5 Cara Memproteksi Smartphone Android Agar Semakin Aman dari Peretasan

Liputan6.com Diupdate 00.00, 06/08 • Dipublikasikan 00.00, 06/08 • Yuslianson
Begini Cara Menangkal Malware Jahat di Smartphone
Foto: Ilustrasi malware di smartphone (ibitimes.co.uk)

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai salah satu sistem operasi (OS) paling banyak penggunanya, perangkat berbasis Android menjadi salah satu target aksi berbagai macam metode peretasan dan penyebaran malware berbahaya.

Biasanya, pelaku kejahatan berusaha menyusup ke dalam perangkat Android untuk mencuri data pribadi dan penting pengguna, mulai dari informasi perbankan, email, hingga media sosial.

Karena itu, sangat penting untuk mencegah smartphone tetap aman dan terbebas dari tangan jahil yang ingin menggunakan data pribadi buat sesuatu yang jahat, mencegah peretasan dan lainnya.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi smartphone agar semakin aman, seperti yang dilaporkan Kaspersky berikut ini.

1. Periksa Aplikasi

Mulailah dari daftar aplikasi yang diinstal. Telusuri dengan cermat dan segera menghapus apa pun aplikasi yang tidak digunakan.

Selain menambah kapasitas ruang penyimpanan di smartphone, hal ini dapat meningkatkan kinerja (memori tidak bekerja secara optimal pada kapasitas yang penuh).

Lainnya, masa pakai baterai pun akan lebih meningkat jika beberapa aplikasi yang tidak terpakai dihapus.

Paling terpenting, kamu tidak akan menjadi target potensial bagi mata-mata dan pencuri, jika terdapat aplikasi yang berpotensi berbahaya di ponsel Android.

2. Periksa Izin Aplikasi

Karena sudah tersisa aplikasi yang benar-benar digunakan, ada baiknya periksa izin akses ke smartphone di masing-masing aplikasi. Perlu diingat, jangan pernah membagikan akses ke yang tidak perlu saat memasang aplikasi baru.

Semakin banyak izin yang dimiliki aplikasi, semakin banyak hal yang dapat dilakukan pada perangkat. Ini juga untuk mengindari aplikasi mengumpulkan lebih banyak data pribadi kamu.

Berikan perhatian khusus pada izin yang terkait dengan aplikasi admin perangkat (device admin apps) dan aksesibilitas - berikan izin hanya jika benar-benar aplikasi tersebut dapat dipercaya 100 persen.

3. Periksa Pembaruan atau Update

Pembaruan penting karena dapat memperbaiki kerentanan, yang berarti mampu melindungi dari serangan.

Aplikasi dari Google Play umumnya diperbarui secara otomatis, namun tidak ada salahnya untuk mengecek pembaruan secara langsung dan mengunduh versi terbaru.

Jika mengunduh aplikasi bukan dari toko resmi (yang selalu kami anjurkan untuk tidak dilakukan), kamu akan bertanggung jawab untuk melacak pembaruan secara manual.

4. Pindai dengan Software Antivirus

Google Play memiliki antivirusnya sendiri yaitu Google Play Protect, yang memeriksa aplikasi yang akan diunggah ke toko resmi.

Dengan kata lain, jika mengunduh aplikasi dari toko resmi, kemungkinan besar aplikasi itu aman.

Walaupun segala kemungkinan dapat muncul dari waktu ke waktu (pertimbangkan kisah CamScanner). Namun, setidaknya di Google Play, aplikasi berbahaya dapat dideteksi dan kemudian dihapus.

Berbeda cerita jika menginstal aplikasi dari toko lain atau mengunduhnya ke ponsel cerdas secara manual sebagai file APK, tidak ada jaminan bahwa aplikasi tersebut aman.

Jika khawatir, pilihlah solusi yang secara otomatis memindai perangkat sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dan pakai antivirus terpercaya.

5. Periksa Kebocoran Data

Perangkat Android kemungkinan besar menyimpan banyak informasi pribadi, dari foto hingga aplikasi jejaring sosial dengan seluruh percakapan di ponsel.

Sayangnya, kebocoran data menjadi lebih umum. Karena itu, penting untuk mengetahui tentang berbagai kemungkinan tentang kebocoran.

Informasi tentang kebocoran kini sudah banyak tersedia. Dalam banyak kasus, perusahaan memberi tahu pelanggan mereka; dan bisa mendapatkan informasi di situs berita TI seperti threatpost.com.

(Ysl/Why)

Artikel Asli