5 SPBU Kompak Milik Pertamina di Wamena Tutup Sementara Akibat Kerusuhan

Merdeka.com Dipublikasikan 07.10, 23/09/2019
SPBU. ©2012 Merdeka.com
Tutupnya SPBU Kompak yang dulu bernama Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) tersebut menimbang kondisi keamanan dan kerusuhan yang terjadi di Wamena. SPBU di Wamena akan dibuka kembali apabila situasi keamanan sudah memungkinkan sesuai dengan koordinasi dengan aparat keamanan.

PT Pertamina memutuskan untuk menutup sementara 5 Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Kompak di Wamena, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua akibat adanya aksi massa yang berlangsung ricuh di Wamena pada Senin (23/9).

Unit Manager Communication, Relations & CSR Marketing Operation Region VIII Maluku-Papua, Brasto Galih Nugrogo menjelaskan tutupnya SPBU Kompak yang dulu bernama Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) tersebut menimbang kondisi keamanan dan kerusuhan yang terjadi di Wamena.

"Pertimbangan penutupan adalah terkait aspek keselamatan dan keamanan petugas SPBU dan aset SPBU," ujarnya melalui keteranganya, Senin (23/9).

Dia menjelaskan, SPBU di Wamena akan dibuka kembali apabila situasi keamanan sudah memungkinkan sesuai dengan koordinasi dengan aparat keamanan. "Untuk pengiriman BBM ke Wamena, pengiriman hari ini tidak dapat dilakukan karena bandara Wamena ditutup sementara. Adapun, pengiriman BBM ke Wamena dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang dari Jayapura," imbuhnya.

Di samping itu, truk tangki BBM yang mengantar BBM untuk Wamena via Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua juga tidak melewati Wamena, Kota Jayapura, Provinsi Papua sehubungan dengan adanya aksi massa disana.

"Untuk Kota Jayapura, SPBU di Waena tutup karena ada aksi massa," tuturnya.

Dia pun berharap agar situasi bisa kondusif kembali sehingga penyaluran BBM dapat berjalan normal dan SPBU yang tutup dapat segera buka kembali.

Sebelumnya, aksi demo yang terjadi di Wamena, Papua berlangsung ricuh. Massa yang kadung emosi lantas membakar kantor bupati setempat serta sejumlah fasilitas umum lainnya.

Peristiwa tersebut dibenarkan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. "Ya betul," tutur Dedi melalui pesan singkat kepada Liputan6.com.

Artikel Asli