5 Mobil Jepang yang Diandalkan Tapi Tak Laku

Otosia.com Dipublikasikan 02.45, 18/10/2019

Otosia.com -

Setiap pabrikan otomotif pasti menginginkan produknya menjadi populer. Itu mengapa banyak hal dilakukan mulai pengujian hingga membekali produk tersebut dengan material terbaik.

Tapi sayangnya, meski diandalkan belum tentu bisa menjadikan mobil tersebut sesuai dengan selera pasar. Baik dari segi fisik maupun harganya. Menurut Best Car Web, ada lima mobil Jepang yang mendapatkan apresiasi tinggi tapi tidak laku di pasaran.

 (kpl/tys)

Nissan Leopard dijual di pasaran pada periode 1992-1996. Nissan Leopard memiliki beberapa pilihan. Generasi pertama Leopard adalah mobil 2-pintu dan 4-pintu.

Generasi kedua menjadi 2-pintu saja dan generasi ketiga 4-pintu saja dengan embel-embel J Ferry. Sedangkan konsep generasi keempat masih 4-pintu, tak jauh berbeda dengan Nissan Cedric & Gloria.

Dari semua generas itu, generasi ketiga J Ferry dijual di Amerika Serikat dan bersaing dengan Toyota Aristo. Meski begitu, Leopard J Ferry yang bergaya elegan seperti mobil-mobil mewah lainnya tak bisa diterima di pasar Jepang.

Honda Concerto pertama muncul pada 1992 dari hasil pengembangan Honda dengan Rover. Saat itu, banyak mobil Honda yang keren tapi bermasalah kenyamanan.

Tapi kehadiran Concerto seolah menjadi penyegaran. Dari hasil join pabrikan Jepang dan Inggris itu, masalah itu berhasil terpecahkan. Concerto memberikan kenyamanan kabin yang luas dan kenyamanan berkendara juga.

Tapi gayanya sangat khas Inggris. Seperti interior dengan trim kayu dan kulit. Lantas, mobil ini mendapatkan evaluasi karena fungsinya untuk mobil biasa. Tak lama, Concerto menghilang dan tak memiliki generasi lanjutan.

MPV pertama Mazda adalah FR minivan yang diekspor dari Amerika Serikat, Kala itu, MPV itu juga dijual di Jepang saat permintaan membludak. Gayanya segar, berbeda dari mobil 1BOX sebelumnya.

Namun pada tahun yang sama, Estima pertama dengan gaya futuristik dan memiliki performa lebih rendah dari MPV muncul. Kabin Estima terlihat sangat kontras dengan milik MPV. Sehingga penjualan keduanya pun dievaluasi, dan didapati harga yang terlalu tinggi. Mazda MPV dijual selama 9 tahun sejak tahun 1990 sampai 1999.

Honda CR-X adalah fastback 2-pintu berbasis Civic. Namun generasi selanjutnya, CR-X Del Sol diubah menjadi mobil 2-penumpang dengan atasan atap Targa elektrik.

Konsep mobil itu menarik perhatian sebagai masalah lingkungan saat itu. Lalu pengguna CR-X pelan-pelan beralih ke Soppo. Hingga akhirnya, CR-X Del Sol keluar dari pasar.

Toyota Progres diposisikan sebagai mobil mewah kecil yang memakai platform FR. Mesinnya ada dua, 2.5L dan 3L. Interiornya memiliki kualitas kelas Celsior.

Tapi kala itu, pasar lebih tertarik dengan konsep mobil mewah kecil seperti Concerto. Toyota sempat mengbah sedikit Progres, tapi sayangnya tidak berhasil.

Â

 Honda CR-X Del Sol (Autoevolution)
Honda CR-X Del Sol (Autoevolution)
Artikel Asli