2 Kursi Menteri Ini Jangan Sampai Diisi Orang yang Salah, Akibatnya Fatal

Suara.com Dipublikasikan 04.37, 18/10/2019 • Iwan Supriyatna
Ilustrasi kursi menteri [dok.Boston Globe]
Ilustrasi kursi menteri [dok.Boston Globe]

Suara.com - Jelang pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2019 mendatang hal yang paling ditunggu adalah susunan menteri-menteri kabinet kerja yang bakal jadi pembantu Presiden.

Dalam pemilihan menteri-menteri ini, Jokowi diminta memilih Menteri yang berani, menyerang dan punya strategi terobosan dalam mengeksekusi setiap keinginan dan program Presiden.

"Kita perlu kejelasan strategi. Baru dari situ turunkan program-program. Oh ini cocok menterinya kayak gini nih. Kita pengen strateginya menyerang. Kita butuh sosok-sosok menteri yang berani punya gagasan dan terobosan," kata Piter Redjalam Abdullah Ekonom Centre of Reform on Economics (CORE) di Hotel Westin, Kamis (17/10/2019) kemarin.

Ibarat Pemain bola, lanjut Piter susunan line-up dan startegi menteri-menteri harus jelas dalam setiap menjalankan instruksi Presiden. Siapa yang jadi 'coach' siapa yang jadi 'owner'.

"Saya selalu mengibaratkannya bola kaki. Seharusnya bayangan saya dalam kabinet. Menko harusnya seperti coach, manager dia yang punya strategi. Pak Presiden Owner. Menteri Keuangan harusnya jadi kapten, dia yang harus menjelaskan karna dia menjalankan semua kementerian, yang punya anggaran dia, yang nyusun dia. Yang eksekusi dia," katanya.

Piter pun bilang sosok sentral dari susunan kabinet kerja nanti adalah posisi Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan.

"Saya fokus di Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan. Dua sosok inilah yag paling sentral mau kemana. Kalau dua ini kuat, relatif yang lain bisa merangkul dan menyinergikan," katanya.

Artikel Asli