4 Penyebab Kepribadian Ganda Beserta Gejala dan Cara Mengatasinya

Merdeka.com Dipublikasikan 10.01, 05/06/2020

                ilustrasi bipolar. ©www.earthwalkcommunity.com
Gangguan kepribadian ganda atau bipolar disorder merupakan kondisi di mana seseorang mengalami gangguan mental yang menyebabkan perubahan tidak biasa pada mood, konsentrasi dan energi. Umumnya, gangguan kepribadian ganda dialami oleh remaja yang akan memasuki usia dewasa.

Gangguan kepribadian ganda atau bipolar disorder merupakan kondisi di mana seseorang mengalami gangguan mental yang menyebabkan perubahan tidak biasa pada mood, konsentrasi dan energi. Umumnya, gangguan kepribadian ganda dialami oleh remaja yang akan memasuki usia dewasa.

Dilansir dari laman Healthline, seseorang yang mengalami kepribadian ganda atau bipolar akan mengalami gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang begitu fluktuatif dan drastis. Seseorang yang mengalami gangguan bipolar akan mengalami dua fase, yaitu fase mania (naik) dan fase depresi (turun).

Dalam fase mania atau naik pengidap bipolar akan merasakan keadaan enerjik, berkata cepat, penuh semangat disertai dengan gairah yang tinggi. Sebaliknya, orang yang mengalami gangguan bipolar pada fase depresi akan kehilangan mood saat menjalankan aktivitas sehari-hari, selain itu pada fase ini pengidap juga akan mengalami perasaan cemas, sedih, lemah dan lesu.

Gangguan kepribadian ganda apabila tidak segera dicegah atau diatasi akan menimbulkan efek yang sangat berbahaya. Pengidap bisa menyalahgunakan obat-obatan terlarang hingga mengakibatkan depresi berat dan bunuh diri. Lantas apa saja penyebab kepribadian ganda dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini.

Gejala Kepribadian Ganda

©www.earthwalkcommunity.com

Seseorang yang mengalami kepribadian ganda pada saat tertentu akan mengalami keadaan semangat yang meluap-luap atau disebut dengan maniac episodes. Sedangkan pada fase tertentu juga akan mengalami perasaan yang sangat sedih atau depressive episodes.

Tidak hanya itu, seseorang yang mengalami kepribadian ganda juga akan merasakan kondisi yang tidak terlalu parah atau biasa disebut dengan hypomaniac episodes. Berikut ini beberapa gejala yang dialami penderita gangguan kepribadian ganda.

1. Maniac Episodes

  • Berbicara sangat cepat tentang banyak hal yang berbeda
  • Kehilangan nafsu makan
  • Semangat yang meluap-luap dan mudah tersinggung
  • Merasa tidak bisa diam
  • mengambil keputusan yang sangat berisiko

2. Deppresive Episode

  • Nafsu makan meningkat
  • Merasa sedih, cemas, dan kesepian
  • Berbicara secara perlahan
  • Mudah lupa dan sulit mengambil keputusan

Penyebab Kepribadian Ganda

©Shutterstock

Penyebab kepribadian ganda dapat bervariasi, umumnya seseorang yang mengalami gangguan kepribadian disebabkan karena adanya traumatis yang mendalam di masa kecilnya. Di samping itu, ada faktor penyebab kepribadian ganda lainnya, berikut di antaranya:

1. Faktor Keturunan

Penyebab kepribadian ganda yang pertama ialah faktor genetik atau keturunan. Gangguan ini dapat dipicu adanya faktor keluarga seperti orangtua dan saudara yang memiliki riwayat kepribadian ganda. Sehingga hal ini dapat meningkatkan risiko anak mengalami gangguan serupa.

2. Faktor Lingkungan

Penyebab kepribadian ganda berikutnya ialah faktor lingkungan. Seseorang yang tinggal di lingkungan tidak kondusif juga dapat meningkatkan risiko gangguan kepribadian ganda. Hidup di lingkungan yang penuh dengan kekerasan atau stres mental dapat menyebabkan seseorang mengalami peristiwa yang traumatis.

3. Faktor Biologis

Salah satu penyebab kepribadian ganda adalah adanya faktor biologis. Gangguan ini bisa dipicu karena ketidakseimbangan zat kimia otak hingga masalah ketidakseimbangan hormon. Faktor ini dapat menyebabkan otak tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

4. Stres Berat

Stres berat dapat dapat dipicu karena berbagai faktor, salah satunya beban hidup yang menumpuk yang sulit diselesaikan. Selain itu keluarga dan lingkungan yang tidak kondusif juga rentan menyebabkan seseorang mengalami stres berat.

Seseorang yang sering mengalami stres berat dapat berisiko mengalami gangguan kepribadian ganda.

Cara Mengatasi Gangguan Kepribadian Ganda

©www.youtube.com/Dominique Dejean

Seseorang yang memiliki gejala gangguan kepribadian ganda, sebaiknya segera diatasi. Pasalnya, gangguan ini dapat meningkatkan risiko penyakit kronis lainnya seperti depresi yang berujung bunuh diri.

Gangguan kepribadian ganda dapat diatasi dengan beberapa cara, salah satunya ialah pemberian obat sesuai rekomendasi dokter dan melakukan psikoterapi.

Di samping itu, gangguan kepribadian ganda juga dapat dicegah dengan cara-cara yang alami, di antaranya sebagai berikut:

1. Olahraga Teratur

Pepatah pernah mengatakan 'di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat', nampaknya kalimat ini masih relevan hingga saat ini. Seperti halnya gangguan kepribadian ganda, sangat perlu diatasi dengan menerapkan pola hidup sehat, salah satunya dengan rutin berolahraga.

Cara mengatasi gangguan bipolar yaitu dengan melakukan olahraga secara teratur, 2-3 kali dalam seminggu dapat menekan risikonya.

2. Mengikuti Kegiatan Sosial

Seseorang yang mengidap gangguan kepribadian ganda pada fase tertentu akan mudah merasa kesepian. Hal ini dipicu akibat perasaan sensitif yang meningkat, sehingga rentan merasa tersingkirkan.

Oleh sebab itu, salah satu cara untuk mengatasi gangguan bipolar adalah dengan mengikuti kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

Dengan mengikuti kegiatan di lingkungan sekitar, akan membuat kamu semakin terbuka dan diterima oleh lingkungan sekitar. Sehingga hal ini dapat mencegah kamu dari perasaan terisolasi dan tentunya bisa mengatasi gangguan bipolar.

3. Bersikap Terbuka

Orang yang mengalami gangguan kepribadian ganda akan sangat mudah marah, sering bersikap agresif secara fisik dan mengalami perubahan mood dengan cepat.

Hal ini dikarenakan berbagai macam tekanan batin yang dihadapi karena sering bersikap tertutup hingga akhirnya merasa terisolasi.

Oleh sebab itu, bersikap terbuka dengan orang-orang terdekat serta lingkungan sekitar penting untuk dilakukan. Dengan bersikap terbuka, mau mencurahkan isi hati, dan berbagi dengan sesama dapat menghindarkan dari bahaya gangguan bipolar.

Artikel Asli