360 Lebih Gajah Mati Berkelompok, Kematian Masih Jadi Misteri, Yang Masih Hidup Juga Terancam

Tribun Style Dipublikasikan 05.20, 03/07 • Dhimas Yanuar Nur Rochmat
Ratusan gajah mati tergeletak sejak beberapa bulan lalu di wilayah Okavango Panhandle, Botswana.

TRIBUNSTYLE.COM - Kisah miris dari Botswana, 360 lebih Gajah mati berkelompok, sebab kematian masih jadi misteri, yang masih hidup huga terancam kehidupannya.

Kejadian misterius di Botswana selama 3 bulan terakhir ini telah menjadi perhatian media dunia.

Dilaporkan telah ada lebih dari 360 Gajah mati secara mengenaskan.

Beberapa bangkai ditemukan terlihat 'berkerumun' di dekat kubangan air.

Kematian ratusan Gajah ini pertama kali terjadi beberapa bulan lalu di wilayah Okavango Panhandle.

Dilansir oleh DailyMail Jumat (3/7/2020) sebuah laporan mengatakan bahwa pihak berwenang saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap penyebab kematian gajah-gajah tersebut.

- (CBS News)

Menurut organisasi konservasi Elephant Without Borders (EWB), pengamatan dari langit menunjukan gajah-gajah dari segala usia tengah sekarat.

Faktor perburuan sudah dikesampingkan sebagai penyebab kematian, karena para Gajah ditemukan mati dengan badan masih utuh.

"Ada tiga laboratorium di Zimbabwe, Afrika Selatan, dan Kanada yang sedang dalam proses identifikasi sample Gajah yang mati," kata Kementerian Lingkungan Hidup, Sumber Daya Alam, Konservasi, dan Wisata Botswana dalam keterangannya.

Sementara sisanya mati jatuh tertelungkup di wajah mereka, seperti diungkapkan Niall McCann, kepala konservasi di badan amal Inggris National Park Rescue.

Tentunya hal ini sangat membuat para pelaku konservasi khawatir.

Gajah yang masih hidup di dekat jasad-jasad sesamanya terlihat lemah secara fisik.

Bahkan ada 1 Gajah hidup yang berjalan berputar-putar, tidak mampu mengubah arahnya, seperti diungkapkan oleh peneliti.

Sekolah Gajah di Taman Nasional Way Kambas. (Kompas.com/Garry Andrew Lotulung)

Sementara spesies Gajah lain di area tersebut tidak tampak terpengaruh oleh apapun yang menyerang gajah-gajah itu.

Sementara pemerintah Botswana menguji sampel dari Gajah yang telah mati, belum ditemukan sampai saat ini penyebab kematian mamalia tersebut.

Jumlah bangkai Gajah yang tidak biasa pertama kali terekam awal Mei lalu, dikutip dari CNN.

"Ini mengerikan-kita perlu tahu apa yang sebnarnya terjadi," ujar McCann, yang sebutkan belum pernah terjadi sebelumnya begitu banyak Gajah mati karena penyebab misterius.

Botswana adalah rumah dari 130 ribu Gajah Afrika, paling banyak daripada wilayah lain di benua Afrika.

Delta Okavango, tempat bangka-bangkai ditemukan, merupakan rumah dari `10% Gajah di Botswana.

Tahun lalu, larangan perburuan Gajah dihapus oleh pemerintah Botswana, sejak pertama kali ditegakkan tahun 2014 lalu.

Hal itu sebabkan banyak pihak berang.

McCann menyebutkan perburuan tidak bisa dikesampingkan saat ini, meskipun di bangkai Gajah itu gadingnya masih utuh.

"800 bangkai itu tergeletak begitu saja, menjadi magnet bagi para pemburu," tambahnya.

Ia sebutkan ada beberapa kemungkinan yang sebabkan kematian ini, termasuk parasit khusus gajah.

Atau bahkan Covid-19 sebabkan ini.

"Yang ingin aku tekankan adalah ini berpotensi menjadi krisis kesehatan publik," ujarnya.

Apapun penyebabnya, MCCann sebutkan sangat penting untuk temukan penyebab ini karena terkikisnya jumlah Gajah telah meningkat secara signifikan.

Gajah Afrika dikelaskan rapuh terhadap kepunahan, masuk dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Sensus Gajah Besar pertama, yaitu sebuah survei yang dilakukan tahun 2016, buktikan jika hanya dalam 7 tahun (2007-2014) jumlah Gajah menurun 30% atau sebanyak 144 ribu gajah.

Secara keseluruhan populasi Gajah Afrika banyak berkurang karena perburuan, yang mana jumlah kematian Gajah di Botswana menunjukan pertumbuhan yang tinggi.

Pada 1990, jumlah kematian Gajah ada 80.000 ekor dan sekarang menjadi 130.000. (Tribunstyle/Dhimas Yanuar).

Sebagian artikel telah tayang di Intisari.grid.id dengan judul:

Misteri 275 Gajah Mati Bukan karena Perburuan, Tubuhnya Utuh Namun Tunjukkan Gejala Kelumpuhan atau Pincang hingga Sekarat dan Masih Jadi Misteri, Lebih dari 360 Gajah di Botswana Mati Secara Misterius, 'Ada yang Mati Berkerumun, Ada yang Jatuh di Wajah Mereka' Sementara yang Bertahan Hadapi Ancaman Lebih Mengerikan Lagi

Artikel Asli