2 Bulan Berlalu, Penangangan Tumpahan Minyak Karawang Sesuai Standar Global?

Okezone.com Dipublikasikan 01.53, 20/09/2019 • Dani Jumadil Akhir
2 Bulan Berlalu, Penangangan Tumpahan Minyak Karawang Sesuai Standar Global?
PT Pertamina (Persero) telah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan kebocoran gas dari sumur YYA-1.

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) telah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan kebocoran gas dari sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ). Kebocoran ini berujung pada tumpahan minyak yang menyebar ke perairan Karawang.

Hingga saat ini penanganan terus dilakukan. Tercatat sudah dua bulan lamanya kasus ini terjadi dan belum selesai.

Lalu apakah upaya penghentian kebocoran gas oleh Pertamina telah sesuai dengan prosedur?

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai penanganan tumpahan minyak di perairan Karawang, Jawa Barat yang dilakukan Pertamina selama dua bulan ini sesuai dengan standar industri migas di berbagai belahan dunia.

"Sudah tepat, sesuai dengan SOP (standart operational procedure) global,” kata Komaidi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Menurut dia, sudah seharusnya Pertamina melakukan penanganan berlapis seperti saat ini, yakni tidak hanya berusaha menutup sumur YYA-1 yang menjadi pusat kebocoran, namun juga membuat barikade agar tumpahan minyak tidak meluas, yang antara lain dilakukan melalui barikade oil boom.

 

Tumpahan Minyak di Karawang

Selain itu, lanjutnya, juga berusaha membersihkan ceceran minyak yang terbawa ombak hingga ke pantai. Termasuk di antaranya, melalui upaya pemberdayaan yang dilakukan kepada nelayan.

“Yang dilakukan Pertamina sudah proaktif, baik aspek teknis maupun aspek demografis dengan menata masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Hingga saat ini, Pertamina terus fokus menangani tumpahan minyak. Untuk menutup sumur YYA-1 yang bocor, BUMN tersebut melakukan pengeboran miring (relief well) di dekat sumur tadi.

Pengeboran relief well dilakukan, untuk mencapai sumur YYA-1 sebagai target. Dan sampai saat ini, proses pengeboran sudah mencapai kedalaman 8.900 kaki dari target 9 ribu kaki.

“Kecepatan pengeboran juga sesuai standar. Upaya ini juga istimewa, karena di dasar laut. Pertamina tidak membiarkan berlarut-larut, karena memang terdapat risikonya ke ekosistem laut,” kata Komaidi.

Terkait SOP global juga, Komaidi menegaskan bahwa penanganan memang harus dilakukan dengan segera, termasuk melakukan evakuasi jika memang diperlukan.

Tumpahan Minyak di Karawang
Artikel Asli