5 Kenangan Annisa Pohan Jadi Istri Prajurit, Tempati Rumah Sederhana Hingga Tinggal Bareng Biawak

cumicumi.com Dipublikasikan 11.00, 21/10/2019 • Cumicumi
5 Kenangan Annisa Pohan Jadi Istri Prajurit, Tempati Rumah Sederhana Hingga Tinggal Bareng Biawak
Ya, Annisa ceritakan bagaimana tinggal di rumah sederhana hingga tinggal bareng biawak. Berikut cumicumi.com merangkum kenangan indah dan kocak Annisa Pohan.

Bertahun-tahun menjadi istri prajurit, Annisa Pohan kenang kembali suka duka ketika dampingi Agus Yudhoyono sebagai tentara. Meski kini sang suami telah mengundurkan diri dan memilih berlaga di panggung politik, namun Annisa lakukan napak tilas kembali.

Ya, Annisa ceritakan bagaimana tinggal di rumah sederhana hingga tinggal bareng biawak. Berikut cumicumi.com merangkum kenangan indah dan kocak Annisa Pohan.

Nikahi Perwira Letnan Satu

Saya menikah dengan mas Agus tahun 2005 yang ketika itu adalah seorang perwira dengan pangkat Letnan satu dan memiliki jabatan pasiops kemudian baru komandan kompi. Sampai akhirnya di akhir tahun 2007. Mas @agusyudhoyono kembali dari Libanon, kembali menempati rumah dinas bersama saya dan tak lama saya pun hamil dan melahirkan @almirayudhoyono pada bulan Agustus 2008,” awal cerita Annisa Pohan.

Rumah Dinas Sederhana

Dalam foto ini adalah rumah dinas pertama mas Agus yang ditempati sejak tahun 2001 dan menjadi rumah pertama kami bersama setelah menikah. Banyak sekali kenangan yang kami miliki di sini, karena di sinilah pertama kali saya belajar menjadi seorang istri prajurit dengan segala suka dan dukanya, kehidupan prajurit selalu berpindah-pindah,” terang Annisa tunjukkan rumah dinas sederhananya.

Ditinggal Tugas Negara

Ditinggal tugas oleh suami selama satu tahun dan harus tinggal di rumah tersebut sendirian karena belum memiliki Almira. Pada tahun 2006 Mas Agus mendapat tugas sebagai pasukan perdamaian ke Libanon selama satu tahun dan saya wajib tinggal di asrama untuk membina para istri anggota prajurit di kompi kami,” kenang Annisa Pohan.

Suara Aneh di Rumah

Setiap malam sebelum saya tidur saya sering dengar suara-suara dari atas plafon kamar saya dan pikiran saya saat itu adalah tikus. Kemudian semakin lama suara-suara di atas semakin ramai dan keras, “wah jangan-jangan mereka beranakpinak diatas plafon ya?” saya ngebatin.Akhirnya malam-malam dalam kesendirian saya pun sudah terbiasa tidur ditemani suara-suara yang ada di atas plafon tersebut,” terang wanita beranak satu itu.

Atap Jebol karena Biawak

Tahun 2009 ketika usia Almira sembilan bulan, Mas Agus dipindah tugaskan ke Brigade. Ketika saya sedang Berkemas mengepak barang-barang untuk pindahan, tiba-tiba saya mendengar suara keras sekali dari depan rumah kami, seperti ada sesuatu yang terjatuh dari atas genteng, kemudian saya refleks dari dalam rumah berteriak bertanya kepada anggota suami saya yang sedang membantu pindahan di depan rumah, “ada apa om? suara apa itu om? apakah ada yg jatuh dari atas?” Kemudian om tersebut menjawab, “ini Bu ada yang jatuh dari atas plafon, sepertinya biawak.” saya shock “HAH BIAWAK???”. Lalu tak lama ada suara kedua berbunyi “gubraakkk”, “lah apalagi itu Om”? kembali saya bertanya“ itu anak biawak bu, nyusul ibunya kabur”!!! “tidak sempat saya tangkap bu, cepat banget larinya”, jawab si om tentara. Jadi ternyata selama saya sendirian di dalam rumah itu suara-suara yang ada di atas plafon itu adalah BIAWAK, kemudian semakin keras semakin ramai itu si biawak punya anak juga sama seperti saya. ketika saya siap-siap untuk pindah si keluarga biawak juga ikut keluar dari plafon. Tidak terbayang kalau biawak-biawak tersebut jatuh di plafon dalam rumah ketika suami saya tidak ada,” pungkas Annisa Pohan. O ana/berbagai sumber

Artikel Asli