3 Alasan Kepa Arrizabalaga Layak Dicap Kiper Terburuk di Liga Inggris

Liputan6.com Diupdate 12.00, 24/01 • Dipublikasikan 12.00, 24/01 • Gregah Nurikhsani
Persiapan Chelsea Sebelum Bertandang ke Markas Ajax Amsterdam
Kiper Chelsea Kepa Arrizabalaga (kiri) mengikuti sesi latihan jelang menghadapi Ajax Amsterdam pada laga Liga Champions di Cobham Chelsea, Stoke D'Abernon, London, Inggris, Selasa (22/10/2019). Pelatih Chelsea Frank Lampard menegaskan tidak takut bertandang ke markas Ajax Amsterdam. (Glyn KIRK/AFP)

London- Kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga merupakan kiper termahal di bursa transfer Liga Inggris. Tapi harga selangit Kepa tak sebanding dengan penampilannya di lapangan.

Kepa berlabuh di Stamford Bridge, markas Chelsea pada tahun 2018 lalu sebagai pengganti Thibaut Courtois yang memilih pindah ke Real Madrid. Ia direkrut dari Athletic Bilbao dengan nilai yang fantastis, yakni 80 juta euro.

Angka tersebut melebihi nilai yang harus dihabiskan klub Inggris lainnya, Liverpool, sewaktu membeli Alisson Becker dari AS Roma di tahun yang sama. Bahkan mengalahkan nilai transfer Ederson Moraes saat pindah ke Manchester City.

Namun bicara soal performa, kemampuannya justru kalah jauh dibandingkan dengan keduanya. Dan jelas tertinggal dari sosok legendaris yang menempati peringkat empat di daftar kiper termahal dunia, Gianluigi Buffon.

Jika masih belum percaya, mari menilik statistik yang disadur dari Daily Mail ini. Dari semua kiper yang telah bermain 1000 menit di ajang Premier League, Kepa berada di peringkat terbawah dalam beberapa kategori.

Ada tiga kategori, keseluruhan presentase penyelamatan, presentase penyelamatan terhadap tembakan dalam kotak penalti, dan harapan gol yang terhindar. Kepa kebobolan 6,72 gol lebih banyak dari yang seharusnya.

Kemudian, presentase penyelamatan Kepa tercatat hanya sebesar 55.56 persen. Peringkat 19 sendiri diisi oleh kiper Everton, Jordan Pickford, dengan presentase penyelamatan sebesar 63.54 persen.

Sementara itu, presentase penyelamatan atas tembakan di kotak penalti milik kiper Chelsea itu hanya sebesar 50 persen. Peringkat ke-19, Nick Pope, mencatatkan presentase sebesar 57,89 persen.

Kalah dalam Raihan Trofi

Kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga, gagal menghalau tendangan Hector Bellerin sehingga Arsenal menyamakan skor menjadi 2-2 pada laga di Stamford Bridge, Rabu (22/1/2020) dini hari WIB. (CreditDANIEL LEAL-OLIVAS / AFP)

Kehadiran Kepa juga tidak memberikan pengaruh yang besar terhadap Chelsea. Tak seperti Alisson sewaktu berlabuh di Anfield untuk menggantikan Loris Karius ataupun Ederson sewaktu bergabung dengan Manchester City.

Alisson seolah menjadi kepingan terakhir Liverpool untuk mencapai kesuksesan. Pada musim perdananya, ia langsung mempersembahkan trofi Liga Champions dan, sekarang, sedang di jalur yang tepat untuk menjuarai Premier League.

Sementara itu, Ederson yang mendarat di Etihad Stadium pada tahun 2017 lalu juga langsung mempersembahkan trofi Premier League. Tidak tanggung-tanggung, ia melakukannya sebanyak dua kali secara berturut-turut.

Kepa pun sebenarnya mempersembahkan trofi pada musim perdananya, yakni Liga Europa. Namun jika menilik sisi gengsi dari kompetisi, pria berumur 25 tahun itu kalah dari kedua pesaingnya tersebut.

 

Sumber asli: Daily Mail

Disadur dari: Bola.net (Yaumil Aziz, published 23/1/2020)

Video

Artikel Asli