13 Kru Garuda Indonesia yang Diisolasi di RSKI Covid-19 Pulau Galang Negatif Corona

Kompas.com Dipublikasikan 12.41, 02/07 • Kontributor Batam, Hadi Maulana
ANTARA/MUHAMMAD DEFFA
Pesawat Garuda Indonesia

BATAM, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Batam dr Didi Kusmarjadi mengatakan hasil dati tes swab tenggorokan yang dilakukan kepada 13 kru maskapai pesawat Garuda Indonesia yang saat ini menjalani isolasi dan karantina di RSKI Covid-19 Pulau Galang negatif.

"Alhamdulillah hasil Swab mereka negatif, namun hingga kini mereka masih jalani karantina di RSKI Covid-19 Batam," kata Didi melalui telepon ke Kompas.com, Kamis (2/7/2020).

Didi juga mengatakan saat ini kondisi 13 kru Garuda yang menjalani karantina dalam keadaan sehat dan sama sekali tidak ada gangguan apapun, bahkan kondisinya cenderung stabil.

Baca juga: Penumpang Garuda Rute India-Fiji Meninggal di Pesawat, Hasil Tes Swab-nya Negatif

Untuk penumpang sendiri, Didi melanjutkan semuanya sudah dilakukan swab saat berada di India, dan Batam hanya menjadi tempat transit serta pertukaran kru.

"Rute pesawat carter tersebut yakni Medan - Delhi - Batam - Merauke - Fiji," kata Didi.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 13 kru pesawat yang terdiri dari pramugari maupun pilot Garuda Indonesia harus menjalani isolasi di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Covid-19 Pulau Galang di Batam.

Hal ini dilakukan setelah pesawat yang dicarter Pemerintah Fiji ini mengalami insiden, yakni salah satu penumpangnya meninggal saat dalam perjalanan.

Baca juga: Satu Penumpang Garuda Rute India-Fiji Meninggal, 13 Kru Jalani Swab dan Isolasi di Pulau Galang

 

Sehingga, pesawat mendarat di Batam dan krunya langsung dilakukan karantina 14 hari.

Pesawat tersebut merupakan pesawat carter Pemerintah Fiji karena membawa pulang warga negaranya yang bertolak dari India menuju Fiji, namun saat mendarat di Thailand ada satu penumpang yang meninggal dunia.

Sehingga begitu pesawat tiba di Batam, maka kru pesawat diturunkan dan diganti, dan untuk yang turun langusung dikarantina di RSKI Covid-19 Pulau Galang.

Penulis: Kontributor Batam, Hadi MaulanaEditor: Aprillia Ika

Artikel Asli