4 Tips Membangun Hubungan dengan Si Ambivert Agar Tetap Langgeng

HelloSehat.com Diupdate 21.00, 18/10/2019 • Dipublikasikan 21.00, 18/10/2019 • Nabila Azmi

Menjalani hubungan dengan orang berkepribadian ambivert memang ada keuntungan dan kekurangannya. Akan tetapi, dengan mempelajari kedua hal tersebut ternyata dapat membantu Anda menghadapi serta memahami pasangan ambivert dengan baik. Simak ulasan tentang cara memperlakukan ambivert dalam sebuah hubungan romantis. 

Tips menghadapi pasangan ambivert

Tak seperti menghadapi pasangan yang introvert, mungkin memiliki pasangan ambivert lebih mudah karena Anda tak perlu selalu memintanya untuk berbicara untuk mengutarakan apa yang dia rasa.
Apa saja ‘senjata’ yang diperlukan ketika berhubungan dengan orang ambivert?

1. Tidak terlalu overthinking 

Orang dengan kepribadian ambivert merupakan gabungan dari introvert dan extrovert. Maka itu, pasangan yang seperti ini cenderung berubah-ubah sesuai dengan situasinya. 
Misalnya, selama satu bulan ini pasangan yang ambivert akan semangat untuk mengajak Anda berpetualang, seperti mendaki gunung. Akan tetapi, suasananya bisa berubah dan mereka yang tadinya terbuka menjadi tertutup secara tiba-tiba karena satu dan lain hal. 
Selain itu, mereka juga mungkin akan kesulitan untuk memahami sifat asli mereka, sehingga tidak jarang akan sulit untuk mengikuti ‘pergerakan’ harian mereka karena berubah-ubah. Oleh karena itu, ketika Anda menghadapi pasangan yang ambivert, cobalah untuk tidak overthinkingatau berpikir berlebihan karena suasana mereka berganti dengan cepat. 
Cobalah untuk memahaminya dan berpikir dengan tenang. Berikan waktu untuknya berpikir mengenai yang ia rasakan. Nantinya, dia akan kembali pada Anda dan mengutarakan keresahan yang dia miliki.

2. Sabar

Bagi orang-orang yang memiliki pasangan ambivert, salah satu kunci utama agar hubungannya langgeng adalah sabar. Hal ini dikarenakan orang ambivert membutuhkan waktu ketika memulai bersosialisasi dengan orang lain. 
Selain itu, mereka juga tidak begitu menyukai obrolan yang ringan dan lebih tertarik perbincangan yang intim, sehingga ketika menghadapi pasangan ambivert, sebisa mungkin jangan terlalu bertele-tele dan jadilah diri sendiri. 

3. Bertanya jika ada masalah

Hampir sama dengan cara menghadapi pasangan pada umumnya, ketika ada masalah di hubungan Anda berdua, cobalah untuk menanyakannya ketimbang membiarkannya berlarut-larut. Walaupun pasangan ambivert terbuka, terkadang mereka juga memiliki sisi introvert yang muncul ketika menjalani hubungan. 
Seperti yang dilansir dari laman University of Washingtontentang hubungan sehat, komunikasi adalah elemen penting dalam hubungan. Pada saat Anda dan pasangan berkomunikasi, cobalah untuk memahami apa yang pasangan Anda ingin katakan.
Tanyakan apakah mereka memahami situasi atau apakah terdapat masalah yang membuat mereka berubah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan hubungan yang kuat di antara Anda berdua. 

4. Tidak terlalu mengkritik pasangan

Sebenarnya, sah-sah saja memberikan kritik kepada pasangan Anda, termasuk menghadapi pasangan ambivert. Akan tetapi, mengkritiknya secara berlebihan tentu akan memengaruhi perasaan pasangan Anda.
Orang yang memiliki kepribadian ambivert selalu menyeimbangkan kondisi introvert dan extrovert bergantng kondisinya. Meski ia dilihat sebagai orang yang mampu beradaptasi, sifat ini juga bisa saja menyebabkan kelelahan jika dilakukan terus-menerus.
Ketika ia lelah, tapi Anda terus mengkritiknya, tentu hubungan Anda yang jadi taruhannya. Cara terbaik, cobalah untuk pintar-pintar membaca situasi ketika ingin mengkritik.  
Pada dasarnya, menghadapi pasangan yang ambivert membutuhkan pengertian dan kesabaran yang cukup banyak karena Anda mungkin akan lebih sulit menebak orang dengan kepribadian ini. Akan tetapi, jika Anda berhasil mengenali mereka apa adanya, tidak jarang hubungan ini berhasil karena memiliki pasangan yang bisa menyeimbangkan diri mereka.

Artikel Asli