5 Alasan Kuat Chris Smalling Akan Jadi Sosok Pembeda bagi Manchester United usai Bertualang di Serie A

Bola.com Diupdate 02.10, 07/08 • Dipublikasikan 02.10, 07/08 • Ario Yosia
Chris Smalling - Manchester United dan AS Roma
Chris Smalling - Manchester United dan AS Roma (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Chris Smalling mengucapkan terima kasihnya kepada fans AS Roma. Ia mengaku patah hati karena dia harus kembali lebih dini ke Manchester United di saat Giallorossi tengah bersiap melakoni Liga Europa.

Smalling bergabung dengan Roma dengan status pinjaman selama semusim pada musim panas tahun lalu setelah tak mendapat menit bermain di Old Trafford.

Ia jadi andalan Roma dengan mampu mencatatkan 37 penampilan dan tiga gol, membantu klub ibu kota Italia itu finis kelima di Serie Italia dan terus melaju di Liga Europa.

Pandemi virus corona membuat Liga Europa baru bisa dimainkan pada Agustus ini. Padahal, kontrak Smalling hanya berlaku sampai musim Serie A 2019-2020 berakhir. Ia pun tidak bisa mengikuti sisa kompetisi Liga Europa bersama Roma.

Melalui laman media sosialnya, Smalling mengonfirmasi kabar itu dan mengaku sedih tidak bisa menuntaskan musimnya bersama Roma.

"Saya patah hati karena saya tidak bisa menyelesaikan apa yang telah kami mulai di musim ini," tulisnya di akun Twitter miliknya.

"Bisa mengalami rasa cinta yang begitu besar dari fans Roma dalam waktu singkat sungguh terasa spesial dan tidak akan pernah saya lupakan."

Saya ingin berterima kasih dan semoga para pemain bisa sukses besok melawan Sevilla. Daje Roma!"

Roma masih memiliki kesempatan untuk mempermanenkan Smalling, mengingat bursa transfer musim panas sudah dibuka. Mereka juga membuka opsi untuk meminjamnya lagi di musim 2020-2021. Tapi amat mungkin arah angin berubah.

Ole Gunnar Solskjaer menyebut bek 30 tahun itu masih dibutuhkan Manchester United.

Ia meyakini jika penampilan Smalling di Roma menunjukkan jika pemainnya tersebut masih diperlukan dan berharga buat Setan Merah.

"Saya pikir Chris telah menunjukkan selama kariernya di Man United betapa berharganya dia buat Man United. Musim ini adalah tentang dirinya menjadi pemain reguler, pergi ke Roma untuk menunjukkan dan membuktikan betapa bagus dirinya sebagai bek tengah," kata Solskjaer, dilansir dari Daily Mail.

"Saya mau memberi Harry Maguire, Victor Lindelof, serta Axel Tuanzebe kesempatan, sehingga kami memutuskan jika yang terbaik baginya adalah pergi ke Roma dan bermain di sana selama setahun," imbuhnya.

"Sekarang dia kembali dan Chris telah menunjukkan musim ini jika dirinya berharga. Saya sudah berbicara dengannya selama ini dan senang dengan musim yang dijalaninya," tutur Solskjaer.

Hal positif apa yang bisa ditawarkan Chris Smalling ke Manchester United usai berkelana ke Serie A? Yuk simak ulasan berikut.

 

United Punya Opsi Duet Lini Belakang

Pemain AS Roma, Chris Smalling, dan striker Inter Milan, Romelu Lukaku. (AFP/Miguel Medina)

Bukan rahasia lagi kalau sejatinya lini belakang Manchester United belum benar-benar kukuh seiring kedatangan Harry Maguire. Lini belakang Setan Merah bisa dibilang kurang dalam.

Mereka hanya punya serep Phil Jones dan Axel Tuanzebe yang kalau mau jujur juga punya kualitas tak istimewa.

Sepanjang musim Ole hampir selalu menduetkan Harry dengan Victor Lindelof. Duet ini bisa dibilang tidak benar-benar solid. Lindelof terlihat amat lemah duel udara.

Chris Smalling bisa menutupi kelemahan itu. Ole punya alternatif opsi duet lini belakang. Ia juga bisa menggeber alternatif strategi tiga bek yang sulit ditembus dengan kehadiran Smalling yang punya jam terbang tinggi bersama Timnas Ingggris.

 

Bekal Ilmu Seni Bertahan di Serie A

Pemain Juventus Cristiano Ronaldo (kanan) dan pemain AS Roma Chris Smalling berebut bola pada pertandingan Coppa Italia di Turin, Italia, Rabu (22/1/2020). Juventus menggilas AS Roma 3-1 dan berhasil lolos ke semifinal. (Marco Bertorello/AFP)

Sekembalinya AS Roma membuat Chris Smalling jadi sosok yang berbeda. Ia kembali menemukan bentuk permainan terbaiknya.

Kompetisi Serie A yang dikenal sebagai kompetisi pemuja seni pertahanan menempa sang bek dengan sangat baik. Ia banyak belajar meningkatkan kemampuan teknik defensifnya.

Hal ini tentu bakal jadi sebuah keuntungan bagi Manchester United. Mereka mendapatkan pemain dengan kualitas bagus tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Keinginan Kuat buat Membuktikan

Pemain AS Roma, Chris Smalling. (AFP/Filippo Monteforte)

Chris Smalling kembali ke Manchester United dengan motivasi yang kuat. Jika mendapat kepercayaan untuk tetap dipertahankan, ia akan bermain dengan semangat yang kuat.

Bek yang digaet United dari Fulham tersebut ingin membuktikan kalau keputusan Ole Gunnar Solskjaer menepikannya musim lalu salah besar.

Totalitas ini amat dibutuhkan Manchester United yang sedang berproses mencoba bangkit di persaingan elite.

Sosok Pemimpin yang Sempurna

Pemain depan Torino, Alejandro Berenguer berebut bola dengan bek AS Roma, Chris Smalling pada pekan ke-37 Liga Italia di stadion Grande Torino di Turin, Rabu (29/7/2020). AS Roma berhasil mengalahkan tuan rumah Torino 3-2 meski sempat tertinggal lebih dulu. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Bukan rahasia lagi, Manchester United yang kini dibanjiri pemain muda kekurangan sosok pemimpin. Selain sosok sang kapten, Harry Maguire, tak ada lagi sosok pemain berkarakter kuat yang bisa mengebrak para pemain muda.

Chris Smalling adalah sosok sempurna untuk melakukan hal itu. Di era Jose Mourinho ia seringkali dipercaya menjadi kapten Tim Setan Merah.

Bersama Phil Jones, Smalling jadi pemain terlama yang membela Manchester United. Mereka didikan langsung Sir Alex Ferguson yang dikenal jago menempa mentalitas pemain.

Tak Perlu Adaptasi Lagi

Bek AS Roma, Chris Smalling berusaha menembak bola dari kawalan pemain SPAL, Bryan Dabo pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion Paolo Mazza di Ferrara, Italia, Rabu, (22/7/2020). Roma menang telak 6-1 atas SPAL. (Fabio Rossi/LaPresse via AP)

Jika Ole memboyong bek baru ada risiko yang harus ditanggung. Sang pemain perlu melakukan adaptasi lagi dengan rekan-rekan setimnya. Adaptasi belum tentu bisa langsung mulus, apalagi jika sang stoper sebelumnya berkompetisi di negara berbeda.

Chris Smalling jelas tidak butuh adaptasi lagi di United. Ia sudah sering berkolaborasi dengan Harry Maguire di Timnas Inggris. Bek berusia 30 tahun itu juga duet abadi Victor Lindelof di era Jose Mourinho.

Sumber: Berbagai sumber

Video

Artikel Asli