Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

7 Tanda Toxic Relationship, Nomor 3 dan 4 Sering Terjadi

7 Tanda Toxic Relationship, Nomor 3 dan 4 Sering Terjadi
Tanda toxic relationship sebenarnya sangat mudah dirasakan bahkan dilihat secara kasat mata. Namun, acapkali tanda ini terabaikan karena teralihkan oleh rasa.

JAKARTA, celebrities.id – Tanda toxic relationship sebenarnya sangat mudah dirasakan bahkan dilihat secara kasat mata. Namun, acapkali tanda ini terabaikan karena teralihkan oleh rasa.

Toxic relationship adalah sebuah kondisi hubungan yang tidak sehat dan dapat menimbulkan bahaya secara emosional, maupun fisik bagi siapa saja yang menjalaninya.

Namun, batas antara hubungan yang sehat dan tidak sehat sedikit sulit untuk diidentifikasi, bahkan dengan tanda-tanda yang mungkin tampak jelas bagi orang lain. Membutuhkan pemahaman serta kejelian tersendiri untuk dapat ‘memvonis’ apakah sebuah hubungan itu toxic atau tidak.

Lantas bagaimana cara untuk mengenalinya? Melansir dari Insider.com, Rabu (19/1/2022), berikut tanda toxic relationship.

1. Kurangnya Kepercayaan

Seorang pasangan atau rekan adalah seseorang yang seharusnya bisa kamu andalkan di kalan rentan dan being present di setiap sudut kehidupan Anda. Tanpa adanya kepercayaan, semua hal itu tentu tidak mungkin terjadi.

"Ketika saya melihat orang-orang dalam hubungan yang sebagian besar sehat, ada keamanan yang mereka miliki dalam stabilitas dalam hubungan mereka," kata Jeni Woodfin, LMFT, seorang terapis di J. Woodfin Counseling di San Jose, California.

"Tanpa kepercayaan, dan bukan hanya percaya bahwa pasangannya akan setia, tetapi percaya bahwa pasangannya akan berperilaku demi kepentingan terbaik dari kesepakatan hubungan, tidak akan ada rasa aman,” ujarnya dikutip oleh MNC Portal Indonesia dari Insider, Rabu (19/1/2022).

2. Komunikasi yang Tidak Bersahabat

Menurut Kamil Lewis AMFT, seorang terapis seks dan hubungan di California Selatan, bentuk-bentuk komunikasi yang tidak bersahabat meliputi berteriak hingga pemanggilan nama atau frasa menyakitkan lainnya.

Komunikasi yang bermusuhan dapat menyebabkan ketegangan dan menciptakan ketidakpercayaan lebih lanjut di antara pasangan. Sebaliknya, hubungan yang sehat bergantung pada komunikasi terbuka, pendinginan sebelum segalanya menjadi terlalu panas, dan tentu saja rasa hormat.

3. Mengontrol Perilaku secara Berlebihan

Sejatinya, pasangan Anda sama sekali tidak memiliki hak untuk mengontrol tindakan atau keyakinan Anda. Menurut Woodfin, salah satu bentuk pengendalian perilaku yang harus diwaspadai adalah mengancam kehilangan sesuatu seperti stabilitas keuangan, waktu bersama anak-anak Anda, atau persahabatan.

"Ancaman-ancaman ini menimbulkan ketakutan pada banyak orang dan saya menemukan ini adalah alasan banyak, banyak orang tetap berada dalam hubungan yang tidak sehat dan tidak bahagia bahkan ketika berharap hubungan itu berakhir," katanya.

Tanda-tanda lain dari perilaku mengendalikan berlebihan atau istilah gaul nya adalah ‘over-possessive’ termasuk perlu mengetahui semua yang Anda lakukan dan dengan siapa Anda, Mencoba mengelola uang Anda, hingga mewajibkan untuk memiliki akses ke perangkat pribadi Anda seperti telepon atau akun media sosial. Hayo, siapa yang demikian?

4. Sering Berbohong

Ketika pasangan berbohong kepada Anda sekecil apapun dan dengan catatan hal itu bukan untuk kebaikan, tindakan tersebut menandakan mereka tidak menghormati Anda sebagai pasangan yang pantas mendapatkan kejujuran dan perhatian.

"Kebohongan - tidak peduli seberapa kecil - mengikis kredibilitas dari waktu ke waktu," kata Romanoff.

"Berbohong kepada pasangan menunjukkan kesetiaan Anda untuk diri sendiri, bukan hubungan," ucap Woodfin.

5. Hanya Menerima, Tidak Pernah atau Sedikit Memberi

Jika hubungan Anda secara konsisten berkisar pada apa yang membuat pasangan Anda bahagia dan mengabaikan kebutuhan Anda, itu bisa menjadi tanda keracunan.

"Menjadi perhatian pada pasangan Anda adalah suatu hal, tetapi jika Anda mendapati diri Anda sering mengatakan ‘tidak’ pada diri sendiri untuk mengatakan ‘ya’ kepada mereka, Anda mungkin harus mempertimbangkan untuk menetapkan beberapa batasan," kata Lewis.

"Jika mereka mengabaikan, meremehkan, atau melibas batasan Anda, itu juga bisa menjadi tanda hubungan yang beracun,” ujarnya.

Sementara menurut Woodfin, tanda-tanda hubungan sepihak termasuk selalu menjadi yang pertama mengirim pesan, kesenjangan panjang antara mengirim pesan dan menerima tanggapan, percakapan yang terputus-putus, hingga memiliki pembagian kerja, tanggung jawab, atau kontribusi yang tidak seimbang secara signifikan pada hubungan atau rumah tangga.

6. Anda Merasa Terkuras dan Tak Punya Waktu Me Time

Pikirkan tentang terakhir kali Anda melakukan sesuatu untuk diri sendiri atau Me Time seperti menghabiskan waktu — bahkan secara virtual — dengan orang yang dicintai, atau hanya sekedar tidur nyenyak.

"Biasanya, perawatan diri dan prioritas diri diabaikan. Waktu dan energi mental dalam hubungan beracun akan sering dihabiskan untuk orang lain - baik secara langsung maupun tidak langsung melalui reaksi perselisihan dan perselisihan yang tak henti-hentinya,” ujar Romanoff.

Coba alihkan sebagian energi Anda untuk menjaga diri sendiri dengan meminta waktu Me Time dan lihat bagaimana reaksi pasangan Anda. Jika respons mereka negatif, itu menandakan sifat beracun dalam hubungan.

7. Anda Membuat Alasan untuk Perilaku Pasangan

Apakah Anda sering menemukan diri Anda dipaksa ke dalam posisi untuk membela pasangan Anda?

Apabila anda sering membela si dia yang sebenarnya salah dengan argumen 'Anda tidak mengenal mereka seperti saya,' perspektif luar dari seseorang yang Anda kenal mencintai Anda —seperti teman atau anggota keluarga yang Anda percayai— sangat diperlukan untuk membuat anda dapat rasional terhadap pasangan Anda.

Artikel Asli