5 Fakta Makan Cokelat Saat Menyusui, Apakah Aman?

Popmama.com Dipublikasikan 10.30, 22/10/2019 • Jemima Karyssa Rompies
Freepik/Vgstockstudio

Cokelat adalah favorit semua orang dengan rasa manis yang menarik, teksturnya yang meleleh di mulut dan selalu membuat ketagihan. Tetapi bagi Mama yang masih memberikan ASI mungkin memiliki tanggung jawab tambahan.

Biasanya, Mama mewaspadai semua yang mereka makan untuk menghindari memberikan bayi mereka pada suatu yang berbahaya sebelum mengonsumsi makanan apapun, salah satunya juga saat makan cokelat.

Berbagai pertimbangan seperti, seberapa boleh makan cokelat, seberapa sering makan coeklat. Jadi pertanyaannya adalah apakah makan coklat selama menyusui itu baik atau tidak?

Kali ini Popmama.com akan membahas seputar cokelat untuk Mama yang masih memberikan ASI untuk anak.

Berikut informasi lengkapnya!

1. Kandungan pada cokelat yang dapat membuat bayi mudah rewel dan sulit tidur

Freepik/Narong27

Siapa yang tidak mengenal cokelat? Makanan manis yang biasanya disantap sebagai hidangan penutup atau sebagai olesan di roti dan kue.

Biasanya untuk makanan yang memiliki aroma cokelat, dibuat dari biji kakao Theobroma yang dipanggang dan haluskan.

Bahan utama cokelat adalah cairan cokelat, cocoa butter, dan gula tambahan.

Bahan-bahan pembuat cokelat ini mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, air, kafein, kolesterol, dan theobromine.

Walaupuun tidak semua cokelat mengandung kafein, namun beberapa cokelat ditambahkan kafein. Cokelat juga mengandung thebromine yang merupakan stimulan.

Secara teori, theobromine dapat menyebabkan bayi yang disusui lebih mudah rewel dan sulit tidur.

Jika Mama mengonsumsi cokelat yang mengandung kafein, terdapat efek ganda dari kombinasi theobromine dan tambahan kafein, sehingga bayi mengonsumsi 2 maca stimulan.

2. Membatasi makan cokelat atau menghentikan makan cokelat jika muncul efek samping

Freepik/Jcomp

Lalu apakah boleh makan cokelat saat masih menyusui? Jawabannya adalah tetap boleh ya, Ma! Namun batasi hingga jumlah sedang, karena cokelat memiliki kandungan lemak dan gula yang tinggi serta sedikit nilai gizi.

Namun, jika bayi yang menyusui menunjukkan efek samping seperti di bawah ini, sebaiknya hindari cokelat:

  • Kegelisahan
  • Ruam (Karena alergi produk susu)
  • Muntah
  • Produksi gas berlebih
  • Sensitif
  • Diare
  • Hiperaktif
  • Insomnia
  • Penolakan minum susu

Jika Bayi memunjukkan salah satu efek samping ini, lebih baik hentikan makan cokelat untuk sementara hingga kondisi bayi lebih pulih dan normal.

Jika kondisi terus menerus atau menunjukkan gejala lain, Mama dapat mengunjungi dan berkonsultasi pada dokter anak.

3. Efek dari mengkonsumsi cokelat yang memiliki kandungan tinggi kafein saat menyusui

Freepik/Jcomp

Mengonsumsi cokelat yang tinggi kafein dapat mempengaruhi kesehatan bayi saat ia menyusui. 1 persen kafein akan masuk kedalam ASI lewat aliran darah setelah satu jam Mama mengonsumsi cokelat.

Jika Mama mengonsumsi lebih dari 500mg kafein atau theobromine atau keduanya dalam sehari, bayi akan lebih mudah sensitif, rewel, dan sulit tidur nyenyak.

Sistem bayi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menghilangkan kafein dalam dirinya.

Selain itu, Mama yang menyusui dapat mempengaruhi refleks tenangnya atau memperburuk kondisi vasospasme puting.

Kafein juga dapat mengurangi produksi ASI jika dikonsumsi dalam jumlah banyak pada waktu yang bersamaan.

4. Bayi dapat mengonsumsi kandungan theobromine dari cokelat 10mg dalam sehari

Freepik/Jcomp

Theobromine adalah komponen utama dalam membuat cokelat padat, oleh karena itu dark chocolate  mengandung kadar theobromine yang lebih tinggi daripada cokelat susu.

Tidak perlu khawatir dengan kandungan theobromine dalam cokelat, jika Mama mengonsumsi cokelat dalam batas yang sedang. Sebuah penelitian menemukan bahwa, bayi dapat mengonsumsi sekitar 10mg theobromine dalam sehari.

Jika terlalu banyak, bayi akan menunjukkan tanda-tanda pembentukan gas esktrem jika theobromine tercampur dengan kafein dalam cokelat.

Jika Mama melihat konsistensi tinja bayi telah berubah atau Bayi memiliki masalah pada gas, Mama harus menghentikan sementara konsumsi cokelat sambil menyapih bayi.

5. Cokelat hitam memiliki kadar kafein yang tinggi, namun cokelat putih memiliki kandungan gula yang tinggi

Freepik

Cokelat hitam atau dark chocolate terdiri dari kakao yang lebih padat, sehingga memiliki kadar kafein dan theobromine yang lebih tinggi. Sedangkan cokelat putih memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dan tidak memiliki theobromine yang lebih rendah.

Namun, cokelat hitam memiliki gula yang lebih sedikit daripada cokelat putih yang mengandung flavanoid, sehingga baik untuk jantung. Cokelat putih yang diproses memiliki kandungan gula yang tinggi.

Sehingga lebih baik dalam mengonsumsi cokelat hitam atau cokelat putih dalam kadar yang sedang. Karena setiap cokelat memiliki keuntungan serta efek sampingnya masing-masing. 

6. Mengonsumsi makanan dengan campuran cokelat sesekali dan memperhatikan alergi pada bayi

Freepik

Makanan dengan campuran cokelat seperti kue cokelat, es krim cokelat, kue cokelat, atau susu cokelat dapat dikonsumsi sesekali. Tapi ingat bahwa Mama perlu mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga kesehatan Mama serta memberikan nutrisi penting untuk bayi.

Beberapa bayi mungkin tidak toleran dengan susu sapi atau menunjukan alergi pada telur. Pada kondisi seperti itu, Mama mungkin perlu untuk menghindari produk susu dan telur, termasuk cokelat.

Kini Mama telah mengetahui seputar mengonsumsi cokelat saat menyusui. Konsumsi makanan sehat seperti buah, sayuran, serta kacang-kacangan sebagai makanan ringan yang sehat, ya Ma!

Artikel Asli