2019: Chevrolet dan Datsun Bye, Hyundai Bangun Pabrik, Kia Jualan Lagi di Indonesia

Otosia.com Dipublikasikan 13.15, 09/12/2019

Otosia.com -

Beberapa bulan menjelang penutupan tahun 2019,ÂÂindustri otomotif Indonesia dikejutkan dengan pengumuman hengkangnya beberapa pabrikan mobil dari pasar Tanah Air. Satu di antaranya adalah General Motors (GM).

GM memutuskan tak lagi menjual mobil baru mulai Maret 2020 mendatang. Beberapa hal melatar belakangi keputusan GM ini. Presiden GM Asia Tenggara, Hector Villareal menyebutkan, GM tidak memiliki segmen pasar otomotif yang bisa memberikan keuntungan berkesinambungan di Indonesia.

"Keputusan sulit ini konsisten dengan strategi global GM untuk tetap fokus pada pasar yang memiliki jalur yang jelas untuk mencapai keuntungan yang berkesinambungan," jelasnya melalui rilis yang disitat dari Merdeka.com, Senin (28/10/2019) .

ÂÂ

 (kpl/tys)

Di Indonesia sendiri, GM menjual Chevrolet Trax, Trailblazer, dan Colorado. "Kegiatan operasional kami menjadi terpengaruh oleh faktor-faktor yang lebih luas di Indonesia. Seperti pelemahan harga komoditas dan tekanan mata uang asing," tambah Villareal.

Berdasarkan data Gaikindo, angka penjualan Chevrolet di Indonesia tersu turun sejak dua tahun terakhir. Volume penjualan ritel Chevrolet tahun 2018 turun 33 persen menjadi 2.444 unit dibandingkan tahun 2017 yakni 3.678 unit. Sementara penjualan pada periode Januari-Oktober 2019, baru pada angka 1.263 unit.

Mulai 1 November 2019, Chevrolet pun menggelar cuci gudang. Empat model Chevrolet, Spark, Trax, Trailblazer, dan pick up Colorado pun dijual dengan harga spesial berupa potongan harga beragam, hingga Rp80 juta.

Meski begitu, Chevrolet memastikan bahwa layanan purna jual mereka tak ikut berhenti. Customer Care and Afetersales Service Director GM Indonesia, Dadan Ramadhani menjelaskan, pelanggan dan pemilik kendaraan Chevrolet tidak perlu khawatir mengenai layanan purna jual Chevrolet.

"GM Indonesia masih eksis untuk memberikan layanan warranty dan purna jual. Kami akan tetap setia melayani setiap pelanggan untuk perawatan dan perbaikan kendaraan Chevrolet mereka di outlet resmi kami di seluruh Indonesia. Kami juga akan terus bekerja sama dengan seluruh jaringan dealer untuk mendukung kelancaran peralihand an persiapan purna jual," terangnya.

Selain Chevrolet, Datsun pun mengalami nasib yang tak jauh berbeda. Pada Januari 2020 nanti, Nissan dipastikan akan berhenti produksi Datsun, sebagai merek mobil murahnya di Indonesia.

"Datsun GO dan GO+ akan diberhentikan produksinya per Januari 2020, yang disebabkan karena faktor skala ekonomi," jelas Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Harjanto kepada Liputan6.com, melalui pesan elektronik, Senin (25/11/2019).

Menurut Harjanto, akan ada strategi berbeda yang dilakukan Nissan. Manufaktur di Indonesia pun tetap berjalan.

"Perubahan strategi yang dilakukan oleh Nissan, yakni dengan melakukan lokalisasi komponen utama yakni mesin new Livina," lanjutnya.

Terlepas dari Chevrolet dan Datsun, pabrikan mobil asal Korea Selatan, KIA justru kembali meramaikan pasar otomotif Indonesia. PT Kreta Indo Artha (KIA), anak perusahaan Indomobil Group resmi menjalankan distribusi kendaraan KIA di Indonesia.

Pabrikan asal Korea Selatan ini, kembali ke pasar Tanah Air, dengan membawa setidaknya empat model awal, yaitu Picanto, Rio, Grand Sedona, dan kendaraan komersial Big-Up K2700.

"PT Kreta Indo Artha (KIA) merasa optimis dengan potensi serta pertumbuhan Kia di Indonesia, yang merupakan pasar penting dan strategis yang menjadi salah satu fokus ekspansi usaha Kia Motors Corporation di kawasan ini," tegas Presiden Direktur PT KIA, Andrew Nasuri melalui siaran pers, Rabu (13/11/2019).

PT Kreta Indo Artha (KIA) akan bertanggung jawab atas seluruh penjualan dan layanan purna jual, termasuk jaminan atas semua kendaraan Kia baik kendaraan penumpang dan kendaraan komersial ringan. PT Kreta Indo Artha juga bertindak sebagai importir dan distributor resmi mobil Kia di Indonesia serta mengawasi seluruh jaringan Kia yang ada di Indonesia.

PT KIA juga akan menguatkan dan menambahkan jaringan layanan aftersales yang saat ini fokus pada Jabodetabek dan kota-kota besar lain di Indonesia, seperti Surabaya, Malang, Medan, Palembang, Jogja, Solo, dan Semarang dan tidak menutup kemungkinan di daerah lain di luar Jawa dan Sumatra.

Satu lagi pabrikan otomotif yang menaruh kepercayaannya kepada Indonesia. Hyundai Motor akan membangun pusat manufaktur yang berbasis di kawasan ASEAN di Indonesia.

Kerja sama antara Hyundai Motor dan pemerintah Indonesia itu sudah disepakati dalam sebuah Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan itu dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, beserta para pejabat yang berwenang Tanah Air.

"Hyundai secara aktif akan terus mendengarkan dan menanggapi setiap harapan dan kebijakan pemerintah Indonesia berterkaitan dengan kendaraan ramah lingkungan serta akan terus berupaya berkontribusi terhadap komunitas ASEAN," kata Executive Vice Chairman Hyundai Motor Group, Euisun Chung, melalui pernyataan tertulis yang diterima Otosia.com.

Pusat manufaktur pertama yang berbasis di kawasan ASEAN itu akan dibangun di Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat. Pabrik canggih tersebut rencananya akan memiliki luas 77,6 hektar dengan nilai investasi sekitar USD 1,55 miliar atau setara Rp 21,8 triliun hingga tahun 2030.

Pembangunan fasilitas akan dimulai pada Desember 2019 dan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun 2021. Disebutkan bahwa pabrik Hyundai tersebut memiliki kapasitas produksi tahunan sekitar 150.000 unit dan 250.000 unit pada kapasitas penuh.

Dengan dibangunnya pabrik ini, Hyundai berharap bisa berkontribusi dalam mengembangkan potensi kaum muda Indonesia. Bersama dengan pemasok mitra lokal, Hyundai juga berharap bisa menciptakan lebih dari 23.000 lapangan kerja baru baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Lebih lanjut, pabrik di Cikarang itu diperkirakan akan memberikan kontribusi ekonomi senilai lebih dari USD 20 miliar aelama satu dekade pertama sejak didirikan. Pabrik tersebut juga akn menjadi pusat untuk berbagai fasilitas pemasok lokal, dan bisa mendukung pertumbuhan ekosistem suku cadang otomotif Indonesia.

Hyundai berencana memroduksi compact SUV, compact MPV, dan model sedan yang dirancang khusus untuk pasar Asia Tenggara, di pabrik baru Indonesia itu. Pada fasilitas ini, Hyundai juga akan menggabungkan fasilitas untuk stamping, pengelasan, dan pengecatan, serta perakitan.

Hyundai juga tengah menjajaki produksi kendaraan listrik di pabrik Indonesia. Bersama dengan perusahaan afiliasinya, KIA Motors Corporation, Hyundai bertujuan menjadi produsen kendaraan listrik ketiga terbesar di dunia, pada tahun 2025.

Selain kendaraan jadi, pabrikan asal Korea Selatan itu juga berencana akan mengekspor 59.000 unit kendaraan completely knocked down (CKD), setiap tahun. Rencananya, produksi di pabrik Cikarang ini juga untuk memenuhi kebutuhan di pasar utama ASEAN, seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina.

Hyundai juga mempertimbangkan negara di luar ASEAN untuk tujuan ekspor. Mobil yang diproduksi di pabrik seluas 77,6 hektar itu, juga rencananya akan diekspor ke Australia dan Timur Tengah.

Hyundai berharap untuk mendapatkan manfaat dari pemberlakuan tarif preferensial di pasar-pasar tersebut, yang berlaku untuk barang-barang yang berasal dari kawasan ini. Berdasarkan Ketentuan Asal barang (Rules of Origin) dari perjanjia kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA), barang dengan kandungan konten lokal setidaknya 40 persen, bisa dikenai pembebasan tarif.

 Pabrik Chevrolet (GMauthority)
Pabrik Chevrolet (GMauthority)
Artikel Asli