3 Kondisi Terkini WNI Usai Ledakan Dahsyat di Beirut Lebanon

Liputan6.com Diupdate 06.42, 05/08/2020 • Dipublikasikan 06.42, 05/08/2020 • Devira Prastiwi
Ledakan Besar Guncang Kota Beirut Lebanon
Kondisi bangunan setelah ledakan besar di Beirut, Lebanon, Selasa, (4/8/2020). Ledakan besar tersebut menewaskan sedikitnya 10 orang. (AFP Photo/Anwar Amro)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang Warga Negara Indonesia atau WNI dilaporkan terluka akibat ledakan besar yang terjadi pada Selasa, 4 Agustus 2020 di Beirut, Lebanon.

Menurut (plt.) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, WNI berjenis kelamin perempuan itu dipastikan tidak parah.

"Ada 1 WNI yang mengalami luka-luka (inisial NNE). Staf KBRI sudah berkomunikasi melalui video call dengan yang bersangkutan," ucap (plt.) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada Liputan6.com, Rabu (5/8/2020).

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari menyebut, seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat berdasarkan pengecekan terakhir.

Selain itu, Dubes Hajriyanto juga memaparkan bahwa KBRI telah menyampaikan imbauan melalui whatsApp Group dan melalui simpul-simpul WNI.

Berikut kondisi terkini WNI usai ledakan besar di di Beirut, Lebanon dihimpunLiputan6.com:

 

1 WNI Ikut Terluka

Ledakan di Beirut Lebanon. (AFP)

Seorang WNI dilaporkan ikut terluka dalam insiden ledakan besar yang terjadi pada Selasa, 4 Agustus 2020 di Beirut, Lebanon.

Meski begitu, luka WNI berjenis kelamin perempuan itu dipastikan tidak parah.

"Ada 1 WNI yang mengalami luka-luka (inisial NNE). Staf KBRI sudah berkomunikasi melalui video call dengan yang bersangkutan," ucap (plt.) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada Liputan6.com, Rabu (5/8/2020).

Ledakan di Beirut, Lebanon, terjadi di sebuah gedung penyimpanan. Namun, dampak ledakannya turut merusak mobil-mobil di jalanan serta bangunan di sekitar. Korban pun banyak yang tertutup abu.

WNI yang terluka dipastikan dalam kondisi sehat dan telah mendapat perawatan medis.

"Kondisinya stabil, bisa bicara dan berjalan. Yang bersangkutan sudah diobati oleh dokter RS dan sudah kembali ke apartmennya di Beirut," jelas Teuku Faizasyah.

 

Seluruh WNI Terpantau Aman

Gambar drone memperlihatkan tempat ledakan yang mengguncang pelabuhan Beirut, Lebanon, Rabu (5/8/2020). Ledakan dahsyat yang terjadi pada Selasa, 4 Agustus 2020, tersebut sejauh ini menewaskan 78 orang dan dan lebih dari 4.000 lainnya terluka. (AP Photo/Hussein Malla)

Menyusul insiden ledakan besar yang terjadi di Kota Beirut, Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari, menyampaikan beberapa keterangan terkait insiden itu dan kondisi WNI di kota tersebut.

"Ledakan sangat besar yang telah kami laporkan terdahulu terjadi di Port of Beirut pada pukul 18.02 Waktu Setempat," kata Dubes Hajriyanto, berdasarkan keterangannya, Rabu (5/8/2020).

Ia juga menjelaskan, bahwa lokasi pelabuhan itu berdekatan dengan pusat kota Beirut, dan tingkat kehancuran dan kerusakan properti terjadi dalam radius beberapa kilometer dari pusat ledakan.

Dubes Hajriyanto pun menyampaikan informasi yang didapatkan dari Kementerian Kesehatan Lebanon, bahwa jumlah korban meninggal dari insiden ledakan itu mencapai puluhan dan korban luka-luka juga mencapai ratusan.

Untuk kondisi WNI di Beirut, Dubes Hajriyanto menyatakan bahwa seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat, berdasarkan pengecekan terakhir.

"Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI, 1.234 diantaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa," jelas Dubes Hajriyanto.

Selain itu, Dubes Hajriyanto juga memaparkan bahwa KBRI telah menyampaikan imbauan melalui whatsApp Group dan melalui simpul-simpul WNI.

Dubes Hajriyanto pun kembali menerangkan bahwa sejauh ini WNI terpantau aman, juga dengan KBRI yang telah mengimbau para WNI untuk segera memberi laporan apabila berada dalam situasi tidak aman.

Dia juga memastikan, satu orang WNI yang sedang di karantina di RS Rafiq Hariri, Beirut, yang tidak jauh dari lokasi ledakan, juga sudah terkonfirmasi aman.

 

Kerja Sama dengan Polisi

Petugas memadamkan api setelah ledakan besar di Beirut, Lebanon, Selasa, (4/8/2020). Dua ledakan besar mengguncang ibukota Lebanon, Beirut, melukai puluhan orang, menghancurkan gedung-gedung dan mengirimkan asap besar mengepul ke langit. (AFP/STR)

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut bekerja sama dengan polisi untuk memantau keamanan WNI usai peristiwa ledakan di Beirut, Lebanon. Ini dilakukan agar KBRI bisa langsung mendapat info jika ada sesuatu yang terjadi pada WNI.

"KBRI telah melakukan komunikasi dengan pihak Kepolisian dan meminta laporan segera apabila ada update mengenai WNI dan sepakat akan segera menyampaikan informasi kepada KBRI," ujar Duta Besar Republik Indonesia di Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari, kepada Liputan6.com, Rabu (5/8/2020).

Ia juga berkata KRI Sulthan Hasanuddin 366 (Kontingen Garuda Satgas MTF dalam UNIFIL) terkonfirmasi aman karena sedang berlayar di Mersin, Turki.

KBRI mengandalkan grup WhatsApp untuk mengkoordinasikan para WNI di Beirut. Dubes Hajriyanto meminta WNI untuk langsung melapor jika menghadapi situasi yang tak aman.

Sejauh ini, Dubes berkata semua WNI baik-baik saja.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Asli