5 Sinyal Buruk yang Bikin Manchester United Pantas Waswas Hadapi City

Bola.com Diupdate 00.50, 06/12/2019 • Dipublikasikan 00.50, 06/12/2019 • Yus Mei Sawitri
Manchester United vs Manchester City
Striker Manchester City, Sergio Aguero (tengah), berduel dengan pemain Manchester United, Victor Lindelof (kiri) dan Fred pada laga di Old Trafford, 24 April 2019. (AFP/Oli Scarff)

Bola.com, Manchester - Manchester United tak bisa berlama-lama menikmati kemenangan manis atas Tottenham Hotspur di Premier League. Manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer, harus langsung memutar otak untuk menyiapkan tim menghadapi laga yang lebih besar dan prestisius kontra Manchester City. 

Derbi Manchester tersebut akan digelar di Etihad Stadium pada Minggu (8/12/2019) dini hari WIB. Duel tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya apakah Manchester United sudah benar-benar bangkit atau belum. 

Setelah mengalahkan Tottenham, Manchester United merangsek posisi enam besar klasemen sementara Premier League. Kans makin merangkak ke atas terbuka lebar jika Setan Merah mampu mengalahkan klub tetangganyaa tersebut. 

Namun, sejak musim 2011-2012, Manchester City bukan lawan yang mudah bagi Setan Merah. The Citizen tercatat berhasil memenangi 10 dari 16 laga terakhir Derbi Manchester. Rekor itu merefleksikan dominansi The Citizen di Mancheser maupun sepak bola Inggris dalam tujuh tahun terakhir. 

Ada angin segar untuk Manchester United jika melihat penampilan City dalam baru-baru ini. Tim besutan Pep Guardiola hanya mendulang dua kemenangan dalam lima laga terakhir. Bahkan, pada musim ini Manchester City pernah kalah di kandang dari Wolverhampton Wanderers. 

Namun, Manchester United juga pantas ekstra waspada setelah Manchester City menang 4-1 di markas Burley, Rabu (4/12/2019) dini hari WIB. Ada lima sinyal buruk yang membuat Setan Merah tak bisa berleha-leha menghadapi Derbi Manchester kali ini. Berikut ini lima sinyal buruk bagi United jelang Derbi Manchester, seperti dilansir Manchester Evening News.  

 

1. Spirit Manchester City Sedang Tinggi

Ekspresi para pemain Manchester City saat merayakan kemenangan 4-1 atas Burnley di Turf Moor, Kamis (5/12/2019) dini hari WIB. (AFP/Paul Ellis)

Ruang ganti Manchester City masih solid meskipun dalam dihampiri hasil tak memuaskan dalam beberapa pertandingan terakhir. 

Semangat di tim juga terlihat sangat tinggi setelah kemenangan besar kontra Burnley. Para pemain sangat menikmati kemenangan itu. 

Bahkan, para pemain dan staf berfoto bersama di ruang ganti untuk merayakan kemenangan tersebut. Aksi seperti itu kurang lazim karena laga tersebut sebenarnya berstatus biasa saja. Tapi, perayaan tersebut menunjukkan Manchester City menganggap hasil kontra Burnley sebagai titik balik yang penting bagi klub. 

 

2. Rekor Pertemuan Buruk

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (Anthony Devlin/AFP)

Sejak 2011-2012, Manchester City lebih dominan di laga derbi kontra Manchester United. Dari 16 pertemuan terakhir, City berhasil memenangi 10 laga di antaranya. 

Bahkan, dalam empat pertandingan terakhir kontra MU, tim besutan Pep Guardiola sangat superior, dengan memenangi tiga di antaranya. 

Catatan tersebut mau tak mau harus membuat Manchester United waspada, apalagi pertandingan pada akhir pekan ini akan digelar di kandang City. 

3. Mampu Mengontrol Penuh Jalannya Pertandingan

Manajer Manchester City Pep Guardiola (kiri) memeluk Gabriel Jesus usai pertandingan menghadapi Burnley pada Liga Inggris di Turf Moor, Burnley, Inggris, Selasa (3/12/2019). The Citizens mencukur Burnley 1-4, Gabriel Jesus mencetak dua gol. (Martin Rickett/PA via AP)

Laga tandang ke markas Burney biasanya jadi tantangan sulit bagi tim-tim yang sedang berada di bawah performa terbaiknya. Namun, Manchester City tampil hampir sempurna saat meladeni Burnley. 

The Citizen mengontrol penuh pertandingan sejak start hingga finis. Pasukan Pep Guardiola juga memegang penguasaan bola hingga 76 persen. 

Penampilan apik City tersebut jelas menjadi peringatan bagi Manchester United yang akan melawat ke Etihad Stadium. 

 

4. Kontras di Lini Tengah

Gelandang Manchester City, Rodri Hernandez (tengah), saat bersua Liverpool pada laga pekan ke-12 Premier League di Stadion Anfield, Minggu (10/11/2019). (AFP/Paul Ellis)

Penampilan Rodri di lini tengah Manchester City sempat diragukan oleh fans. Namun, Rodri menunjukkan performa yang tangguh di markas Burnley.

Setelah pertandingan dia mengklaim telah sepenuhnya memahami perannya. Kinerja Rodri berkontribusi membuat Burnley tak bisa berbuat banyak. 

Selain Burnley, David Silva juga menunjukkan sisi-sisi permain terbaiknya dari masa lalu. Belum lagi ditambah Kevin de Bruyne. Komposisi lini tengah Manchester United kontras dibandingkan barisan gelandang MU yang terlihat jauh dari meyakinkan. 

 

5. Kebangkitan Gabriel Jesus

Pemain Manchester City Gabriel Jesus melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Burnley pada pertandingan Liga Inggris di Turf Moor, Burnley, Inggris, Selasa (3/12/2019). The Citizens mencukur Burnley 1-4, Gabriel Jesus mencetak dua gol. (Martin Rickett/PA via AP)

Manchester United layak waswas setelah Gabriel Jesus tampil gemilang saat melawan Burnley. Dia menjadi bintang pertandingan dengan mencetak dua gol, pada menit ke-24 dan 50. 

Penyerang asal Brasil itu sukses menyudahi paceklik gol yang sudah berlangsung sejak pertengahan Oktober 2019. 

"Saya harus mencetak gol setiap kali tampil, karena Sergio juga selalu mencetak gol. Itulah ambisi saya. Saya ingin terus bermain dan terus menyumbangkan gol seperti sekarang," kata Jesus, setelah pertandingan. 

Itu artinya, Gaabriel Jesus juga bertekad mencatatkan namanya di papan skor saat meladeni MU. 

 

Artikel Asli