Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Waspada! Neuralgia Pasca Herpes (NPH) Dapat Mengurangi Kualitas Hidup

HerStory Dipublikasikan 04.00, 09/04 • Rifani Indrianti

Pasca terinfeksi virus Herpes Zoster, penderita akan memasuki fase NPH atau Neuralgia Pasca Herpes. Penderita NPH akan mengalami berbagai macam gejala yang dapat menganggu kualitas hidupnya.

“NPH suatu hal yang harus ditekankan. Dalam fase NPH komplikasi cukup sering dialami pasien. Salah satu pasien saya yang lansia otomatis terkena NPH dan sangat menganggu kualitas hidup mereka,” ujar dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV sebagai CEO Klinik Pramudia .

Dikatakan menganggu kualitas hidup karena dalam fase NPH, penderita mengalami nyeri yang hilang dan timbul cukup lama. Hal ini dikarenakan dermatoma kulit sudah terserang.

Jika gejala Herpes Zoster dapat sembuh dengan sendirinya selama seminggu atau sepuluh hari. Hal ini berbeda dengan gejala NPH. Waktu kesembuhan NPH kurang lebih tiga bulan.

“Sembuh NPH itu lama lebih dari 3 bulan. Sakit kepalanya nyut-nyutan. Bahkan beberapa pasien saya sampai ingin menjedodan kepala dan ingin mati. NPH disebabkan karena adanya saraf yang rusak,” kata dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV sebagai CEO Klinik Pramudia

Munculnya gejala NPH diakibatkan penderita Herpes menganggap sepele penyakitanya. Sehinga virus menginfeksi semakin parah, lalu munculah gejala NPH.

Umumnya gejala NPH yang timbul adalah rasa nyeri akibat. Selain itu, timbul rasa perih, sensai terbakar, berdenyut-denyut, seperti ditusuk-tusuk atau rasa nyeri yang menyakitkan.

Bahkan sentuhan kain lembut atau angin pada kulit pun terasa menyakitkan. Hal ini dikarenakan dengan istilah Allodynia yaitu rasa nyeri yang timbul akibat stimulus ringan.

Umunya, NPH terjadi pada penderita Herpes Zoster kategori lansia sebanyak 50%. Di Indonesia sendiri terjadi sebanyak 30-40% kasus pasca Herpes Zoster. Semakin bertambahnya usia, semakin rentan terkena NPH.

Terlebih jika penderita NPH berusia 50 tahun ke atas akan merasakan nyeri yang sangat dahsyat. Intesitas nyeri akan semakin lama dan berat pada usia ini.

Adapun beberapa pengobatan untuk penderita NPH yaitu terapi obat-obatan, terapi non obat-obatan seperti akupuntur dan fisiotrapi. Selain itu, penderita NPH dapat melakukan terapi pemebdahan, rawat inap, rujukan, dan pencegahan dengan vaksin.

Pengobatan NPH bertujuan agar penderita dapat segera kembali beraktivitas normal. Disamping itu, pasien dapat memperbaiki kualitas hidup, baik fungsional, mental dan emosional.

Beauty, suka topik artikel dari HerStory? Baca informasi menarik seputar wanita dan juga working moms lainnya di herstory.co.id segera, ya!

Artikel Asli