4 Pramugari yang Punya Peran Penting dalam Sejarah Penerbangan Dunia

Tribun Travel Dipublikasikan 11.25, 13/10/2019
Edith Lauterbach | Confessions of a Trolley Dolly

TRIBUNTRAVEL.COM - Menjadi seorang pramugari atau pramugara bukan tugas mudah.

Seorang calon Pramugari harus menjalani pelatihan terlebih dulu dari perusahaan maskapai tertentu sebelum ikut terbang bersama penumpang.

Pramugari punya tanggung jawab yang berat untuk membimbing setiap penumpang pesawat, ditambah apabila pesawat mengalami kendala tertentu.

Mereka harus menunjukkan kecekatan dan keterampilan saat bekerja dalam kabin pesawat.

Berikut empat Pramugari yang mempunyai peran dalam sejarah:

1. Heinrich Kubis

Heinrich Kubis (thesocietypages.org)

Heinrich Kubis merupakan pramugara pertama di dunia.

Walaupun dulunya belum terdapat perekrutan pramugara secara resmi, Kubis telah melayani penumpang penerbangan di Jerman.

Ketika itu, Kubis melayani penerbangan Zeppelin yang merupakan balon udara besar yang mempunyai mesin dan kemudi.

Ketika terjadi masalah, Kubis membantu penumpang untuk keluar jendela mencari tempat yang aman.

2. Ellen Church

Ellen Church dan Virginia Schroeder pada 14 Mei 1940 (Time)

Church tercatat sebagai pramugari wanita pertama dunia yang memulai karirnya pada 1930.

Awalnya, dia mendaftar sebagai pilot, tapi pihak maskapai tak menyetujuinya.

Ketika itu, maskapai tak tertarik untuk mempekerjakan perempuan sebagai pilot.

Church memberikan argumentasinya kepada pihak maskapai bahwa perempuan bisa menangani kerja bagasi dan bahkan membagikan makan siang dan membantu penumpang.

Berkat argumentasi itu, dia bisa bekerja di pesawat dan membantu untuk melayani para penumpang yang melakukan penerbangan.

Gagasan ini terbukti berhasil dengan sangat baik dan tak lama kemudian maskapai mulai mempekerjakan perempuan untuk bekerja sebagai pramugari.

3. Edith Lauterbach

Edith Lauterbach (Los Angeles Times)

Edith Lauterbach bekerja sebagai pramugari pada 1944.

Dia merupakan salah satu pionir yang memulai perjuangan untuk hak perempuan di dunia penerbangan.

Bersama dengan tiga perempuan lain, ia mendirikan Airline Stewardesses Association (ALSA) atau Asosiasi Pramugari Maskapai Penerbangan.

Organisasi ini merupakan serikat pekerja utama industri penerbangan untuk pekerja layanan penerbangan.

Berkat usahanya, aturan kerja diubah agar tak diskriminatif terhadap perempuan dan gaji pramugari naik setiap tahunnya.

4. Ruth Carol Taylor

Ruth Carol Taylor (confessionsofatrolleydolly)
Ruth Carol Taylor (confessionsofatrolleydolly)

Dia merupakan seorang pramugari keturunan Afro-Amerika yang bekerja di Amerika Serikat.

Karier Taylor dimulai pada 1957 ketika mencoba melamar pada Trans World Airline.

Taylor ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa ras tak memengaruhi seseorang untuk bekerja sebagai Pramugari di AS.

Awalnya, dia ditolak karena diskriminasi ras.

Berkat usahanya, dia diterima di Mohawk Airlines.

Taylor menghabiskan sebagian besar karier dan hidupnya sebagai aktivis untuk minoritas dan hak perempuan.

Artikel Asli