5 Mitos Seputar Libido Seks Perempuan yang Ternyata Tidak Tepat

kumparan Dipublikasikan 13.08, 06/06 • kumparanWOMAN
Ilustrasi pasangan membicarakan hubungan seksual Foto: Shutterstock

Ladies, tahukah Anda bahwa ada banyak mitos-mitos yang beredar seputar libido atau gairah seksual perempuan. Beberapa di antaranya mengaitkan libido dengan frekuensi orgasme, konsumsi pil KB, usia, hingga menopause. Padahal, tidak semua hal tersebut bisa dipercaya kebenarannya.

Lantas, apa saja mitos-mitos seputar libido perempuan yang tidak tepat? Dilansir dari Prevention, berikut ulasan selengkapnya.

1. Perempuan jarang orgasme daripada laki-laki

Salah satu mitos yang beredar adalah perempuan mengalami orgasme yang lebih sedikit daripada perempuan. Hal ini tidak benar, karena penelitian yang dilakukan oleh Terri Conley dan timnya dari University of Michigan menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki mengalami frekuensi orgasme yang sama.

Namun, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Current Directions in Psychological Science, perempuan ternyata cenderung lebih diam dalam berbagi cerita tentang orgasmenya. Berbeda dengan laki-laki yang lebih vokal dan sangat memperhatikan kebutuhan biologisnya.

Ilustrasi perempuan disfungsi seksual Foto: Shutterstock

2. Perempuan yang minum pil KB memiliki libido rendah

Susan Davis, PhD, direktur dari Women's Health Research Program di Monash University Australia mengatakan bahwa beberapa perempuan memang merasakan gairah seksual yang menurun saat mengkonsumsi pil KB. Namun, penelitian dalam Journal of Sexual Medicine menunjukkan beberapa perempuan justru mengalami peningkatan gairah seksual saat mengkonsumsi pil KB. Dalam jurnal tersebut, disebutkan bahwa pil KB memang memiliki pengaruh campuran yang erat kaitannya dengan mood bercinta.

3.Perempuan yang sudah menopause tak ingin berhubungan seks lagi

Penelitian dari Rutgers Medical School mengatakan bahwa memang benar beberapa perempuan yang telah mengalami menopause mengalami penurunan gairah seksual. Tetapi, lebih dari 50 persen perempuan yang telah menopause mengaku masih semangat berhubungan seks. Bahkan, sebagian dari mereka merasakan bahwa seks sebelum dan setelah menopause tak ada bedanya.

Ilustrasi pasangan ejakulasi dini Foto: Shutterstock

4. Tidak bergairah berhubungan seks = libido rendah

Banyak orang berpendapat bahwa ketika Anda tak ingin berhubungan seks itu berarti Anda memiliki libido rendah. Tetapi menurut Debra Herbenick, PhD dari Center for Sexual Health Promotion di Indiana University's Kinsey Institute, libido yang rendah sebetulnya lebih terkait dengan kebahagiaan serta keharmonisan Anda dengan pasangan.

Bila Anda merasa bahagia dan bisa menjaga keintiman, maka gairah seksual perlahan akan muncul dengan sendirinya.

5. Rajin makan oyster buat gairah seksual meningkat

Sejak dulu, oyster disebut-sebut menjadi salah satu makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual. Maka tak heran, baik laki-laki maupun perempuan menyantap oyster agar gairah seksual meningkat.

Ilustrasi menikmati oyster mentah Foto: dok.shutterstock

Padahal, tak ada bukti ilmiah yang menguatkan tentang hal ini. Justru sebaiknya, mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan, cokelat, kacang-kacangan dan rajin berolahraga dapat membuat libido Anda meningkat.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

Artikel Asli