5 Alasan Juventus Wajib Pecat Sarri, Nomor 1 Bikin Agnelli Angkat Bicara

Okezone.com Dipublikasikan 08.50, 08/08 • Ramdani Bur
5 Alasan Juventus Wajib Pecat Sarri, Nomor 1 Bikin Agnelli Angkat Bicara
Sarri berpotensi dipecat Juventus. (Foto: @juventusfc)

TURIN – Nasib Maurizio Sarri sebagai pelatih Juventus berada di ujung tanduk. Masa depan Sarri sebagai pelatih Juventus dalam ancaman karena dini hari tadi Bianconeri –julukan Juventus– disingkirkan Olympique Lyon di babak 16 besar Liga Champions 2019-2020.

Meski menang 2-1, Juventus tersingkir karena kalah agresivitas gol tandang dariLes Gones –julukan Lyon– (agregat sama kuat 2-2). Kelar pertandingan, presiden Juventus Andrea Agnelli pun memberi kode akan memecat Sarri dari kursi pelatih si Nyonya Tua.

“Musim ini terbukti pahit. Ini merupakan musim yang sulit. Hasil di Liga Champions jelas mengecewakan bagi pemain maupun fans. Seperti yang sudah saya katakan dalam beberapa tahun terakhir, Liga Champions adalah mimpi yang mesti segera kami realisasikan,” kata Agnelli mengutip dariFootball Italia,” Sabtu (8/8/2020).

“Evaluasi akan kami lakukan kepada semua orang di staf. Kami membutuhkan evaluasi soal apa yang kami butuhkan musim depan,” lanjut Agnelli.

Sarri memang membawa Juventus juara Liga Italia 2019-2020. Namun, keberhasilan itu tak cukup bagi klub sekelas Juventus. Terlebih, Juventus meraih trofi Liga Italia musim ini tak sedominan musim-musim sebelumnya. Karena itu, manajemen Juventus memiliki sejumlah alasan untuk memberhentikan Sarri.

Berikut 5 alasan Juventus wajib segera pecat Sarri:

5. Juventus Kalah 7 Kali di Liga Italia 2019-2020

Juventus

Juventus kalah tujuh kali di Liga Italia 2019-2020. Jumlah kekalahan itu merupakan yang terbanyak ketimbang tim-tim juara lainnya, terhitung sejak musim 1994-1995. Semenjak Juventus mendominasi Liga Italia pada 2011-2012, jumlah kekalahan terbanyak dalam satu musim kompetisi hanya berada di angka lima.

Momen itu terjadi pada 2012-2013, 2015-2016 dan 2016-2017. Karena itu, manajemen Juventus dalam posisi yang kuat untuk mendepak Sarri.

4. Kebobolan 43 Kali di Liga Italia

Juventus

Juventus kemasukan 43 kali di Liga Italia 2019-2020. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak semenjak Bianconeri mendominasi Liga Italia pada 2011-2012.

Sebelum musim ini, musim 2018-2019 jadi yang paling buruk. Saat itu, Juventus kemasukan 30 kali. Jumlah terburuk itu, masih unggul 13 bola ketimbang pencapaian Juventus racikan Sarri musim ini.

3. Miskin Taktik

Sepanjang musim ini, Sarri hanya mengandalkan pola yang itu-itu saja, yakni 4-3-3 attacking atau 4-2-3-1. Alhasil, permainan Juventus lebih mudah ditebak dan ujung-ujungnya hasil buruk diterima Bianconeri.

Hal itu berbeda ketika Juventus ditangani pelatih Massimiliano Allegri. Pelatih 52 tahun itu memiliki beragam formasi mulai dari 4-3-3, 3-5-2 hingga 3-4-3.

2. Miliki Hubungi Buruk dengan Fans Juventus

Sarri tidak benar-benar disukai fans Juventus. Hal itu karena sikap kurang menyenangkan Sarri, tatkala saat masih membesut Napoli. Saat itu, ketika bus rombongan yang membawa skuad Napoli tiba di markas Juventus, tepatnya di laga pekan ke-34 Liga Italia 2017-2018, Sarri terlihat mengacungkan jari tengahnya ke arah fans si Nyonya Tua.

Karena itu, penolakan sempat dilontarkan fans garis keras Juventus ketika manajemen menunjuk Sarri sebagai juru taktik pada 2019. Karena itu bukan tak mungkin, fans Juventus akan berteriak kegirangan jika Sarri benar dipecat manajemen dalam waktu dekat.

1. Hasil Buruk di Liga Champions

Alasan manajemen Juventus mendatangkan Sarri pada musim panas 2019 untuk memenangkan trofi Liga Champions. Sekadar informasi, pada musim 2018-2019, Sarri mengantarkan Chelsea juara Liga Eropa 2018-2019.

Namun, hasil yang diberikan Sarri untuk Juventus di Liga Champions 2019-2020 jauh dari kata baik. Juventus tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions 2019-2020. Parahnya, Juventus disingkirkan klub biasa-biasa, yakni Lyon.

Kelar pertandingan, Cristiano Ronaldo yang menjadi tulang punggung Juventus terlihat kesal. Sementara winger si Nyonya Tua, Juan Cuadrado terlihat menangis. Kekalahan ini membuat Juventus harus memperpanjang puasa gelar di Liga Champions yang telah berlangsung selama 24 tahun.

Seperti yang sudah diutarakan di atas, Agnelli pun angkat bicara atas tersingkirnya Juventus di Liga Champions. Ia siap mengevaluasi performa Juventus musim ini, termasuk masa depan Sarri.

Artikel Asli