dalam lembap dan jadi tempat ideal untuk jamur dan bakteri tumbuh.

Karena itulah, para dokter menyarankan kita untuk mengganti celana dalam setelah berolahraga. Pasalnya, jika Anda tidak mengganti celana dalam setelah berolahraga bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Seperti meningkatkan risiko infeksi jamur ragi, memicu infeksi saluran kemih, menimbulkan iritasi, hingga menyebabkan masalah kulit pada area vagina.

Artikel Asli