4 Fakta Ledakan Beirut, Nomor 3 Bikin Merinding

iNews.id Dipublikasikan 10.06, 05/08 • Ahmad Islamy Jamil
Sebuah helikopter berusaha memadamkan api dalam ledakan di Kota Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020). (Foto-foto: AFP)
Sebuah helikopter berusaha memadamkan api dalam ledakan di Kota Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020). (Foto-foto: AFP)

BEIRUT, iNews.id – Ledakan dahsyat yang menghantam di Kota Beirut dengan kekuatan gempa bumi, Selasa (5/8/2020) menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai ribuan lainnya. Ledakan itu disebut-sebut sebagai akibat dari meledaknya amonium nitrat yang disimpan di salah satu gudang pelabuhan di ibu kota Lebanon itu, menurut para pejabat setempat, kendati masih banyak pertanyaan yang tersisa.

Berikut beberapa fakta terkait ledakan Beirut, seperti dihimpun AFP sejauh ini.

1) Kekuatan ledakan setara gempa 3,3 skala Richter

Ledakan besar pertama di Beirut terjadi sekitar pukul 18.00 petang waktu setempat (22.00 WIB). Ledakan itu menyebabkan kebakaran, beberapa ledakan kecil, dan kemudian ledakan besar yang meratakan bagian depan pelabuhan dan bangunan di sekitarnya.

Para seismolog yang mengukur peristiwa itu menyebutkan, ledakan di Beirut kemarin setara dengan gempa bumi berkekuatan 3,3 skala Richter.

Dua ledakan di Beirut menyebabkan efek seperti bom atom. Ledakan kedua disertai dengan munculnya bola api besar berwarna jingga yang membubung ke langit. Ledakan itu segera diikuti oleh gelombang kejut seperti tornado yang meratakan pelabuhan dan menghancurkan jendela-jendela gedung di kota.

2) Ledakan jadi sangat besar karena 2.750 ton amonium nitrat

Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab mengatakan, ledakan besar kemarin terjadi karena terbakarnya 2.750 ton amonium nitrat (pupuk pertanian) yang disimpan di salah satu gudang di tepi laut di Beirut.

Amonium nitrat adalah zat kristal tidak berbau yang telah menjadi penyebab banyak ledakan di kawasan industri selama beberapa dekade. Ketika dikombinasikan dengan bahan bakar minyak (BBM), zat itu menciptakan bahan peledak yang kuat dan banyak digunakan dalam industri konstruksi.

Kepala Keamanan Umum Lebanon, Abbas Ibrahim mengatakan, amonium nitrat itu telah disita pemerintah bertahun-tahun sebelumnya dan disimpan di gudang pelabuhan, yang terletak dekat dengan kawasan pusat perbelanjaan dan kehidupan malam di Beirut.

3) Suara ledakan terdengar hingga 240 km

Suara ledakan di Beirut kemarin terdengar hingga Nikosia (ibu kota Siprus)—yang berjarak 240 kilometer. Setelah ledakan itu, pemandangan di sekitar lokasi seketika berubah menjadi sangat mengerikan. Orang-orang berlumuran darah, linglung, dan terluka terjebak di antara puing-puing, pecahan kaca, dan gedung-gedung yang terbakar di Beirut Tengah.

Para koresponden AFP di seluruh kota melihat kaca jendela-jendela toko dan apartemen pecah. Jalan-jalan pun tampak tertutup pecahan kaca itu. Sebuah foto yang diunggah secara daring pun menunjukkan kerusakan di bagian dalam terminal Bandara Beirut yang berjarak 9 kilometer dari ledakan.

Seorang perempuan berusia dua puluhan tahun berdiri sambil berteriak pada pasukan keamanan setempat. Dia bertanya tentang nasib saudara laki-lakinya, seorang karyawan pelabuhan itu. “Namanya Jad, matanya hijau. Tolong temukan dia,” ujarnya kepada para aparat di lokasi.

“Ledakan itu seperti bom atom,” kata Makrouhie Yerganian, seorang pensiunan guru sekolah berusia pertengahan 70-an tahun yang telah tinggal di dekat pelabuhan selama beberapa dasawarsa.

“Saya sudah mengalami segalanya, tetapi tidak pernah seperti ini sebelumnya. Semua bangunan di sekitar sini runtuh,” ucapnya.

4) Sedikitnya 100 orang tewas dan korban masih bisa bertambah

Palang Merah Lebanon pada Rabu (5/8/2020) siang mengungkapkan, ledakan Beirut menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai lebih dari 4.000 lainnya. Jumlah korban masih bisa bertambah.

Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) sampai Rabu sore masih menyisir daerah-daerah di sekitar pelabuhan.

Seorang pria terluka dalam ledakan di Kota Beirut bersandar pada reruntuhan bangunan, Selasa (4/8/2020).
Artikel Asli