4 Kelemahan Honda CR-V Generasi Kelima Versi Komunitas

kumparan Dipublikasikan 12.23, 26/01 • Aditya Pratama Niagara
Touring Honda CR-V merayakan usianya yang ke-20 tahun di Indonesia. Foto: dok. Honda Indonesia

Generasi kelima Honda CR-V di Indonesia lahir pada 2017 lalu pada gelaran IIMS 2017. Kurang lebih tiga tahun berjalan, populasinya di dalam negeri sudah mencapai 39.000-an.

Mengusung mesin baru 1.5 liter VTEC Turbo, Honda CR-V menjanjikan tenaga 187 dk pada 5.600 rpm, dan torsi 240 Nm pada rentan 2.000 hingga 5.000 rpm.

Selain itu berbagai penyempurnaan dilakukan, mulai dari tampilan eksterior, interior sampai fitur-fitur berteknologi.

Namun terlepas dari itu, komunitas pengguna Honda CR-V ternyata menyimpan catatan-catatan kelemahannya. Ini diharapkan bisa jadi pertimbangan untuk perbaikan ke depannya.

Mesin All New Honda CR-V 1.5 Prestige Turbo Foto: Muhammad Ikbal

Turbo lag

Iya seperti sudah menjadi karakter mesin turbo kebanyakan, masalah ini juga dikeluhkan pengguna Honda CR-V generasi kelima. Sekjen CR-V Club Indonesia (CCI) Joe Turangan dan juga sebagai pengguna mengungkapkan, ada jeda di sekitar 1.000-2.000 rpm.

"Namun setelah 2.000 rpm, semburan tenaganya mengasyikkan dan tak ada lawan. Mungkin mengatasinya bisa remapping ECU atau lainnya, tapi tak direkomendasi pabrikan. Atau mungkin Honda punya caranya sendiri untuk mengatasi ini," ucapnya kepada kumparan beberapa waktu lalu.

Kasus tombol tuas transmisi patah

Sementara untuk kasus ini, Ketua Umum CCI Oji Fauzi atau karib disapa Om Oz mengungkapkan, dialami oleh CR-V generasi kelima produksi pertama. Iya walaupun tak semua mengalaminya.

Interior All New Honda CR-V 1.5 Prestige Turbo Foto: Muhammad Ikbal

"Iya dari teman-teman kami ada yang mengalami hal tersebut. Namun memang pihak Honda Prospect Motor (HPM) responsif menanganinya," ucapnya.

Pencahayaan kala hujan

Perbaikan yang mungkin bisa dilakukan ke depannya, soal pencahayaannya yang dianggap lemah, khususnya ketika kondisi hujan lebat.

Memang seolah sudah menjadi rahasia umum, kalau lampu LED yang umumnya memancarkan cahaya putih, tak sebaik bohlam berwarna kuning saat menembus hujan deras atau kabut.

Tampilan depan All New Honda CR-V 1.5 Prestige Turbo Foto: Muhammad Ikbal

Karena itu beberapa pabrikan, masih ada yang mempertahankan bohlam konvensional berwarna kuning pada foglamp mereka. Supaya bisa membantu visibilitas kala kondisi tertentu.

"Soal lampu memang sudah kekinian ya dengan LED. Namun mungkin harus improve sedikit, karena dalam kondisi cuaca hujan tak begitu terang pencahayaannya, karena putih kan dia," tutur Om Oz.

Head unit kurang responsif

Kemudian soal fitur hiburan yang beberapa juga mengalami kendala. Joe mengungkapkan head unit Honda CR-V kurang responsif membaca format file. Bahkan kadang ada yang tak bisa terbaca.

"Software head unit saja kemungkinan. Ada beberapa teman-teman kami yang meminta untuk di-update," ungkapnya.

Artikel Asli