Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

MTI Minta Pemerintah Perhatikan Pemudik Lokal di Luar Jawa

Pengendara motor melintas di Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (14/5). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai pemerintah hanya fokus menangani mudik lebaran di Jabodetabek sebagai sumber dan Jawa sebagai tujuan. Namun melupakan pemudik lokal di daerah lain.

"Fokus banyak pihak masih tradisional. Yang dianggap sumber adalah DKI-Jabodetabek dan yang dianggap tujuan adalah daerah lain," kata Ketua MTI Wilayah DKI Jakarta, Yusa Cahya dalam sebuah diskusi virtual tentang evaluasi angkatan selama mudik lebaran yang diadakan oleh MTI, Sabtu (14/5).

Cahya menuturkan, sudah terjadi perubahan demografi di mana aktivitas mudik juga terjadi di dalam kota seperti antar warga yang tinggal di Bandung menggunakan jalur arteri. Menurutnya, perhatian terjadap mudik lokal ini minim.

"Ini kok orang merhatiin DKI aja, yang lain malah nggak diperhatikan, apalagi di luar Jawa. Sumatera masih ada Pelabuhan Bakauheni, tapi tidak ada yang membahas bagaimana sih mudik di Sulawesi, bagaimana mudik di NTB, sementara ada bus dari Jakarta ke NTB, bagaimana Kalimantan," tuturnya.

"Ini kayanya harus mulai kita rubah pola pikirnya dan bagaimana caranya mudik itu jangan reaksional gitu lho, jadi ada masalah baru dipikir. Harus ada planning," sambungnya.

Dia pun mendorong agar mulai saat ini pemerintah harus berpikir di luar dari kebiasaan. Dia juga mengingatkan akan rasa keadilan bagi masyarakat.

"Kita harus adil untuk seluruh rakyat, bukan hanya adil untuk pengguna tol," pungkasnya

Artikel Asli