5 Hal Ini Dianggap Janggal Usai Sidang Perdana Kasus Video Ikan Asin Digelar

cumicumi.com Dipublikasikan 09.30, 10/12/2019 • Cumicumi
5 Hal Ini Dianggap Janggal Usai Sidang Perdana Kasus Video Ikan Asin Digelar
Terdakwa merasa ada kejanggalan dalam kasus yang tengah bergulir. Berikut cumicumi.com akan mengulasnya:

Sidang kasus video ikan asin akhirnya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/12). Namun sidang tidak berlangsung lama, lantaran trio ikan asin, Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua merasa keberatan dengan dakwaan yang dibacakan JPU (Jaksaan Penuntut Umum).

Terdakwa merasa ada kejanggalan dalam kasus yang tengah bergulir. Berikut cumicumi.com akan mengulasnya:

Lima Bulan, Baru Sidang

Setelah lima bulan di penjara, Galih, Rey, dan Pablo baru menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Proses penyelidikan memang berjalan cukup lama, mungkin karena bobot kasus yang tak sembarangan.

Dipenjara Lebih dari 120 Hari

Trio ikan asin menjalani masa tahanan lebih dari 120 hari. Berdasarkan KUHAP, seharusnya tersangka tidak boleh ditahan lebih dari 120 hari. Sedangkan Galih dan kawan-kawan justru sampai 5 bulan lebih ditahan, baru kemudian menjalani persidangan.

Kejadian di Sentul, Laporan di Polda, Sidang di PN Jaksel

Pembuatan video ikan Asin dilakukan di kawasan Sentul, Jawa Barat. Seharusnya BAP dilakukan di kantor polisi setempat. Namun kenyataannya BAP dilakukan di Polda Metro Jaya. Setelah berkas dinyatakan lengkap, persidangan dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Tempat Sidang Tidak Sesuai Lokasi

Dan yang membuat kuasa hukum Pablo Benua tidak terima adalah persidangan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sedangkan harusnya menurut dia, sidang digelar di Pengadilan Negeri Cibonong.

Dakwaan JPU

"Dakwaan menurut kami adalah dakwaan borongan. Kenapa dakwaan borongan, karena mulai dari kesatu, kedua, ketiga semua redaksinya sama, pasalnya berbeda. Sehingga dari pasal berbeda ini menurut kami bahwa mekanisme menyusun dakwaan tidak seperti itu, harus perbuatan hukumnya berbeda jangan disamakan. Ini sama redaksi semua, pasalnya berbeda kenapa nggak dikumpulin semua. Makanya itu keberatan kami nomor satu,” kata kuasa hukum Pablo, Insang Nasrudi saat ditemui di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (9/12). O nov

Artikel Asli