5 Tanda Anda Harus Melakukan Detoksifikasi Gula agar Lebih Sehat

Tempo.co Dipublikasikan 02.10, 16/10/2019 • Mila Novita
Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com
Tak banyak orang yang tahu apakah konsumsi gula harian sudah melewati batas atau belum. Ini lima tanda yang harus diwaspadai.

TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang bisa menolak makanan atau minuman bergula? Gula memang bisa membuat Anda ketagihan. Jika dilihat menu makanan Anda sehari-hari, mungkin saja sebenarnya Anda kelebihan asupan ini. Entah dari kue, cokelat, minuman, atau permen. Tak banyak orang yang mengukur berapa banyak gula yang ia konsumsi setiap hari. Jadi, Anda mungkin tidak pernah tahu apakah asupan gula harian sudah melewati batas.

Sebelum kadar gula dalam darah Anda tinggi atau gigi berlubang, berikut beberapa tanda Anda dianjurkan melakukan detoksifikasi gula, seperti dikutip dari Times of India, Selasa, 15 Oktober 2019

1. Merasa lamban terus menerus

Benar bahwa gula terurai menjadi karbohidrat yang jadi sumber energi tubuh, tapi kadar gula darah yang stabil hanya dapat dipertahankan selama kadar insulin terkendali. Tapi ketika kadar gula tidak terkendali, Anda bisa mengalami penurunan tingkat energi, yang dapat membuat Anda merasa lelah, kusam, mengantuk, dan mungkin lamban saat menjalani hari.

2. Kembung tanpa alasan
Tak seperti protein atau serat, gula tidak memberikan nutrisi yang baik untuk mengatur pencernaan atau fungsi tubuh lainnya. Kalorinya yang tinggi justri bisa membuat Anda kembung. Gula juga meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, membuat Anda lebih sulit menurunkan kelebihan berat badan.

3. Gula tak semanis yang seharusnya

Ketika Anda mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan, tubuh akan mengembangkan semacam intoleransi terhadap gula. Gula tak lagi semanis dulu. Ini artinya Anda benar-benar perlu makan lebih banyak makanan manis untuk memuaskan keinginan makan gula. Jelas ini bukan hal yang baik.

4. Gangguan berpikir
Kadar gula yang berlebihan dikaitkan dengan masalah kognitif dan gangguan berpikir sementara. Jadi, jika Anda menghadapi gejala kabut otak, seperti sering bingung, sulit fokus, dan gampang lupa, ini saatnya Anda berpikir untuk mengendalikan asupan gula.

5. Insomnia

Kebiasaan makan sesuatu yang manis larut malam atau setelah makan malam bisa menyebabkan kesulitan tidur. Makan gula melepaskan semburan tingkat energi yang tidak seimbang dalam tubuh pada saat tubuh mempersiapkan diri untuk tidur. Ketika produksi melatonin dalam tubuh terhambat, Anda tidak akan tidur nyenyak. Oleh karena itu, untuk tidur malam yang nyenyak, kurangi asupan gula Anda

Artikel Asli