5 Kebiasaan Sepele Pengendara Sepeda Motor, Tapi Fatal

Otosia.com Dipublikasikan 02.15, 24/08/2019

Otosia.com -

Selain skill, mengendarai sepeda motor di jalan raya juga perlu memakai perlengkapan safety riding. Selain itu, ada etika dan aturan berkendara di hjalan raya yang wajib dipatuhi.

Tapi sayangnya, masih ada saja pengendara yang tak patuh. Bahkan tak jarang justru menjadi penyebab kecelakaan.

Sedikitnya ada limahal yang sering diabaikan pengendara sepeda motor saat berkendara. Tapi dampaknya besar. Berikut 5 hal sepele yang mempunyai dampak fatal apabila dilakukan saat berkendara.

ÂÂ

 (kpl/tys)

Hal terakhir yang banyak dilakukan ialah merokok saat berkendara. Selain menggangu pengendara lain, perokok juga sering kali membuang puntung rokok secara sembarangan. Bara api yang masih menyala tentu berbahaya apabila terkena pengendara lain.

Mengendarai sepeda motor tanpa memakai jaket biasa dilakukan karena cuaca panas. Namun perlu diketahui bila jaket merupakan salah satu benda penting yang wajib dibawa setelah helm.

Pasalnya, penggunaan jaket bisa sedikit mengurangi resiko gangguan pernafasan ketika bekendara karena terpaan angin.

Sumber: Liputan6.com

Â

Memiliki beragam alasan, pengendara motor biasanya enggan menggunakan alat keselamatan ini karena jarak tempuh tak terlalu jauh atau tidak ada polisi yang berjaga di jalan.

Padahal, fungsi komponen ini sangatlah besar. Agar semakin safety, pilihlah helm yang sudah lolos Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain karena aturan, helm tersebut sudah teruji kualitasnya.

Hal sepele lain yang bisa membahayakan pengendara roda dua ketika sedang berkendara adalah mengoperasikan ponsel. Seperti kita ketahui, penggunaan teknologi tersebut dapat membuat konsentrasi terpecah, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan di jalanan.

Selain pengoperasian ponsel, penggunaan earphone saat berkendara juga sangat tidak diajurkan. Bahkan beberapa waktu tersiar kabar tentang larangan mendengarkan musik saat berkendara sepeda motor. Lebih jauh tentang penggunaan earphone saat berkendara bisa memicu kerusakan syaraf telinga.

Entah karena lupa atau malas, tidak menghidupkan sinyal saat ingin melakukan perubahan arah menjadi hal sepele yang sering dilakukan pengendara motor. Banyak pengendara yang tiba-tiba berbelok atau menyalip motor tanpa memberi aba-aba. Hal ini tentu mempunyai efek merugikan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

 Mengoperasikan handphone sembari menyetir (Cartoq)
Mengoperasikan handphone sembari menyetir (Cartoq)
Artikel Asli