2 Pengangguran Jadi Polisi Gadungan di Surabaya hingga Sekap Wanita, Pas Diinterogasi Diam Saja

Tribunnews.com Dipublikasikan 22.56, 11/12/2019
Ilustrasi penculikan.

TRIBUNNEWS.COM - Dua warga Surabaya, Agus Widodo (45) dan Musrizal (53) mengaku sebagai polisi yang berdinas di Polda Jawa Timur.

Kini kedua pria itu harus meringkuk di balik jeruji besi setelah menjadi polisi gadungan untuk melancarkan aksi jahatnya.

Diketahui, Agus merupakan warga Kelurahan Banyuurip, Sawahan, sedangkan Musrizal adalah warga Manukan Wetas, Tandes.

Kedua pria paruh baya itu mengaku polisi untuk menyekap seorang perempuan.

Korbannya adalah Tri Kurniawati, warga Desa Boboh, Kecamatan Menganti, Gresik.

Wanita berusia 38 tahun itu langsung dituduh telah menjual obat tanpa izin Dinas Kesehatan.

Selain dituduh, korban diancam akan dibawa ke Polda Jatim dan dijebloskan ke penjara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi penyekapan dan pemerasan itu terjadi pada Minggu (8/12/2019) sore pukul 16.00 WIB.

Kedua pelaku mengenakan kaus berkerah berwarna hitam dan merah.

Mereka mendatangi korban dengan mengendarai mobil Daihatsu Xenia dengan plat nomor palsu L 1260 IP dan mengaku sebagai anggota polisi di Polda Jatim.

Tanpa mengeluarkan surat tugas, kedua pelaku langsung memaksa korban masuk ke dalam mobil.

Mereka menuduh korban menjual obat nyeri dan sakit gigi tanpa sepengetahuan Dinas Kesehatan.

Melihat korbannya takut, kedua pria pengangguran ini lantas mengancam jika tidak memberikan sejumlah uang sebagai tutup mulut, maka langsung dibawa ke Mapolda Jatim untuk dijebloskan ke penjara.

Korban pun menuruti keinginan kedua pelaku tersebut.

Setelah memberikan sejumlah uang, korban langsung disuruh keluar, dan kasus jual beli pil untuk nyeri dan sakit gigi itu selesai.

Pelaku langsung pergi untuk kembali, ngakunya, ke Mapolda Jatim.

Seusai dilepaskan, korban langsung menghubungi Polsek Menganti untuk segera melakukan tindakan.

Sejumlah anggota Polsek Menganti langsung melakukan pengejaran dengan ciri-ciri kendaraan yang telah diberikan oleh korban.

Tidak membutuhkan waktu lama.

Mobil pelaku berhasil dihadang petugas di Jalan Raya Hendrosari, Kecamatan Menganti.

Kedua pelaku itu langsung dibawa ke Mapolsek Menganti, meski sempat mengelak telah melakukan penyekapan dan pemerasan.

Dua polisi gadungan ini langsung digelandang.

Saat diinterogasi dalam waktu yang cukup lama, para pelaku hanya terdiam.

Terlebih saat ditanya pangkat dan jabatannya di Korps Bhayangkara.

"Kami berdua bukan polisi sungguhan. Hanya berpura-pura untuk menakuti korban," ucap Agus Widodo kepada petugas di Mapolsek Menganti.

Diketahui, aksi pemerasan dan penyekapan itu telah disiapkan sebelumnya.

Buktinya, petugas juga menemukan plat mobil asli dan plat mobil palsu berada di dalam mobil.

Sementara itu, Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno melalui Kanit Reskrim Aiptu Agus Stya Margono menuturkan, kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Disinggung sudah berapa lama mereka beraksi sebagai polisi gadungan, pihaknya masih melakukan penyidikan.

"Sejumlah barang bukti berupa nopol palsu L 1260 IP dan nopol asli L 1178 XF. Satu unit handphone dan mobil Xenia serta uang tunai Rp 2 juta kita amankan," ujarnya, Rabu (11/12/2019).

Kini kedua polisi gadungan ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Mereka yang sempat berpura-pura mengancam korban akan dijebloskan ke penjara malah terperangkap senjata makan tuan.

Dua warga Surabaya ini dijerat dengan pasal 368 ayat (1) Jo pasal 53, Jo pasal 333 ayat (1) Jo pasal 335 ayat (1) KUHP. (Suryamalang.com)

Artikel Asli