5 Kritikan Ernest Prakasa soal Kabinet Baru Jokowi

Kompas.com Dipublikasikan 02.43, 24/10/2019 • Ira Gita Natalia Sembiring
KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA
Komika Ernest Prakasa saat ditemui dalam acara diskusi di Tokopedia Tower, kawasan Karet, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komika, sutradara, dan juga artis peran Ernest Prakasa ikut angkat bicara tentang para menteri dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin periode 2019-20124.

Ernest sendiri dikenal sebagai salah satu pesohor hiburan Tanah Air yang berani menunjukan pandangan politiknya kepada khalayak.

Berikut rangkuman komentar Ernest tentang kabinet Jokowi:

Baca juga: Ernest Prakasa: Mumet Bahas KPK Melulu, Kita Bantu Korban Kabut Asap Yuk

1. Terlalu banyak partai

Menurut Ernest, kabinet Jokowi masih didominasi oleh anggota partai politik.

Meskipun nama profesional seperti Nadiem Makarim dan Wishnutama masuk dalam jajaran menteri.

"Ya kalau secara keseluruhan terlalu banyak orang partai-lah kirain dengan periode kedua yang konon tanpa beban ini bisa lebih…," kata Ernest saat dihubungi Kompas.com, Rabu (23/10/2019).

Baca juga: Dandhy Laksono Ditangkap, Ernest: Jangan Bercanda Pak Jokowi

"Memang ada sih nama-nama kayak Pak Tama, Pak Diem, cuma nama-nama partainya masih terlalu banyak," sambungnya.

Suami penulis Meira Anastasia itu juga berkomentar tentang posisi Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang dijabat oleh Johnny G Plate.

"Kalau liat dari over all masih terlalu banyak, kayak contohnya Kominfo yang sangat krusial, tapi lagi-lagi dikasihnya ke orang partai, Pak Johnny dari Nasdem," lanjut Ernest.

Baca juga: Ernest Prakasa: Bapak Polisi yang Terhormat, Ananda Badudu Bukan Orang Jahat

2. Tak ingin berharap banyak

Ernest menuturkan, dia tak ingin berharap banyak terhadap kabinet pemerintahan Jokowi di periode kedua ini.

Hal itu dilakukan Ernest untuk menghindari rasa kecewa bila harapannya tak sesuai dengan kenyataannya nanti.

"Ya lebih ke enggak berharap lebih sih, netral-netral aja. Gue kalau lihat kabinet seperti ini mendingan gua nggak berharap banyak daripada kecewa ya kan," ucap bintang film Susah Sinyal itu.

Baca juga: Artis Anggota DPR, Ernest Prakarsa: Walaupun Ragu, Ya Kita Kasih Kesempatan

3. Penggabungan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Menurut Ernest, pariwisata dan ekonomi kreatif adalah sektor besar yang sangat potensial sehingga tidak selayaknya digabungkan.

"Iya ekonomi kreatif itu kan besar ya, maksudnya potensial buat masa depan bangsa," ucap Ernest.

"Ya walaupun ada kekurangan, tapi kan sebagian program-program Bekraf tuh sudah terlaksana dengan baik, kalau digabung lagi di bawah pariwisata, ya gimana ya," tambahnya.

Baca juga: Ernest Prakasa: Pak Jokowi, Buktikan Anda Masih Layak Dipercaya

4. Wishnutama bisa pusing

Ernest juga mengungkapkan pandangannya tentang ditunjuknya Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Meski kementerian itu dipegang oleh Wishnutama yang telah lama berkecimpung di dunia industri kreatif, Ernest merasa kurang yakin bila ekonomi kreatif dan pariwisata ditangani oleh satu orang saja.

"Maksudnya walaupun dipegang sama Pak Wishnutama orang ekonomi kreatif, tapi kalau handle dua itu ya pusinglah," tutur Ernest.

Baca juga: Soal Kabinet Jokowi, Ernest Prakasa: Masih Terlalu Banyak Orang Partai

"Maksudnya Bekraf sama pariwisata itu sama-sama potensial, sama-sama dua sektor besar di Indonesia. Gimana bisa optimis?" lanjutnya.

5. Kecewa Jokowi rangkul Prabowo 

Ernest Prakasa menyebutkan, keputusan Presiden Joko Widodo menggaet Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan cukup mengecewakan para pendukung Jokowi, termasuk dirinya.

"Iya gua hanya bisa bilang bahwa itu sebuah keputusan yang pasti akan mengecewakan banyak pendukung Jokowi. Udah pastilah (kecewa), orang tadinya lawan kok sekarang tiba-tiba dirangkul," kata Ernest.

Baca juga: Ernest Prakasa: Walaupun Wishnutama Orang Ekonomi Kreatif, tetapi…

"Termasuk yang kecewa, iya lumayanlah kemarin kita mencegah bagaimana caranya supaya Pak Prabowo enggak menang gitu, setelah Pak Jokowi menang dia tetap tanda kutip menang, kok jadi ada yang aneh ya," sambungnya.

Namun demikian, Ernest meyakini bahwa Presiden Jokowi memiliki pertimbangan khusus untuk menjadikan Prabowo salah satu menteri di jajaran kabinetnya.

"Cuma sampai saat ini Pak Jokowi sih bisa membawa kita di lima tahun ke belakang ya berjalan dengan ya aman. Mungkin dia punya visi besar di keamanan, kita enggak ngerti," tutur Ernest.

Baca juga: Jokowi Tunjuk Prabowo Jadi Menhan, Ernest: Lawan Kok Tiba-tiba Dirangkul

Penulis: Ira Gita Natalia SembiringEditor: Andi Muttya Keteng Pangerang

Artikel Asli