3 Ulasan Usai Barcelona Kalah 2-0 dari Granada di Liga Spanyol

kumparan Dipublikasikan 08.30, 22/09/2019 • Info Bola
Luis Suarez beradu mulut dengan pemain Granada. Foto: Marcelo Del Pozo

Kejutan terjadi di pekan kelima Liga Spanyol musim 2019/20, ketika tuan rumah Granada sukses menumbangkan sang juara bertahan, Barcelona. Bermain di Stadion Nuevo Los Carmenes, Minggu dini hari WIB (22/9/2019), Granada sukses membenamkan ‘Blaugrana’ dengan skor meyakinkan 2-0.

Dua nama yang jadi aktor kemenangan Granada yaitu Ramon Azeez, mencetak gol pertama di menit kedua, kemudian digandakan Alvaro Vadillo pada menit ke-66 lewat titik putih. Tuan rumah pun mengakhiri perlawanan Barca dengan dua gol tanpa balas.

Hasil tersebut membuat Barcelona kini menempati posisi ketujuh klasemen sementara, mengoleksi tujuh poin dari lima pertandingan. Hanya menang dua kali di lima laga terakhir, sisanya satu imbang dan dua kekalahan, skuad arahan Ernesto Valverde pun mencatatkan start terburuk sejak musim 1994/95.

Sementara buat tuan rumah, Granada, kemenangan membuat mereka memuncaki klasemen, mengoleksi 10 poin dari lima pertandingan. Menang tiga kali, imbang sekali dan baru sekali takluk, Granada mengungguli tim-tim favorit juara seperti Real Madrid, Atletico, dan Barcelona yang baru mereka kalahkan.

Capaian Granada tersebut jelas mengejutkan, mengingat tim asal kota Granada tersebut baru promosi dari kasta kedua setelah finis sebagai runner-up. Namun, bersama Diego Martinez, Granada memang tampil impresif dengan menghasilkan laga-laga kejutan, seperti menahan imbang Villarreal 4-4 dan hanya kalah 1-0 dari Sevilla yang tengah di atas angin.

Meski begitu, kiprah pelatih berusia 38 tahun tersebut bukan satu-satunya yang membuat Granada jadi tim kejutan. Kemenangan Roberto Soldado dan kolega juga tak luput dari permainan yang ditampilkan Barcelona. Berangkat dari sana, berikut tiga ulasan usai Barcelona kalah 2-0 dari Granada.

1. Barcelona kembali lakoni laga tandang buruk

Kekecewaan Lionel Messi dan Arturo Vidal di belakang pemain Granada yang berselebrasi. (Foto: Reuters)

Kiprah Barcelona di laga tandang memang dinilai buruk dalam beberapa musim belakangan. Terutama di Liga Champions, Blaugrana selalu kesulitan kala tak bermain di kandang, di antaranya yang paling diingat tentu laga Paris Saint-Germain, AS Roma, dan Liverpool. Performa tersebut kemudian mulai terbawa hingga kompetisi domestik.

Kalah dari Granada membuat Barcelona tak pernah menang di tiga laga tandang terakhir Liga Spanyol musim 2019/20. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang catatan gagal menang di luar rumah sendiri selama tujuh pertandingan beruntun lintas kompetisi. Terakhir Barca menang di markas lawan ketika menghadapi Alaves dengan skor 0-2.

Granada bahkan jadi tim promosi kedua yang menggagalkan Barcelona meraih poin penuh di laga tandang musim ini. Adapun tim promosi lainnya, Osasuna, yang bermain di depan publik sendiri menahan imbang Los Azulgranas dengan skor 2-2. Bila gagal membenahi performa tandang, bukan tak mungkin musim ini Barcelona tak meraih trofi.

2. Griezmann tampil mengecewakan

Griezmann tampil mengecewakan, hanya mencatat satu tembakkan yang tak terarah kontra Granada. (Foto: Miguel Ruiz/FC Barcelona)

Bursa transfer musim panas 2019 kemarin jadi saat di mana Barcelona membayar 120 juta euro demi memboyong Antoine Griezmann dari Atletico Madrid. Lima pekan kompetisi Liga Spanyol bergulir, penyerang asal Prancis tersebut memang sudah mencatatkan dua gol dan dua assist, tapi dirinya tak terlihat kala timnya butuh seorang pembeda.

Performa Griezmann bisa dibilang mengecewakan. Sejak pramusim penyerang yang membawa Prancis juara Piala Dunia tersebut sejatinya sudah menunjukkan performa kurang meyakinkan. Barulah saat kalah di laga pertama kontra Athletic Bilbao, Griezmann benar-benar terlihat mengecewakan lantaran tak bisa berbuat banyak.

Menghadapi Real Betis, Griezmann memang mencatat brace dan satu assist. Kontra Valencia pun dirinya cukup impresif, mencatat assist untuk Luis Suarez. Namun, di tiga laga sisanya, termasuk menghadapi Borussia Dortmund, Griezmann kembali terlihat seperti hanya jadi penonton. Bila tak mau jadi flop, tentu Griezmann harus meningkatkan level permainannya.

3. Pertahanan Barcelona kurang solid

Ramon Azeez menjebol gawang Barcelona. Foto: Marcelo Del Pozo

Buat tim yang mengincar berbagai gelar di tiap musimnya, Barcelona kali ini terlihat begitu rapuh di lini belakang. Dua gol dari Granada menambah catatan kebobolan skuad Ernesto Valverde jadi sembilan dari lima laga. Total Blaugrana sudah membiarkan 48 tembakkan dilepas lawan dan 20 diantaranya mengarah ke gawang.

Barcelona pun kini baru sekali mencatatkan clean sheet, yaitu di Liga Champions ketika menghadapi Borussia Dortmund. Laga tersebut juga tak akan mulus bila Marc-Andre ter Stegen tak tampil gemilang. Pasalnya, Dortmund lebih mengancam di depan gawang dengan 13 tembakkan dan 4 mengarah ke gawang.

Hal tersebut tak lepas dari pertahanan yang tak konsisten. Gerard Pique sudah menua dan Clement Lenglet belum matang. Tak hanya itu, lini tengah juga sudah tak mengancam seperti kala bersama Xavi dan Iniesta. Meski masih mendominasi, kurangnya penyerangan membuat lawan bisa mencari celah untuk melancarkan serangan balik. Kini, Valverde tentu harus segera mencari cara untuk membenahi performa tersebut. (bob)

Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.

Download aplikasi Android di sini.

Download aplikasi iOS di sini.

Artikel Asli