5 Penyebab Gigi Anak Tumbuh Berantakan

Popmama.com Dipublikasikan 01.30, 22/11/2019 • Bernandine Natasha
Freepik/Shangarey

Gigi anak adalah salah satu hal yang wajib menjadi perhatian orangtua. Selain kesehatan dan kebersihannya, Mama juga harus memerhatikan pertumbuhan gigi anak. Pasalnya, ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan gigi anak tumbuh berantakan.

Selain membuat anak tidak nyaman, gigi yang berantakan akan memengaruhi penampilan anak hingga memengaruhi kepercayaan dirinya.

Nah, ada banyak hal yang dapat menyebabkan gigi anak tumbuh berantakan. Mencari informasi tentang penyebab-penyebab tersebut tentu akan membantu Mama mengambil langkah pencegahan.

Oleh karena itu, simak informasi tentang penyebab gigi berantakan yang telah Popmama.com rangkum berikut ya, Ma!

1. Gigi berlubang dan karies gigi

Freepik

Ada alasan mengapa kita harus menggosok gigi setiap hari. Alasan paling utama tentu untuk menjaga kebersihannya dan menghindarkan gigi dari lubang atau karies.

Nyatanya, lubang dan karies pada gigi juga menjadi salah satu penyebab gigi tumbuh tidak rapi lho, Ma. Jika dibiarkan tanpa perawatan, ruangan kosong yang tercipta akan membuat gigi lainnya bergeser.

Oleh karena itu, pastikan anak Mama selalu menjaga kebersihan gigi ya!

2. Terlambat mencabut gigi susu

Freepik

Ketika anak memasuki usia balita, Mama harus mulai mengawasi pertumbuhan giginya. Pasalnya umur tersebut adalah masa transisi antara gigi susu dan gigi dewasa. Gigi susu anak akan mulai tanggal dan digantikan dengan gigi dewasa.

Nah, Mama harus memerhatikan apabila sudah ada gigi dewasa yang mulai tumbuh sedangkan gigi susunya belum tanggal. Jika hal ini terjadi, segera ajak anak ke dokter gigi untuk mencabut gigi susunya.

Pasalnya, jika gigi susu terlambat dicabut padahal gigi dewasa sudah tumbuh, pertumbuhan gigi anak akan menjadi tidak teratur dan tidak sesuai dengan lengkung rahang.

3. Pencabutan gigi atau premature loss

studiodentaire.com

Kondisi kedua yang menjadi penyebab gigi anak tumbuh tidak rapi adalah pencabutan gigi atau premature loss. Biasanya hal ini dilakukan dokter apabila gigi susu anak mengalami karies.

Ruang kosong yang muncul antara gigi memungkinkan gigi lainnya bergeser sehingga membuat gigi tidak rapi.

Untuk mencegah pergeseran tersebut, sebaiknya Mama membuat space maintainer untuk menjaga posisi gigi.

4. Kebiasan buruk anak

Freepik/User6014584

Coba perhatikan anak Mama. Apakah ia memiliki kebiasaan buruk seperti mengisap jari, mengisap bibir, bernapas melalui mulut, ataupun ngedot? Jika iya, lebih baik ajak anak untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

Pasalnya, kebiasaan-kebiasaan buruh tersebut turut memengaruhi pertumbuhan gigi. Ia memberikan tekanan berlebih pada otot rongga mulut sehingga gigi tumbuh saling berjejalan satu sama lain.

5. Faktor genetik

Freepik/a3pfamily

Ternyata, faktor genetik turut memengaruhi pertumbuhan gigi anak lho, Ma. Pasalnya, anak akan mewarisi ukuran kepala, ukuran rahang, bentuk wajah, dan ukuran gigi dari kedua orangtua.

Jika Mama memiliki rahan kecil sedangkan Papa memiliki ukuran gigi normal, anak akan memiliki rahang kecil dengan ukuran gigi besar. Akibatnya, gigi anak akan tumbuh berjejalan satu sama lain dan tidak rapi.

Hal sebaliknya pun bisa terjadi, gigi anak dapat tumbuh renggang apabila ia mewarisi rahang besar dengan ukuran gigi kecil.

Itulah lima kondisi yang dapat menyebabkan gigi anak tumbuh berantakan. Apabila Mama menyadari gigi anak tumbuh berantakan, sebaiknya lakukan penanganan sedini mungkin. Salah satunya dengan menggunakan kawat gigi. Yuk, jaga kesehatan dan kebersihan gigi anak, Ma!

  • Mama, Ketahuilah Tanda-Tanda Anak Kidal
  • Tidak Sama, Kenali Perbedaan Alergi dan Autoimun
  • 5 Kelebihan Bakteri Lactobacillus sebagai Probiotik
Artikel Asli