Khong Guan "Dimana Ayah?", Ini Kata Pelukisnya

Kompasiana Dipublikasikan 04.06, 01/05 • Rudy W
Bernardus Prasodjo dan Kaleng Khong Guan (jakarta.tribunnews.com)
Bernardus Prasodjo dan Kaleng Khong Guan (jakarta.tribunnews.com)

Tak pelak, biskuit Khong Guan sangat legendaris. Sudah hampir dipastikan, membeli sekaleng biskuit Khong Guan sudah masuk dalam agenda barang atau makanan yang akan dibeli dari uang THR lebaran.

Yang menarik perhatian, selain rasanya yang nikmat, gambar di kalengnya juga menjadi pembahasan banyak orang.

Gambar itu memperlihatkan seorang ibu dengan dua anaknya sedang duduk-duduk di meja sembari menikmati kue-kue berupa biskuit.

Si ibu terlihat sedang menuangkan teh.

Yang menjadi pertanyaan adalah kemana bapaknya Khong Guan?

Apabila biskuit habis sesudah lebaran, kalengnya diisi dengan rengginang.

"Itu disana di kaleng Khong Guan masih ada rengginang, silahkan dicicipi," kata tuan rumah kepada tamu yang berkunjung ke rumahnya.

"Di mana bapaknya Khong Guan?".

Inilah yang lantas diperbincangkan milenial. Bahkan semarak bermunculan meme-meme lucu, dimana ya bapaknya Khong Guan?

Jawaban ini akan kita dapatkan dari pelukisnya.

Bernardus Prasodjo adalah pelukisnya. Nampaknya pria kelahiran Solo, 25 Januari 1945 (76) ini tidak pernah bermimpi sebelumnya ketika melukis gambar itu, kini menjadi legendaris.

Menjawab pertanyaan masyarakat itu, Bernardus sebenarnya tidak tahu persis mengapa begitu.

Bernardus hanya berpikiran itu adalah strategi marketing (pemasaran). Cuma ada ibu dan dua anaknya, hal itu diharapkan dapat mempengaruhi ibu-ibu untuk membeli.

"Peran ibu kan sangat penting dalam belanja," kata Bernardus. Peran ayah menurutnya kurang penting.

Kisahnya berawal ketika Bernardus banyak mendapatkan pesanan membuat gambar dari sebuah perusahaan separasi film.

"Banyak pesanan gambar, salah satunya itu biskuit Khong Guan," katanya.

Bernardus menceritakan jika contoh gambar untuk Khong Guan itu didapatkannya dari sebuah majalah. Potongan gambar itu terlihat begitu lusuh.

Bernardus mengikuti arahan yang diberikan perusahaan soal gambar yang diinginkan. Bernardus mengatakan dia mengubah gambar itu dengan mewarnai baju yang dikenakan anak lelaki dengan warna merah, dan anak perempuan dengan warna kuning.

Posisi si anak perempuan agak digeser. Jadi lagi memegang biskuit.

Sejatinya Bernardus sudah menjadi pelukis profesional semasa dia kuliah di Insitut Teknologi Bandung (ITB). Pada saat itu Bernardus kos di Jalan Lengkong Kecil, dan bersebelahan dengan kantor redaksi Aktuil.

Majalah Aktuil yang mengkhususkan diri di musik dan film itu pada saat itu memang cukup populer.

Karena bersebelahan, Bernardus sering mampir ke kantor bahkan membuat komik di majalah yang diterbitkan.

Karena kegiatannya, Bernardus mengatakan kuliahnya jadi terganggu dan ketinggalan.

Namun kemudian ada hikmahnya juga. Dari situ Bernardus lantas mendapatkan banyak pesanan untuk membuat komik. Dan dari membuat komik, dia juga banyak mendapatkan pesanan untuk membuat gambar di perusahaan.

"Banyak pesanan dari supermarket. Bangga sekali. Hampir semua gambar-gambar itu saya yang bikin," katanya.

Selain Khong Guan, gambar-gambar produk Bernardus lainnya adalah Nissin Wafers, minuman Marjan (sirup para bangsawan), dan kaleng Monde.

Gambar produk Khong Guan itu dibuat Bernardus sekitar tahun 1970-an. Kini menjadi legendaris. Terutama di sekitar lebaran. Meme-meme bermunculan di media sosial, terutama di Facebook.

"Dimana bapaknya Khong Guan?".

Kendati mengaku dia tidak mendapatkan royalti dari gambar produk-produk yang dibuatnya akan tetapi Bernardus mengatakan dia cukup puas karena bisa mempunyai rumah dan mobil dari karya-karyanya.

Dalam kariernya, Bernardus juga sempat menjadi dosen Tipografi dan bekerja di Digital Studio LPKT Kompas.

Bernardus yang dikaruniai seorang putra yang bernama Andreas Prasadja ini juga mempunyai jabatan yaitu Ketua Grand Master Choa Kok Sui (GMCKS) Prana Indonesia.

Penulis: Rudy W

Artikel Asli