Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Masih Takut Suntik Vaksin Covid-19? Ini Lho 5 Fakta yang Wajib Anda Ketahui

Bisnis.com Dipublikasikan 07.25, 21/07 • Janlika Putri Indah Sari
Para petugas medis bersiap menyambut kedatangan warga negara asing yang hendak disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama di bilik-bilik semipermanen yang didirikan di areal Museum Chaoyang Park, Beijing, China, Selasa (23/3/2021)./Antara-M. Irfan Ilmie
Para ilmuwan dan pakar medis terus mendukung bahwa vaksin Covid-19 tidak hanya aman untuk digunakan tetapi juga juga melawan banyak risiko yang ada pada infeksi dari virus tersebut.

Bisnis.com, JAKARTA—Mendapatkan vaksinasi saat ini adalah cara untuk melindungi diri dan orang lain dari Covid-19.

Namun keragu-raguan dan sikap skeptisisme pada penemuan efek samping dari vaksinasi masih mengiringi.

Mulai dari kabar miokarditis, radang jantung, risiko pembekuan darah, dan komplikasi neurologis membuat banyak orang waspada terhadap penggunaan vaksin.

Padahal, para ilmuwan dan pakar medis terus mendukung bahwa vaksin Covid-19 tidak hanya aman untuk digunakan tetapi juga juga melawan banyak risiko yang ada pada infeksi dari virus tersebut.

Dilansir dari timesofindia, Rabu (21/7/2021) berikut alasan mengapa tidak perlu takut suntik vaksin Covid-19:

1. Vaksin Covid-19 aman

Mengingat bahwa vaksin coronavirus dikembangkan hanya dalam waktu satu tahun, orang memiliki keraguan sendiri tentang kemanjuran dan efektivitasnya. Ini adalah pertama kalinya vaksin dikembangkan dalam waktu sesingkat itu, orang tidak yakin tentang keamanan yang dijanjikan oleh produsen vaksin.

Namun, para ahli percaya bahwa vaksin dikembangkan oleh para ilmuwan dan peneliti yang efisien, menggunakan proses yang telah dipelajari dan diuji selama bertahun-tahun.

2. Efek dari vaksin tidak menimbulkan risiko jangka panjang

Vaksin Covid-19 memang datang dengan berbagai efek samping. Tapi apakah itu masalah? Sama sekali tidak. Semua vaksin memicu respons tertentu dalam tubuh. Seperti diketahui, vaksin adalah mimikri patogen, yang ketika disuntikkan ke dalam tubuh mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi dan melawan partikel asing. Maka wajar jika menyebabkan respon inflamasi dalam tubuh, menyebabkan demam, kelelahan, sakit kepala dan lainnya.

3. Vaksin dapat melindungi Anda dari varian baru yang muncul

Virus dapat bermutasi dan mereka berevolusi menjadi varian berbeda dari galur asli.

Mengingat atribut yang mengkhawatirkan dari varian baru, vaksin Covid-19 adalah satu-satunya solusi untuk melawannya. Para ahli telah menemukan bahwa vaksin yang berbeda sampai sekarang terbukti efektif melawan varian Delta.

Varian Delta yang telah dinyatakan sebagai variant of concern (VoC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Itu merupakan salah satu strain virus SARs-COV-2 yang paling dominan dan dikatakan memimpin gelombang kedua COVID-19.

4. Jika suda divaksinasi sepenuhnya, Anda juga melindungi orang lain di komunitas

Jika sudah divaksin tidak hanya memberi perlindungan pada diri sendiri tetapi juga membuat komunitas Anda tetap aman. Meskipun orang yang divaksinasi lengkap masih bisa terinfeksi, para ahli percaya bahwa mereka tidak akan mudah infeksi parah dan lebih kecil kemungkinannya untuk menyebarkan penyakit. Namun, sebaliknya, orang yang tidak divaksinasi tetap paling rentan terhadap varian yang berbeda dan juga dapat menjadi pembawa.

5. Jika terkena Covid-19, vaksin akan memberi perlindungan ekstra

Jika Anda telah terinfeksi Covid-19, Anda bisa mendapatkan vaksin 3 bulan setelah tes negatif untuk virus tersebut. Meskipun Anda mungkin telah memperoleh beberapa antibodi dari infeksi masa lalu Anda, mendapatkan suntikan vaksin adalah kunci untuk melawan infeksi ulang. Selain itu, kekebalan vaksin bersama kekebalan dari infeksi di masa lalu akan memberi Anda lapisan perlindungan ekstra.

Artikel Asli