5 Tips Menyusui dalam Gendongan, Harus Banyak Latihan!

Popmama.com Dipublikasikan 05.20, 09/08 • Anindita Budhi
Freepik/freepic.diller

Menyusui dan menggendong memang tidak terpisahkan. Bahkan, Mama bisa melakukan keduanya pada saat bersamaan.

Ya, ada situasi ketika Mama tidak punya pilihan lain kecuali menyusui si Kecil yang sedang digendong. Namun, menyusui dalam gendongan bukanlah hal mudah.

Butuh banyak latihan sampai akhirnya Mama bisa memposisikan bayi secara tepat sehingga ia bisa menyusu dengan nyaman. Begitu juga bagi Mama, bagaimana bisa menyusui sambil tetap melakukan aktivitas lain.

Mari simak beberapa tips menyusui dalam gendongan seperti dirangkum Popmama.com dari berbagai sumber berikut ini:

1. Lancar menyusui & lancar menggendong akan membuat semua lebih mudah

Popmama.com/Anindita Budhi

Jika Mama dan si Kecil sama-sama tengah beradaptasi dengan proses menyusui, jangan buru-buru untuk bisa menyusui dalam gendongan. 

Menyusui saat bayi dalam gendongan punya tingkat kesulitan berbeda dibandingkan menyusui saja atau menggendong saja. 

Bagaimanapun juga, Mama harus mengutamakan kesehatan bayi di atas segalanya. Jika perlekatannya sudah bagus, ia bisa mengubah posisi kepala saat menyusu, boleh dibilang ia sudah lancar menyusu.

Demikian pula Mama. Saat Mama tak canggung lagi menyusui dengan beragam posisi serta bisa memposisikan bayi dengan tepat, maka boleh naik ke level berikutnya.

Hal serupa juga perlu diperhatikan saat menggendong. Sama seperti menyusui, menggendong butuh latihan. Mama harus mengenali betul jenis gendongan yang nyaman dan aman dikenakan, termasuk paham bagian per bagian gendongan.

Ketika Mama sudah terampil menggendong bayi dan si Kecil pun merasa nyaman, artinya Mama siap mencoba menyusui dalam gendongan. 

Terampil dalam kedua hal tersebut sebelum mengombinasikannya akan membantu Mama terbebas dari rasa frustrasi saat belajar menyusui dalam gendongan.

2. Berlatih menyusui dengan posisi tegak

freepik/freepic.diller

Ya, saat bayi digendong tegak, tentu Mama lebih mudah menyusui jika posisi bayi juga demikian. Menyusui dalam gendongan dengan posisi cradle biasanya mengharuskan Mama membongkar gendongan, khususnya jika memakai soft structured carrier

Apakah posisi demikian nyaman? Sebetulnya, posisi menyusui tegak ini mirip dengan menyusui sambil berbaring, tetapi dengan menempatkan bayi di atas payudara dan posisi ibu telentang. 

Saat bayi digendong posisi tegak, maka Mama cukup menurunkan bayi hingga sejajar payudara. Tinggal melonggarkan kain atau tali pada gendongan yang dikenakan. 

Kemudian, support punggung bayi dengan tangan agar ia bisa memasukkan payudara ke dalam mulutnya dan mulai menyusu secara sempurna.

Namun, posisi menyusui seperti ini lebih cocok diterapkan pada bayi usia empat bulan ke atas, dengan asumsi lehernya sudah cukup kuat menopang kepala dan ia pun lebih terampil menyusu. 

Pada bayi baru lahir, tetap lebih direkomendasikan menyusui bayi di luar gendongan. Jauh lebih aman dan nyaman untuk Mama dan si Kecil. 

3. Pastikan kepala bayi bisa bergerak

Freepik

Saat menyusui dalam gendongan, pastikan leher bayi bisa bergerak atau berganti posisi. Mengapa demikian?

Bayi akan sulit menelan dan mengisap jika kepalanya tidak bisa digerakkan. Kemudian, untuk alasan keselamatan, bayi harus mampu menarik kepalanya ke belakang saat ia selesai menyusu dan melepas puting atau ketika hidungya tertutup kain.

Mama tetap bisa memberi kepala bayi support dengan tangan atau kain gendongan. Pastikan posisinya lebih rendah dari leher bayi agar ia tetap bisa menggerakkan kepalanya saat menyusu. Contoh, dengan menghitung jarak dua jari antara dagu bayi dan dadanya.

Selalu pantau bayi selagi menyusu ya, Ma. Jangan buru-buru menutupi wajahnya dengan kain gendongan agar ia tetap bisa bernapas dengan baik.

4. Sangga payudara untuk mempermudah bayi menyusu

Freepik

Ingat bagaimana bayi diposisikan sejajar payudara saat berada dalam gendongan? 

Meski sudah sejajar, bayi tak selalu mudah menemukan puting. Ada kalanya Mama harus menyodorkan puting ke arah bayi. 

Harus diakui, menyusui bayi dalam gendongan hingga kedua tangan bergerak bebas adalah masalah waktu. 

Mama tak bisa mengharapkan hands free breastfeeding pada bayi kecil, yang masih belajar menyusu. Seiring ia bertumbuh besar, tangannya pun mulai bisa meraih payudara saat menyusu sehingga lebih nyaman untuk si Kecil maupun Mama.

Oh iya, Mama sebaiknya mengenakan pakaian khusus menyusui dengan bukaan kanan kiri. Pakaian demikian akan membantu Mama memberi bayi akses ke payudara tanpa membiarkan bagian dada terbuka lebar.

5. Sabar, sabar, dan sabar

Popmama.com/Anindita Budhi

Percobaan pertama belum berhasil? Tidak apa-apa, Ma, jangan lekas frustrasi.

Keterampilan apapun ada fasenya. Ingat saja saat Mama belajar menyusui pertama kali, pasti rasanya sulit. Namun, seiring waktu, bayi dan Mama sudah bisa beradaptasi sehingga menyusui terasa lebih mudah. 

Begitu pun saat menggendong. Sulit di awal, tetapi semakin mudah ketika Mama banyak berlatih.

Tetap coba secara berkala, tetapi jangan terlalu memaksakan diri dan si Kecil harus bisa sekarang juga. Nikmati saja prosesnya, berikut segala tantangan yang dihadapi.

Ingat ini, menyusui dalam gendongan seharusnya membuat hidup mama lebih mudah, bukan sebaliknya.

Menyusui dalam gendongan bukan hal mudah dikuasai. Latihan ekstra diperlukan agar Mama dan si Kecil sama-sama nyaman melakukannya. Jangan lupa perhatikan keamanan menggendong dengan mengecek TICKS, tight, in view at all times, close enough to kiss, keep chin off chest, dan supported back. 

Selamat mencoba, Ma!

  • Kapan Gendongan Hipseat Dapat Digunakan oleh Bayi? Cek Faktanya!
  • Inilah 5 Cara Menggendong Bayi yang Benar!
  • Apakah Terlalu Sering Menggendong Bayi dapat Menyebabkan Bau Tangan?
Artikel Asli