4 Direktur Dinonaktifkan, Plt Direksi Garuda Segera Ditetapkan

Tempo.co Dipublikasikan 14.59, 07/12/2019 • Rahma Tri
Komisaris Utama PT Garuda Indonesia(Persero) Tbk, Sahala Lumban Gaol(kedua dari kanan) dan para komisaris di Kementerian BUMN, Jakarta, Sabtu, 7 Desember 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi
Dewan Komisaris Garuda bakal mencari Pelaksana Tugas (Plt) jajaran direksi secara cepat.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. telah memutuskan untuk menonaktifkan semua direksi yang terlibat skandal penyelundupan Harley Davidson. Karena itu, Dewan Komisaris bakal mencari penggantinya, yakni Pelaksana Tugas (Plt) Direksi secara cepat.

Penggantian direksi tersebut menyusul pertemuan antara Menteri BUMN Erick Thohir dengan Dewan Komisaris Garuda Indonesia yang menyepakati pemberhentian sementara semua anggota direksi yang terindikasi terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kasus dugaan penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompoton. Barang-barang ilegal itu diangkut dalam penerbangan ferry flight pesawat GA-9721 jenis Airbus A330-900 Neo yang datang dari pabrik Airbus Perancis pada 17 November 2019 di Soekarno Hatta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kendati demikian, Komisaris Utama Garuda Indonesia Sahala Lumban Gaol belum membeberkan secara gamblang nama-nama direksi yang diberhentikan. "Di sini saya belum mau mengatakan, kesepakatan ini disebut direksi yang terindikasi terlibat secara langsung maupun tidak langsung," ujar Sahala di Kementerian BUMN, Sabtu 7 Desember 2019.

Sumber Bisnis mengungkapkan bahwa Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Fuad Rizal tidak terindikasi terlibat dalam skandal ini. Keduanya ikut dalam konferensi pers.

Berdasarkan data manifes penerbangan Airbus A330-900 Garuda Indonesia, terdapat empat nama direksi yang ikut dalam penerbangan tersebut. Keempatnya adalah I Gusti Ngurah Askhara Direktur Utama Garuda Indonesia, Iwan Joeniarto Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia , Mohammad Iqbal Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia , dan Heri Akhyar Direktur Capital Human Garuda Indonesia.

Sebelumnya pada 5 Desember 2019, Menteri BUMN Erick Thohir telah lebih dulu memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara karena kepemilikan Harley Davidson yang ada pada penerbangan tersebut.

Dengan demikian, Dewan Komisaris Garuda Indonesia telah menerbitkan Keputusan Dewan Komisaris Nomor: DEKOM/SKEP/011/2019 5 Desember 2019 yang menetapkan Fuad Rizal sebagai Plt Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. disamping melaksanakan tugasnya sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Dengan penggantian jajaran direksi ini, Sahala menjamin tidak akan mengganggu operasional Garuda Indonesia. “Kami sedang memutuskan siapa yang terbaik. Nanti sudah akan ada, kami akan tetap kompeten,” katanya memastikan.

BISNIS | HENDARTYO HANGGI

Artikel Asli