5 Band Emo Rekomendasi Josaphat “KILMS“

INDOZONE.ID Dipublikasikan 02.27, 16/12/2019 • INDOZONE
5 Band Emo Rekomendasi Josaphat “KILMS“
5 band emo rekomendasi dari gitaris KILMS

Musik emo rock muncul di era 2000-an awal di tengah maraknya musik pop punk, melodic punk, dan metalcore. Perpaduan musik rock alternatif, distorsi metal yang berat, serta lengkingan suara ala vokalis pop punk membuat musik seperti ini digemari anak muda di era 2000 awal. 

Meski sempat dijuluki sebagai musik 'metal cengeng', namun penggemar musik tersebut tidak surut, bahkan semakin bertambah banya. Apalagi gaya rambut poni, riasan eyeliner hitam, celana street, dengan tindikan besar di telinga menjadi fashion anak emo di era tersebut, bahkan sampai saat ini. 

Salah satu aksi panggung musisi emo From First To Last (Twitter @FFTLAST))

Tak jarang beberapa anak muda Indonesia juga ikutan mendirikan band dengan inspirasi beberapa band emo di luar sana. Sebut saja Killed By Butterfly, Friends of Mine, sampai band yang bernama Killing Me Inside. Meski band tersebut sudah berganti nama menjadi KILMS, namun warna musik dengan gitar distorsi dan aktrasi panggung yang enerjik ala band emo masih melekat di tubuh mereka. 

Meski musik emo bersinar lebih dari satu dekade yang lalu, namun penikmatnya masih tetap ada. Bahkan genre ini masih diminati oleh milenial sampai saat ini. Terbukti dari jadwal manggung KILMS masih tetap padat oleh para penggemarnya.

Saat dihubungi Indozone, sang gitaris Josaphat mencoba memperkenalkan beberapa band yang ia favoritkan dan menjadi inspirasinya sampai saat ini. Tidak hanya itu, ia juga merekomendasikan band-band tersebut kepada para pecinta musik era milenial saat ini. 

Berikut adalah beberapa band emo pilihan Josaphat.

The Used

Band asal Orem, Utah Amerika tersebut bisa dikatakan sebagai salah satu band yang muncul di era perkembangan musik emo. Mereka dikenal dengan beberapa single seperti “Taste of Ink”, “Buried Myself Alive”, dan “Blue and Yellow.” 

Formasi terbaru The Used (TheUsed.net)

 

“Gitar dan beatnya jenius, notasi vokalnya juga catchy,“ tutur Josaphat.

Meski sudah berulang kali ganti personil, band ini tetap eksis dengan formasi terbaru Bert McCracken, Jeph Howard, Dan Whitesides, dan Joey Bradford. Band yang sudah berulangkali datang ke Jakarta ini baru saja merilis single terbarunya berjudul “Blow Me” dan berkolaborasi dengan personil The Fever 333, Jason Aalon Butler.

From First To Last

Beberapa nama beken di dunia musik Amerika sempat meramaikan formasi band yang satu ini. Salah satu Wes Borland yang kini terlibat bersama Limp Bizkit. Band asal Los Angeles ini dikenal sebagai band yang mempopulerkan album “Dear Diary, My Teen Angst Has a Body Count” dan “Moore.’ Band ini sempat vakum pada 2010 dan kembali lagi di tahun 2013. 

From First To Last (Twitter @FFTLAST)

 

“Musik dan personilnya keren,” tukas Josaphat.    

Menariknya, sang vokalis Sonny Moore juga dikenal sebagai Dj yang dikenal dunia dengan nama Skrillex. Selain Sonny Moore, band ini juga terdiri dari Matt Good (gitar), Travis Ritcher (gitar), dan Derek Bloom (drum).   

Circa Survive

Band ini bisa dikategorikan band yang para personilnya sangat aktif di dunia musik emo. Anthony Green juga dikenal sebagai vokalis dari grup band Saosin. 

Para personil Circa Survive (Twitter @circasurvive)

 

“Regenerasi musik emo terasik,” ucap Josaphat saat menceritakan band tersebut.

Band ini bisa dikatakan sebagai band yang menggabungkan rock alternatif dengan gaya emo rock, namun dengan beat yang lebih tenang dibandingkan band emo kebanyakan. 

Saosin

Band tersebut sempat menyita perhatian penggemaran musik emo di pertengahan 2000-an. Singlenya yang berjudul “Voice” dan “You’re Not Alone” rajin wara-wiri di radio lokal. 

Personil Saosin (Twitter @saosin)

 

“Drummernya favorit, fill gitar ciamik,” terang Josaphat.

Band kedua dari Anthony Green ini lebih kuat di bagian isian gitar dan ketukan drum. Beberapa band emo asal Indonesia rajin membawakan lagu band tersebut di atas panggung sampai saat ini.

Story of the Year

Band yang satu ini rajin datang ke Indonesia. Lima personil dari band ini terkenal atraktif di atas panggung. Mereka rajin menyajikan suguhan akrobatik di atas panggung, namun dengan sound gitar yang tetap ciamik.

Formasi terbaru Story of the Year (Twitter @StoryoftheYear)

 

“Atraksi panggungnya, terutama gitarisnya ciamik. Notasi vokalnya juga sip,” ucap Josaphat.

Beberapa nomornya yang terkenal di telinga pecinta musik emo di Indonesia antara lain adalah “Anthem of Undying Days”, “Until the Day I Die,” dan “Sidewalk.”

Nah, bagaimana dengan Sahabat Indozone? Apa kalian punya rekomendasi band emo versi kamu sendiri?

Artikel Asli