5 Fakta tentang Tulang, Ada yang Tak Terhubung sampai Terus Berubah

Kompas.com Dipublikasikan 10.04, 17/11/2019 • Farren Anatje Sahertian
Dok Prodia
Ilustrasi tulang rapuh.

KOMPAS.com - Fakta bahwa tulang memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri merupakan hal yang menakjubkan.

Tulang memang merupakan bagian tubuh yang penting. Selain merupakan tempat melekatnya otot dan jaringan-lainnya, tulang juga berfungsi sebagai pelindung organ-organ manusia.

Berikut lima fakta menarik tentang tulang, seperti dikutip dari Science Alert.

1. Manusia tidak memiliki 206 tulang

Kebanyakan buku menyatakan bahwa manusia memiliki 206 tulang. Tetapi bayi yang dilahirkan memiliki 300 tulang yang terbuat dari tulang rawan, dan kemudian termineralisasi selama beberapa tahun pertama mereka hidup dan menjadi satu.

Beberapa orang juga dilahirkan dengan tulang ekstra, seperti sepasang tulang rusuk ke-13.

2. Tulang terus berubah

Perubahan tinggi badan anak merupakan proses yang paling cepat. Mereka mencapai tinggi dewasa saat pertengahan hingga akhir masa remaja. Tetapi, bahkan setelah tulang Anda berhenti pun, tinggi masih bisa berubah.

Menariknya, selama sehari, tulang rawan terutama tulang belakang Anda dikompresi oleh gravitasi. Artinya, Anda akan lebih pendek saat tidur.

Kurangnya gravitasi di ruang angkasa memiliki efek sebaliknya, seperti pada astronot yang 3 persen lebih tinggi ketika bertugas di luar angkasa.

Untungnya setelah Anda bangun, tulang rawan dapat kembali ke ukuran aslinya.

3. Tulang yang tidak terhubung

Hyoid adalah satu-satunya tulang yang tidak terhubung dalam kerangka manusia. Tulang ini berbentuk seperti tapal kuda dan terletak di sekitar leher antara dagu dan kartilage thyroid.

Tulang ini memungkinkan manusia untuk berbicara, bernapas dan menelan. Selain itu, tulang ini sangat jarang untuk dipatahkan.

4. Tulang terkecil

Tulang terkecil dalam tubuh manusia adalah malleus, incus danstapes. Peran dari mereka adalah untuk mengirimkan getaran suara dari udara ke cairan di telinga bagian dalam.

Selain merupakan tulang terkecil, tiga tulang ini tidak mengalami perombakan setelah usia satu tahun.

Tulang ini penting digunakan dalam kasus arkeologi dan forensik karena terbentuk saat Anda berada di dalam rahim. Hal ini dapat memberikan petunjuk mengenai diet maupun kesehatan Ibu ketika kerangka dewasa tidak diketahui.

5. Dapat menyebabkan stress

Di dalam tubuh, terdapat sistem saraf simpatik di mana tubuh mempersiapkan diri untuk melakukan aktivitas yang intens.

Hal ini sering disebut juga responflight-or-flight dan dikaitkan dengan pelepasan hormon adrenalin sebagai respons terhadap situasi yang membuat stress.

Namun baru-baru ini, para peneliti menerbitkan sebuah makalah yang mengidentifikasi osteocalcin - hormon yang dilepaskan oleh sel-sel pembentuk tulang, sebagai penyebab utama dalam respon stress.

Penulis: Farren Anatje SahertianEditor: Sri Anindiati Nursastri

Artikel Asli