4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

Kompas.com Dipublikasikan 12.22, 15/12/2019 • Setyo Puji
Dok: BPBD Dharmasraya
Akibat banjir yang melanda Dharmasraya, Sumatera Barat, warga terpaksa menyelamatkan diri di atas pohon, Jumat (13/12/2019)

KOMPAS.com - Tingginya curah hujan yang terjadi pada Kamis-Jumat (12-13/12/2019) menyebabkan empat kecamatan di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat terendam banjir.

Selain merendam pemukiman warga, banjir setinggi tiga meter tersebut juga memakan korban jiwa.

Bocah laki-laki berusia tiga tahun dilaporkan tewas akibat hanyut terseret ombak banjir di Nagari Selasih, Kecamatan Pulau Punjung.

Menurut pantauan Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Dharmasraya, banjir terparah terjadi di dua kecamatan. Yaitu di Kecamatan IX Koto dan Pulau Punjung.

Akibat tingginya banjir, masyarakat di dua kecamatan itu bahkan terisolasi.

Berikut ini fakta selengkapnya yang dirangkum Kompas.com:

1. Akses jalan lumpuh

Banjir setinggi tiga meter di Kabupaten Dharmasraya, selain merendam rumah warga juga menyebabkan akses jalan lumpuh.

Kepala BPBD Dharmasraya Eldison mengatakan ada empat kecamatan yang terendam banjir. Dua di antaranya yang dianggap paling parah.

Karena itu, pihaknya saat ini mengaku sedang fokus melakukan upaya evakuasi warga yang terjebak banjir menggunakan perahu karet.

"Ada dua kecamatan yang terdampak paling parah yaitu Kecamatan IX Koto dan Pulau Punjung. Masyarakat terisolasi," kata Eldison saat dihubungi Kompas.com, Jumat(13/12/2019) malam.

Baca juga: Banjir di Dharmasraya, 1 Bocah Tewas dan Warga Panjat Pohon Selamatkan Diri

 

2. Satu korban tewas

Banjir Yang melanda di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Kepala BPBD Dharmasraya Eldison mengatakan, banjir yang terjadi di Nagari Selasih, Kecamatan Pulau Punjung, Jumat (13/12/2019) membuat warga panik.

Pasalnya, air tiba-tiba naik dengan cukup deras. Bahkan akibat kondisi itu, bocah laki-laki berusia 3 tahun dilaporkan hanyut dan ditemukan tewas.

"Ada satu korban, bocah laki-laki yang hanyut oleh banjir. Dia ditemukan tewas setelah terseret air," kata Eldison.

Baca juga: 4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

3. Selamatkan diri di atas pohon

Menurut Eldison, warga yang panik akibat banjir itu langsung berusaha menyelamatkan diri. Mereka naik di atap rumah, hingga ada yang memanjat pohon.

"Sempat membuat warga panik karena air tiba-tiba naik sehingga warga menyelamatkan diri ke atap rumah dan pohon," kata Eldison.

Banjir yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Dharmasraya itu, diketahui tidak hanya merendam rumah warga.

Genangan air yang mencapai 1-3 meter itu juga membuat akses transportasi terputus.

Adapun dua kecamatan yang paling parah terkena banjir ada di Kecamatan IX Koto dan Pulau Punjung.

Baca juga: Banjir Rendam Ratusan Rumah dan Pusat Kota Pangkal Pinang

4. Evakuasi warga dengan perahu karet

BPBD Dharmasraya saat ini fokus melakukan upaya evakuasi warga yang terjebak banjir menggunakan perahu karet.

Pasalnya, dari empat kecamatan yang terkena banjir, dua kecamatan mengalami kondisi cukup parah.

Ketinggian air yang mencapai tiga meter itu tidak hanya merendam rumah warga, namun juga membuat masyarakat terisolasi karena akses jalan lumpuh.

"Ada dua kecamatan yang terdampak paling parah yaitu Kecamatan IX Koto dan Pulau Punjung. Masyarakat terisolasi," kata Eldison saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/12/2019) malam

Penulis : Kontributor Padang, Perdana Putra|Editor : Dony Aprian, Farid Assifa

Penulis: Setyo PujiEditor: Setyo Puji

Artikel Asli