5 Perbandingan Pelantikan Presiden Jokowi 2014 dan 2019, Kini Lebih Ketat

Suara.com Dipublikasikan 08.33, 20/10/2019 • Rendy Adrikni Sadikin
Calon Presiden 01 Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden 01 Maruf Amin bersama Ketua Umum Partai Koalisi Indonesia Kerja memberi keterangan perhitungan cepat pemilu 2019 di Jakarta, Rabu (17/4). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Calon Presiden 01 Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden 01 Maruf Amin bersama Ketua Umum Partai Koalisi Indonesia Kerja memberi keterangan perhitungan cepat pemilu 2019 di Jakarta, Rabu (17/4). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Presiden dan Wakil Presiden Terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin akan dilantik di Gedung MPR pada Minggu (20/10/2019).

Menurut keterangan Ketua MPR Bambang Soesatyo, Jokowi - Maruf Amin akan dilantik pada pukul 14.30 WIB.

Pelantikan ini diketahui merupakan kali kedua bagi Presiden Jokowi. Lima tahun sebelumnya, ia dilantik bersama dengan Jusuf Kalla (JK).

Namun tak hanya wakil presidennya, terdapat beberapa perbedaan dari pelantikan Presiden Jokowi di periode pertama dan kedua.

Mulai dari aspek pengamanan hingga tamu yang hadir, berikut perbedaan serta persamaannya yang dirangkum SUARA.com:

1. Pengamanan

Saat pelantikan Jokowi-JK pada 2014, jumlah personel yang dikerahkan untuk melakukan pengamanan kurang dari 25 ribu.

Saat itu pengamanan dilakukan dengan sistem empat ring: ring 1 di Gedung MPR, ring 2 di Gedung DPR, ring 3 di jalan menuju Gedung DPR, dan ring 4 di lokas-lokasi vital di Jakarta.

Sementara itu, sebanyak 30 ribu aparat disiagakan untuk mengamankan pelantikan Jokowi-Maruf Amin di tahun ini.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, sekitar 30 ribu aparat itu melakukan pengamanan dengan pola yang dibagi atas tiga ring: ring 1 tanggung jawab pasukan pengamanan presiden, ring 2 TNI, dan ring 3 gabungan TNI, Polri, dan unsur lainnya.

Selain jumlah personelnya, pengamanan pelantikan Presiden Jokowi pada 2019 juga lebih ketat dari 2014 karena penutupan serta pengalihan sejumlah ruas jalan di Jakarta.

2. Susunan acara

Tak banyak yang berbeda antara susunan acara pelantikan Jokowi-JK dan Jokowi-Maruf Amin.

Pada Minggu pukul 14.30 nanti, sebelum sidang paripurna dibuka Ketua MPR, akan dinyanikan lagu "Indonesia Raya" dan "Mengheningkan Cipta".

Setelah sidang dibuka, pimpinan MPR akan membacakan keputusan KPU, dilanjutkan pengucapan sumpah Presiden, lalu Wakil Presiden, kemudian penandatanganan dan penyerahan berita acara pelantikan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pertukaran tempat duduk, yang membedakan susunan acara pelantikan Jokowi-JK dan Jokowi-Maruf Amin.

Kali ini, hanya wakil presiden yang melakukan pertukaran tempat duduk karena presiden yang sebelumnya menjabat dan juga sedang dilantik masih Jokowi, sedangkan pada 2014 baik presiden maupun wakil presiden melakukan pertukaran tempat duduk.

Setelah itu, sidang paripurna dilanjutkan, diikuti pidato presiden, llu kembali ke sidang paripurna, kemudian pembacaaan doa dan penutupan sidang paripurna oleh Ketua MPR.

Sebelum dijadwalkan selesai pada pukul 15.48 WIB, sidang paripurna diakhiri dengan menyanyikan lagi lagu "Indonesia Raya".

3. Setelah pelantikan

Pada 2014, setelah prosesi pelantikan, Jokowi-JK tak langsung menuju ke istana. Keduanya menuju Bundaran HI terlebih dahulu untuk menyapa masyarakat sembari diarak menggunakan kereta kuda ke Monas, diiringi kirab budaya.

Lalu di Monas Jokowi kembali berpidato di atas panggung, didampingi JK. Kemudian keduanya menuju Istana Negara, sementara warga tetap berkumpul di Monas untuk menikmati pertunjukan seni, juga kudapan gratis.

Tahun ini Jokowi, bersama dengan Maruf Amin, rencananya juga akan diarak dari kawasan Patung Kuda di Jalan MH Thamrin menuju Istana Merdeka. Di sepanjang jaan itu akan disiapkan enam panggung hiburan dan stan kuliner gratis.

Namun belum diketahui seperti apa nantinya proses perarakan tersebut, tetapi yang jelas keduanya dikawal dengan penjagaan yang ditingkatkan.

4. Tamu

Pelantikan Jokowi-JK pada 2014 dihadiri 1.200 orang, termasuk 685 anggota MPR/DPR. Selain itu, hadir juga para mantan presiden yang masih ada saat itu, antara lain BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), juga rival Jokowi-JK di Pemilu 2014 -- Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Sementara itu, tamu negara yang hadir sebanyak 17 orang, seperti Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak, Perdana Menteri Australia Tony Abbott, hingga
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry.

Dalam pelantikan Jokowi-Maruf di tahun ini, MPR menyebar 1.100 undangan, termasuk para pemimpin dari luar negeri.

Hingga kini, kata Bambang Soesatyo, 17 kepala negara, kepala pemerintahan, dan utusan dari luar negeri telah menginfirmasi kehadiran. Di antara mereka adalah Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Wakil Presiden China Mahathir Bin Mohamad, hingga Perdana Menteri Malaysia Mahathir Bin Mohamad.

Paslon Prabowo-Sandiaga Uno, yang menjadi rival Jokowi-Maruf Amin, juga akan hadir, begitu pula mantan presiden SBY dan Megawati Soekarnoputri.

5. Anggaran

Mantan Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan, anggaran pelantikan Jokowi-JK mencapai Rp1 miliar. Menurutnya, biaya tersebut tidak sedikit, tetapi juga terhitung murah.

Apalagi kala itu, tamu negara tidak diundang MPR, melainkan datang atas inisiatif sendiri, sehingga akomodasi bukan tanggung jawab pihak Indonesia. Meski begitu kedatangan mereka tetap diatur oleh pihak protokoler.

Sedangkan untuk pelantikan Jokowi-Maruf Amin, pihak MPR enggan menyebutkan detail anggaran yang dikeluarkan, tetapi memastikan menggunakan APBN.

Di samping itu, Istana telah menyiapkan fasilitas transportasi berupa belasan mobil Mercedes Benz yang disewa untuk tamu negara, dengan menghabiskan total biaya Rp1 miliar.

Artikel Asli