5 Jenis Pekerjaan Ini Paling Berisiko Kanker, Apakah Anda Termasuk?

Suara.com Dipublikasikan 01.05, 17/09/2019 • Rima Sekarani Imamun Nissa
Ilustrasi bekerja.(Unsplash/Annie S)
Ilustrasi bekerja.(Unsplash/Annie S)

Suara.com - Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang berisiko menderita kanker, salah satunya profesi. Beberapa pekerjaan nyatanya memiliki risiko kesehatan lebih besar daripada yang lain, termasuk kanker.

Risiko terkait bahkan bisa menjadi lebih besar, terutama pekerjaan yang terpapar racun karsinogenik seperti formaldehida, arsenik dan karbon monoksida. Contohnya pekerjaan penambangan batu bara dan pemadam kebakaran yang berisiko penyakit tertentu.

Melansir dari Business Insider, berikut ini 5 pekerjaan yang dikaitkan dengan risiko kanker lebih tinggi.

1. Pilot

Menurut sebuah analisis yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Dermatology , pilot dapat terkena tingkat radiasi UV yang lebih tinggi daripada pekerjaan lainnya.

Paparan radiasi UV diketahui meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kulit. Duduk selama satu jam di kokpit pesawat terbang dapat membuat kulit terkena radiasi UVA dengan jumlah yang sama dengan menggunakan tanning bed selama 20 menit.

Ilustrasi pilot pesawat. (Pixabay/Podex99)

2. Admin atau pekerjaan apapun yang hanya duduk di meja

Penelitian tahun 2009 juga menemukan pekerjaan yang lebih banyak menghabiskan waktu duduk di meja berisiko menderita kanker dan kematian lebih tinggi daripada profesi lain. Risikonya tetap ada, meskipun mereka juga melakukan olahraga secara rutin.

The American Cancer Society menemukan orang yang sering duduk lebih dari 6 jam per hari memiliki tingkat risiko kematian 19 persen lebih tinggi.

3. Pekerja salon

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Environmental Pollution menemukan bahwa bahan kimia karsinogenik banyak ditemukan dalam salon. Para peneliti pun memperkirakan bahwa pekerja salon kuku memiliki risiko kanker lebih tinggi akibat paparan tersebut.

Ilustrasi lakukan perawatan kuku. (Pixabay/ivabalk)

4. Petani

Sebuah studi tahun 2011 oleh North Carolina menemukan bahwa tingkat kanker prostat lebih tinggi di antara petani daripada profesi lainnya. Risiko kanker prostat ini terkait petani yang sering terpapar pestisida 10 persen lebih tinggi daripada profesi lainnya.

Studi tahun 2013 oleh American Journal of Epidemiology juga menemukan hubungan yang signifikan antara kanker prostat agresif dan insektisida umum.

5. Pemadam kebakaran

The Institute Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan (NIOSH) pernah mempelajari risiko kanker di kalangan petugas pemadam kebakaran. Kesimpulannya, pemadam kebarakan memiliki risiko 9 persen menderita kanker dan 14 persen meninggal akibat kanker.

Hal itu karena pemadam kebakaran lebih sering menghirup zat beracun dan karsinogen dalam asap yang meliputi akrolein, karbon monoksida dan formaldehida ketika bekerja.

Artikel Asli