20 Tempat Wisata di Ubud Bali dan Sekitarnya Beserta Harga Tiket Masuk untuk Liburan Akhir Tahun

Tribun Travel Dipublikasikan 09.44, 23/09/2019
Goa Gajah Ubud untuk liburan akhir tahun

TRIBUNTRAVEL.COM - Berkunjung ke Bali saat Liburan Akhir Tahun tidak lengkap bila tidak mengunjungi kawasan Ubud, Gianyar.

Ubud terkenal sebagai pusat tarian dan kerajinan tradisional khas Bali.

Ubud juga dikeliling oleh hutan hujan dan terasering, menambah keindahan pesona alamnya.

Ubud dianggap sebagai salah satu kawasan populer di Bali dengan segala potensi wisatanya.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut 20 wisata di Ubud, Bali untuk liburan akhir tahun :

1. Monkey Forest Ubud

**Lihat postingan ini di Instagram

Finally got someone to take a photo of both of us👫🐒

Sebuah kiriman dibagikan oleh Georgia Newbon (@georgianewbon) pada 22 Sep 2019 jam 5:05 PDT

Daya tarik monkey forest Ubud sebagai tempat liburan, terletak pada hutan lindung yang masih asri dan didalam hutan banyak terdapat kera.

Di dalam area hutan juga terdapat pura Hindu yang diberi nama Pura Dalem Agung Padangtegal Ubud.

Kera-kera yang ada disini sudah jinak.

Namun, bukan berarti mereka tidak pernah menggangu pengunjung.

Ada beberapa adat istiadat dan larangan saat harus kamu patuhi saat masuk ke area hutan ini.

Kamu dapat mengunjungi tempat ini di Jalan Monkey Forest, Ubud. Perlu diingat, tempat wisata buka dari jam 08.30-17.30 WITA. Kamu akan dikenai biaya masuk sebesar Rp 50.000  untuk dewasa dan Rp 40.000 untuk anak 3-12 tahun.

2. Pura Taman Saraswati

**Lihat postingan ini di Instagram

Hustle for the P R E T T Y T H I N G S, such as this lotus garden located right in the centre of Ubud🍂Second time here, still stoked!👻 ✧・゚: *✧・゚:* ✧・゚: *✧・゚:* ✧・゚: *✧・゚:* Check out our story if you like to see the #beforeandafter! ✧・゚: *✧・゚:* ✧・゚: *✧・゚:* ✧・゚: *✧・゚:* 📍Saraswati temple, Ubud #bali #baliubud #ubud #saraswatitemple #purisaraswati #ubudwaterpalace #balitemple #iamtb #baliholidays #cafelotusubud #baliindonesia #travelbali #explorebali #balicli #lovebali #balipunyacerita #puratamansaraswati #dametraveller #beautifuldestinations #ubudmarket

Sebuah kiriman dibagikan oleh 🍅 ANGIE & HP (@blushblushtomato) pada 25 Jan 2019 jam 5:01 PST

Pura Hindu ini dikhususkan sebagai tempat memuja Dewi Saraswati.

Tempat ini sempat menjadi buruan para Instagramer karena terdapat koman penuh teratai yang menggelilingi pura ini.

Teratai yang mekar menyulap pura ini menjadi spot foto instagenic yang indah nan megah.

Selain kolam teratai, pura ini juga memiliki panggung pementasan tari Bali yang rutin mementaskan tari Kecak. Pura ini sendiri beralamat di Jalan Kajeng, Ubud, Bali.

Untuk masuk ke pura tidak dikenakan biaya, tapi untuk menonton pagelaran Tari Kecak kamu akan terkena biaya Rp75.000 per orang.

3. Museum ARMA

**Lihat postingan ini di Instagram

Museum (2) Old painting. Part of the past. In the island of God. Location : Museum ARMA, Bali. #iphone #story #photography #photoessay #photodocumentary #photojournalism #documentary #instagood #instagram #journalist #museum #world #art #family #work #struggle #independence #day #people #bali #museumarma #arma #shios #amazingshots

Sebuah kiriman dibagikan oleh Agung Yudha (@bligungyudha) pada 2 Feb 2018 jam 1:30 PST

Bali juga punya museum yang memukau, salah satunya Museum ARMA (Agung Rai Museum of Art) di Ubud.

Saat mengunjungi museum ARMA, kamu dapat melihat banyak lukisan khas Bali dari berbagai zaman.

Kamu juga dapat melihat kolam teratai dan tanaman angrek yang tertata rapi yang disandingi dengan ukiran patung khas Bali.

Museum ini buka dari jam 09.00 – 18.00 Wita setiap hari. Untuk sekali masuknya, kamu akan dikenai biaya sebesar Rp 50.000 per orang.

4. Museum Neka Ubud

**Lihat postingan ini di Instagram

Boleh liat, tpi jgn lama2 ya. Nanti jatuh cinta😛🌺

Sebuah kiriman dibagikan oleh It’s Ogek🌺 (@miaindra_) pada 23 Mar 2019 jam 10:56 PDT

Selain museum ARM, ada juga Museum Neka di daerah Ubud.

Museum ini menampilkan karya-karya legendaris dari pelukis ternama di Indonesia, seperti lukisan Tari Barong & Rangda karya Affandi.

Bangunannya mengadaptasi gaya bangunan tradisional Bali tetapi dengan fasilitas museum yang modern.

Ada lebih dari 300 lukisan yang dapat kamu lihat di sini.

Museum ini beralamat lengkap di Jalan Raya Sanggingan Campuhan, Kedewatan, Kecamatan Ubud. Kamu akan dikenai biaya masuk sebesar Rp50.000 per orang untuk setiap kunjungannya. Museum beroperasi setiap hari dari jam 09.00-17.00 Wita.

5. Goa Gajah

**Lihat postingan ini di Instagram

Most days my Super Mom cape is invisible, but today Jonah helped me show it off a little. ⠀⠀⠀ ⠀ As we explored the cool, ancient ruins of Goa Gajah (a spiritual place built in the 11th century for meditation), Jonah briefed me on the mission we had to go on and all the “bad guys” we had to catch. ⠀⠀⠀ ⠀ My powers might not be as Hollywood worthy as Iron Man or Captain America, but I bet neither of them can make an “ayah” (ouchie) better with just a kiss! ⠀⠀⠀ ⠀ To all you supermamas out there, I see your capes. Wear ‘em with pride and let ‘em fly high today! If I could pick a super power other than being a mama, I think I’d want to be able to teleport. What about you? ⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀ ⠀ ⠀⠀⠀ ⠀ ▸ 🦸🏻‍♀️ @oureveryjlife ◂ ⠀⠀⠀ ⠀

Sebuah kiriman dibagikan oleh Our EveryJ Life (@oureveryjlife) pada 24 Jun 2019 jam 6:41 PDT

Jangan terkecoh dengan namanya, pasalnya kamu tidak akan menemukan gajah di objek wisata ini.

Nama Goa Gajah berasal dari adaptasi nama “ Lwa Gajah” yang diartikan sebagai tempat pertapaan para Biksu umat beragama Budha yang lokasinya berada di tepi sungai.

Beberapa sumber menjelaskan bawha Goa Gajah sudah berdiri dari beberapa ratus tahun sebelum masehi.

Tempat ini dikelilingi pepohonan hijau yang rindang, sehingga suasananya sangat sejuk dan asri. Kamu bisa melihat tempat bertapanya para biksu disalah satu ceruk disini.

Goa Gajah Ubud lokasinya berada di sebelah barat Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Harga masuknya cukup murah, hanya Rp15.000 per orang.

6. Istana Kerajaan Ubud

**Lihat postingan ini di Instagram

#istanakerajaanubud

Sebuah kiriman dibagikan oleh Tjia Wilfrid 谢伟泽 (@wilfrid_fx) pada 10 Okt 2015 jam 3:37 PDT

Kamu akan dengan mudah melihat tempat wisata ini saat memasuki area pusat Ubud.

Bagaimana tidak, arsitektur yang megah lengkap dengan warna emas yang berkilau pasti menyita perhatianmu.

Istana ini memiliki nama Puri Saren Agung atau lebih dikenal dengan nama Puri Ubud.

Istana ini merupakan kediaman dan pusat kegiatan bangsawan Ubud. 

Setiap pukul19.30 Wita, akan diselengarakan pentas kesenian tari seperti Tari Barong atau Tari Legong Keraton.

Istana berlokasi lengkap di pusat Jalan Raya Utama Ubud. Untuk masuk ke area istana, kamu tidak akan dikenai biaya.

7. Ubud Art Market

**Lihat postingan ini di Instagram

#5thDestination of 2019 📍 Ubud Traditional Art Market . . #travellingwithbaby #familytrip #firsttrip #enjoybali #ubudartmarkets

Sebuah kiriman dibagikan oleh Intan Miswantari (@_intan) pada 11 Feb 2019 jam 7:00 PST

Ubud Art Market menjadi pusat belanja oleh-oleh khas Bali di Ubud.

Sesuai dengan namanya, kamu bisa membeli aneka hasil seni karya masyarakat Bali.

Barang-barang yang dijual di pasar ini seperti, Baju kaos yang dihiasi sablon topeng barong Bali, cincin serta kalung perak desain khas Bali, kain pantai, camilan khas Bali, lukisan serta patung dengan ukiran khas Bali, dan masih banyak lagi.

Lokasi Ubud Art Market sangat dengat dengan Puri Ubud, tepatnya berada di Jalan Raya Ubud No.35. Biasanya, pasar ini beroperasi dari pukul 04.00-18.00 Wita. Sangat disarankan untuk membawa uang tunai karena mayoritas kios tidak menyediakan mesin debit.

8. The Blanco Renaissance Museum

**Lihat postingan ini di Instagram

⠀ ⠀ ⠀ 슬슬 휴가철이 되니, 또 자꾸 발리생각이 난다. 궁금한 곳이 너무나 많던 발리. 특히 좋아했던 곳 우붓- 내 스케줄표에 다 담을 수 없어 몇 번 더 오자고 남편과 약속했었는데.. ⠀ 이곳은 안토니오 블랑코 뮤지엄. 1930년대 ‘발리 르네상스’가 열렸던 우붓. 아직도 살아있는 우붓왕조의 지원으로 우붓은 예술문화를 꽃피웠고, 지금은 마을 곳곳에 갤러리가 즐비하다. 안토니오 블랑코는 1950년대에 합류했는데, 여행을 하다가 발리에 매료됨과 동시에 레공댄스 무희 니 론지(Ni Ronji)에게 반해 1년만에 결혼하고 발리에 정착했다고 한다. 처음 이곳에 들어갔을 때 그 화려함에 입이 떡 벌어졌었다. 마치 프랑스의 궁전같았기 때문이다. 그런데 보면 볼수록 그 디테일에서 프랑스와의 차이가 보였고, 무엇보다 발리의 문짝에 반해버렸다. 진짜 저런 문짝 어디서 산답니까? 너무 이쁨! 그림보다 문짝 ㅋㅋ ⠀ 우리가 갔던 날, 운좋게 그의 아들 마리오 블랑코와 손녀까지 만났었다. 마리오 블랑코 역시 화가이면서 예술가이다. 이날은 무희의 사진촬영이 진행 중이었다. 사택이 뮤지엄과 붙어있어서 그냥 이곳이 그들의 보금자리이자, 일터인 것이다. ⠀ ⠀ #안토니오블랑코뮤지엄 #TheBlancoRenaissanceMuseum #DonAntonioMariaBlanco #안토니오블랑코 #발리여행 #우붓 #우붓미술관 ⠀

Sebuah kiriman dibagikan oleh @_bella.baek pada 13 Jul 2019 jam 12:12 PDT

Museum Blanco Renaissance adalah sebuah museum yang berlokasi di Ubud.

Berawal dari keinginan Antonio Blanco, seorang pelukis untuk suatu hari nanti memiliki museum yang akhirnya terwujud di Ubud.

Isi museum didominasi dengan lukisan-lukisan fenomeal dari Antonio Blanco sendiri.

Museum ini mencampurkan karakteristik budaya tradisonal Bali dengan gaya melukis ala Eropa.

Berbagai fasilitas juga disediakan oleh pengelola museum bagi wisatawan yang datang.

Seperti restoran, art shop, toilet dan ruang santai.

Lokasinya beralamat di Desa Campuan, Ubud Bali dan buka setiap hari, jam 09:00 – 17:00 Wita Wisatawan lokal dapat masuk dengan membayar tiket sebesar Rp 30.000 per orang, sedangkan wisatawan asing Rp 50.000 per orang.

9. Sawah Terasering Tegalalang

**Lihat postingan ini di Instagram

"Nhiều khi muốn làm đôi cánh chim bay rong chơi Quên tháng ngày và quên hết bao buồn đau" . . #indonesia #bali #sawah #ubud #explore #explorebali #baliindonesia #sawahtegalalang #travel #traveling #TagsForLikes #TFLers #vacation #visiting #instatravel #instago #instagood #trip #holiday #fun #travelling #tourism #tourist #instapassport #instatraveling #mytravelgram #travelgram #travelingram #igtravel #worldtraveller

Sebuah kiriman dibagikan oleh Minh Thư ☘ (@tiara.mt95) pada 2 Jun 2018 jam 8:14 PDT

Merupakan salah satu objek wisata untuk kamu pecinta alam.

Sawah Terasering Tegalalang menawarkan ruang hijau yang luas, lengkap dengan panorama alam khas Bali.

Kamu dapat menikmati suasana ala perdesaan di tengah ramainya Ubud.

Kamu juga dapat menikmati makanan sambil melihat permandangan ini di restoran yang tersedia di pinggir jalan.

Mayoritas restoran menyediakan sajian khas dari Bali.

Lokasinya berada di desa Tegalalang Ubud. Biasanya kamu akan diminta biaya sekitar Rp 10.000 untuk kontribusi ke warga lokal. 

10. Arung Jeram Sungai Ayung

**Lihat postingan ini di Instagram

Selamat pagi Indonesia selamat pagi trvelers…. Sabtu- Minggu= Weekend Yessss!!!!! hai buat kamu2 yang suka atau hobi ama arung jeram nih guys @atmaja_dewata_tour kasih referensi #arungjeramsungaiayung yang pasti di bali. Arung jeram yang beda, kalau biasanya menawarkan tantangan kalau ini menawarkan keindahan. Panorama sepanjang sungai dan pahatan di tebing sungai semakin melengkapi keindahannya guys…. Tunggu apa lagi yuuk #atmajadewatatour anterin untuk menemani weekendmu…… #bali🌴 #sungaiayung #traveler #wisatabali

Sebuah kiriman dibagikan oleh Atmaja Dewata Tour's (@atmaja_dewata_tour) pada 24 Feb 2017 jam 4:24 PST

Untuk kamu pecinta wisata alam, kamu harus mencoba melakukan arung jeram.

Sungai Ayung menjadi salah satu tempat arung jeram favorit para turis.

Arung jeram ini dikategorikan sebagai kelas dua yang cocok untuk pemula, jadi kamu tidak perlu takut untuk mencoba.

Di perjalanan arung jeram, kamu akan disuguhkan panorama alam di kanan dan kiri sungai.

Tidak hanya itu, ditengah kamu juga dapat melihat seni ukir khas Bali yang terukir pada dinding sungai Ayung.

Kamu bisa datang ke Jalan Raya Ubud, Ubud, Kecamatan Ubud. Kamu akan dikenai biaya sekitar Rp350.000-Rp550.000 per orangnya, tergantung dari paket wisata arung jeram.

11. Desa Wisata Nyuh Kuning Ubud

Bagi kamu pecinta budaya Bali, jangan lupa untuk mengunjungi desa wisata ini. Kamu dapat merasakan budaya dan adat penduduk Desa Nyuh Kuning yang masih tradisional menjadikannya salah satu situs wisata budaya di Bali.

Rumah-rumah warga dapat dijadikan tempat menginap, kamu juga dapat berbaur dengan penduduk lokal dan merasakan suasana Bali tempo dulu.

Ada juga tempat makan yang menyajikan makanan tradisional Bali. Pada malam hari, kamu dapat melihat berbagai tarian tradisional khas Bali dengan membayar Rp 10.000 saja.

Wisata desa ini berada di Banjar Nyuh Kuning, Desa Mas, Kecamatan Ubud. Untuk sekedar berjalan-jalan disini, kamu tidak akan dikenai biaya masuk.

12. Desa Petulu

**Lihat postingan ini di Instagram

Desa bangau bersarang 🕊 atau penduduk setempat menyebutnya "Kokokan" (👈 yang jauh lebih menyenangkan untuk dikatakan) terletak sekitar 10-15 utara Ubud. Setiap malam menjelang senja, burung-burung terbang kembali ke desa dari seluruh penjuru pulau. Kalian bisa pergi ke desa Petulu untuk melihat burung-burung melalui Jl Tirta Tawar atau Jl Andong. • • 📸@speirsg #ubud #desapetulu #bali

Sebuah kiriman dibagikan oleh SORRY, SLOW RESPONSE :( (@polengbali_) pada 28 Mei 2019 jam 3:13 PDT

Selain Desa Wisata Nyuh Kuning Ubud, ada juga Desa Petulu.

Desa ini menjadi tempat koloni tetap untuk habitat burung bangau yang dalam bahasa Bali disebut juga kokokan atau kokoan.

Kamu dapat mengamati pola hidup burung ini sambil mendengarkan kicauannya yang menenangkan.

Burung kokokan dipercaya menjadi pengawal Ida Bhatara di Pura setempat.

Mereka juga menjaga desa dari gangguan hama persawahan. Tidak heran, populasi burung kokokan yang mencapai ribuan ini menyatu dengan kehidupan warga Desa Petulu.

Desa ini berada di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Disarankan untuk datang di sore hari karena disaat inilah ribuan burung kokoan kembali ke sarangnya.

Bila kamu datang di siang hari, kamu hanya dapat menemukan burung kokoan jantan saja.

13. Museum dan Galeri Seni Rudana Ubud

**Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dinda (@kamildinda) pada 10 Mei 2014 jam 8:50 PDT

Museum ini meramaikan deretan museum seni yang berada di Bali.

Sesuai dengan namanya, museum ini dimiliki oleh seniman sekaligus kolektor seni bernama Nyoman Rudana.

Museum yang berdiri 11 Agustus 1995 ini, menawarkan beragam koleksi seni dari seniman ternama di dunia.

Museum ini menawarkan karya seniman lokal Bali seperti, I Gusti Nyoman Lempad, I Gusti Ketut Kobot, Wayan Bendi, Made Wianta, dan lain-lain.

Ada juga karya seniman asing seperti, Antonio Blanco, Yuri Gorbachev (Rusia), Jafar Islah (Kuwait) dan Iyama Tadayuki (Jepang), dan masih banyak lagi.

Museum ini berada di Jalan Cokorda Rai Pudak No. 44, Desa Peliatan, Ubud. Museum terbuka untuk umum pada jam 08.00-17.00 Wita.

14. Pura Dalem Agung Padangtegal

**Lihat postingan ini di Instagram

I am went to Pura Dalem Agung in Monkey Forest National Road in Ubud,Bali #puradalemagungpadangtegal#pura #temple #worldtemple #loveindonesia #photography #travelphotography #traveller #afternoon #2019 #bali #baliindonesia #ubudmonkeyforest #ubudbali #puraindonesia #hotweather☀️ #greentemple #tempatwisatabali #travelaround #greencity#latepost

Sebuah kiriman dibagikan oleh Logan Davidson Sarsito (@logan_dav01) pada 14 Mei 2019 jam 2:02 PDT

Pura satu ini berada di bagian barat daya dari kawasan monkey forest Ubud.

Pura ini diperuntukan untuk memuja Dewa Siwa. Pura ini memiliki nama asli Pura Dalem Agung, tetapi karena banyaknya pura bernama sama, masyarakat lokal menambahkan kata Padangtegal.

Diperkirakan Pura Dalem Agung telah dibangun sekitar abad ke 14 pertengahan, ketika wilayah Ubud Bali di kuasai oleh dinasti Pejeng

. Kamu bisa melihat warga Hindu Bali menyelengarakan upacara keagmaan mereka.

Lokasi pura berada di Jalan Monkey Forest, Ubud, Kecamatan Ubud. Kamu hanya perlu membayar tiket masuk ke kawasan Monkey Forest saja.

15. Pura Gunung Lebah

**Lihat postingan ini di Instagram

Walk around the walls of the Pura Gunung Lebah Temple, a great example of how beautiful Balinese Temples are. . . . . . . . . . . . #puragununglebah#puragununglebahubud#gununglebahtemple#gununglebahtemple#puragununglebahtjampuhan#campuhan#campuhanridgewalk#campuhanvillage#villagelife#traveldestination#wonderfulplaces

Sebuah kiriman dibagikan oleh ami for the world (@laxmiii_sbdr) pada 6 Sep 2019 jam 7:22 PDT

Pura Gunung Lebah unik dikarenakan letaknya yang berada di bawah jembatan sungai Campuhan Ubud. Pura ini diprediksi dibangun pada abad ke 8 oleh seorang pendeta dari India bernama Rsi Markandeya.

Sejarah pura sangat terkait dengan nama desa Ubud.

Awalnya masyarakat membangun permukiman disekitar pura karena banyaknya tanaman obat di daerah sungai Campuhan.

Maka desa ini disebut Ubud yang berasal dari kata Ubad, artinya obat.

Dewa yang dipuja di Pura ini adalah Dewa Danuring Gunung Batur.

Pura ini memiliki peran dalam penyelenggaraan upacara pemberisihan alam yang diadakan setiap 100 tahun.

Setiap diadakannya upacara piodalan (upacara tahunan) di pura ini, akan dipentaskan kesenian tari Calonarang pura Gunung Lebah.

Pura ini berlokasi di Jalan Raya Ubud, Sayan, Kabupaten Gianyar, letaknya dekat dengan Museum Blanco Renaissance. Kamu tidak perlu membayar uang seperserpun untuk masuk, tapi kamu harus mematuhi aturan berpakaian yang berlaku.

16. Desa Junjungan

**Lihat postingan ini di Instagram

🎶😇 Musik tradisional terutama Gambelan adalah musik yg sudah lama ada bersama masyarakat ,mengiringi upacara-upacara suci yg dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Ngiring lestariang musik tradisional puniki🎶 #musiktradisional #taksubali #gambelan #tradisi #budaya #budayaorangbali #Bali #DesaJunjungan #upacara

Sebuah kiriman dibagikan oleh RATNASWARA OFFICIAL (@ratnaswaraofficial) pada 2 Jan 2017 jam 6:28 PST

Ubud terkenal dengan pertunjukan tarian tradisionalnya.

Kamu bisa melihat tarian tradisional ini di Desa Junjungan.

Sekitar 60 pria berpakaian sarung memberikan nyayian yang menegangkan, sementara penari menciptakan kembali sebuah kisah dari Ramayana.

Pertunjukan Kecak berlangsung setiap Senin pukul 19.00 malam di pura Desa Junjungan di Jalan Tirta Tawar. Kamu dapat menonton tarian ini dengan membayar Rp75.000 per orang.

17. Gunung Kawi Ubud

**Lihat postingan ini di Instagram

hari yg luar biasa melelahkan. si sepuh buluk (motor) rewel lg, akhirnya 3jam muter ubud gara2 tiap beberapa meter mati, terus tau kan tanjakan yg di deket pejeng itu? ga ngangkat dia.. ampe gw kudu jalan tiap tanjakan padahal blm tidur dr semalem krn lg dijalan otw bali kan… alhasil niatnya datengin 4 tempat jd cm 1, gunung kawi ubud doank. untung ya.. disini indah, sejuk, langit biru cerah, awan putih, capenya kebayaarr… perjuangin ya. the power of jalan2. hahaha… 📍 Gunung Kawi Ubud, Bali #gunungkawiubud #explorebali #ubud #exploreindonesia #pesonaindonesia #INDOTRAVELLER #onvacation #like4like #followme #travelphotography #naturephotography #nature #traveling #mandytravelbook

Sebuah kiriman dibagikan oleh Amanda Lucia🐰 (@amanda.lc) pada 6 Feb 2018 jam 4:07 PST

Gunung Kawi merupakan bangunan candi yang dipahat di dinding baru setinggi tujuh meter.

Tempat ini merupakan komplek pemakaman Raja Anak Wungsu dan istri-istirnya.

Situs ini diperkirakan sudah ada di sekitar abad ke-11.

Untuk mencapai situs ini, kamu harus menuruni sebanyak 371 anak tangga.

Selama perjalanan turun, kamu akan disuguhi permandangan sawah dan panorama alam khas Bali.

Situs ini berada di Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar dengan jarak 18 km dari Ubud. Biaya masuknya, sekitar Rp 15.000. Biaya masuk sudah termasuk dengan sewa kain sarung yang menjadi kewajiban jika memasuki wilayah ini.

18. Pura Kehen

**Lihat postingan ini di Instagram

Salva a foto que lá vem dica boa!! ⠀ Ubud é a região com maior concentração de templos hindus da ilha de Bali! Em cada esquina você vai respirar cultura! Sem dúvidas Ubud não pode ficar de fora de nenhum roteiro pela Indonésia! E sugiro pelo menos 3 noites por lá! 👌🏼 ⠀ Aqui listei os 5 templos mais bonitos e interessantes para visitar em Ubud e redondezas: ⠀ 🕉️ Pura Kehen (templo construído no século XI na encosta de uma floresta e é o templo onde tirei essa foto) ⠀ 🕉️ Pura Taman Saraswati (bem no centro de Ubud, com Bella arquitetura e jardim cheio de flor de lótus, ainda com entrada gratuita) ⠀ 🕉️ Pura Tirta Empul (mesmo sendo lotado, é o principal templo de purificação de Bali, leve roupas para trocar se for se banhar) ⠀ 🕉️ Pura Gunung Kawi Sebatu (também um templo de purificação, porém menos conhecido e num lugar lindo cheio de verde) ⠀ 🕉️ Goa Gajah (templo com uma entrada de elefante para dentro de uma caverna) ⠀ ⠀ #MochilaEmBali #purakehen #balicili #360bali #balilife #explorebali

Sebuah kiriman dibagikan oleh Mochila, Câmera e Ação (@mochilacameraacao) pada 15 Jul 2019 jam 2:25 PDT

Kamu dapat menemukan banyak candi peninggalan masa lampau di Bali, salah satunya Pura Kehen.

Pura ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1206 dengan ketinggian 11 tingkatan.

Pura ini disebut-sebut sebagai candi paling menarik di Bali.

Pasalnya, kamu dapat melihat ukiran-ukiran rumit di dinding dari pura ini.

Lokasinya berada di sebelah utara pusat kota Bangli atau sekitar 30 menit dari Ubud, tepatnya di Jalan Sriwijaya, Bangli. Untuk dapat masuk, kamu akan dikenai biaya Rp 6000 per orang.

 19. Istana Tampak Siring

**Lihat postingan ini di Instagram

It's Friday already, and out of nowhere, came a contemplation that reminded me about how certain qualities in you could attract toxic people.. This came after reading a random article that I guess quite interesting.., lf a person: has little to no boundary, is a 'ride or die' individual meaning that the person is extremely loyal no matter what, good person, great person but he/she does not know how fabulous he/she is, then that person can be a magnet to a toxic people. . . . . Sitting in front of one of the gate at Istana Tampak Siring, Bali.. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . #photography #instaphoto #instapic #travelphotography #travel #trip #wander #adventure #explorer #jalanjalanseru #istanatampaksiring #ubud #bali #palace #park #trees #gate #structure #landscape #nature #naturephotogtaphy #bluesky #cloud #garden #like4likes #f4f #l4ls

Sebuah kiriman dibagikan oleh D|P|Wiratmadja (@dpwiratmadja) pada 29 Agu 2019 jam 5:26 PDT

Istana Tampak Siring meramaikan deretan wisata sejarah yang ada di Ubud.

Tempat ini menjadi tempat Presiden dan tamu negara saat berkujung ke Bali.

Istani ini dibagun 1957 dan mengalami penambahan bangunan pada tahun 2003.

Komplek Istana Tampaksiring terdiri atas empat gedung utama yaitu Wisma Merdeka, Wisma Yudhistira, Wisma Negara, dan Wisma Bima.

Komplek istana ini berada di Jalan Tampaksiring, Manukaya, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar atau sekitar 15 km dari pusat Ubud. Biaya masuk sekitar Rp 30.000 per orang dari Pura Tirta Empul. 

20. Bali Bird & Reptile Park

**Lihat postingan ini di Instagram

😍😍

Sebuah kiriman dibagikan oleh Afrodite Zegers (@afroditezegers) pada 19 Jul 2019 jam 10:50 PDT

Menjadi salah satu pilihan wisata keluarga di Bali untuk liburan akhir tahun.

Taman yang berluas dua hektar ini, memiliki sekitar 1000 dari 250 jenis burung yang berbeda.

Selain burung, kamu juga dapat melihat dan mempelajari 2000 jenis tanaman tropis. Ada juga berbagai jenis reptil langkah seperti komodo, ular, katak, dan buaya.

*Taman ini berada di Jalan Serma Cok Ngurah Gambir Singapadu, Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, tepatnya 11,3 km dari Ubud. *

Biaya masuk ke taman ini sekitar Rp 400.000 per orang.

Artikel Asli