10 Penemuan Medis yang Paling Berpengaruh hingga Saat Ini

Merdeka.com Dipublikasikan 17.50, 05/08/2020

                Ilustrasi penelitian. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/emin kuliyev
Penemuan medis yang terjadi ini membantu memecahkan masalah kesehatan yang tak terobati sebelumnya. Penemuan ini menjadikan masalah kesehatan yang sebelumnya berbahaya menjadi suatu hal yang bisa dikendalikan dan ditangani.

Dunia medis terus berkembang seiring dengan kemajuan jaman. Sejumlah penyakit yang pada masa lalu dianggap tidak terobati, pada saat ini menjadi lebih bisa diobati dan diatasi.

Terjadinya hal ini tak lepas dari sejumlah penemuan di dunia medis. Sejumlah penemuan ini membantu dalam penanganan masalah kesehatan yang terjadi.

Penemuan medis yang terjadi ini membantu memecahkan masalah kesehatan yang tak terobati sebelumnya. Penemuan ini menjadikan masalah kesehatan yang sebelumnya berbahaya menjadi suatu hal yang bisa dikendalikan dan ditangani.

Penemuan medis ini menjadi suatu cara penanganan yang umum dilakukan pada sat ini namun merupakan sebuah revolusi besar di masa lalu. Banyak nyawa yang bisa terselamatkan berkat penemuan ini.

Perkembangan medis seiring waktu ini bahkan masih bermanfaat dan digunakan hingga saat ini. Dilansir dari Proclinical, berikut sejumlah penemuan medis yang paling berpengaruh di dunia.

Vaksin (1796)

Vaksin merupakan salah satu temuan medis yang paling berpengaruh pada saat ini. Hal ini tidak ditemukan dengan mudah dan membutuhkan waktu yang sangat panjang serta proses yang kompleks.

Vaksin mulai dikembangkan oleh Edward Jenner pada tahun 1796 untuk mengatasi masalah cacar. Pada tahun 1800an hingga 1900an, sejumlah vaksin terus dikembangkan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan paling mematikan saat itu seperti rabies, tuberkolosis, maupun kolera.

Hingga saat ini, penemuan dan pengembangan vaksin masih terus dilakukan dan menjadi harapan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Penggunaan vaksin juga masih terus dilakukan hingga saat ini untuk melindungi dari berbagai penyakit yang berbahaya dan mematikan.

Anastesi (1846)

Sebelum penggunaan anastesi atau bius pada pertengahan abad-19, operasi biasanya menjadi cara terakhir perawatan dan tak jarang berakhir kematian karena rasa sakit yang muncul. Walau sejak masa lalu digunakan dengan berbagai obat-obatan tradisional, namun obat bius baru benar-benar ditemukan pada tahun 1846 oleh William T. G. Morton.

Pada saat itu, kloroform digunakan sebagai obat bius walau masih belum benar-benar aman. Hingga saat ini, anastesi masih terus dikembangkan untuk membantu meringankan rasa sakit pada saat terjadinya operasi.

Teori Kuman Penyakit (1861)

Sebelum muncul teori kuman penyakit, penyakit sering disebut muncul dan terjadi secara spontan. Pada saat itu, pakar kesehatan menganggap bahwa penyakit bisa muncul begitu saja di udara dan tidak menyebar atau ditularkan dari kulit ke kulit.

Pada tahun 1861, mikrobiologis asal Prancis, Louis Pasteur melakukan ekseprimen dan menemukan organisme mikroskopik tertentu atau patogen. Pemahaman ini menjadi titik penting untuk mengatasi, mengontol, dan mencegah penyakit. Cara ini membantu mencegah epidemi yang menyebabkan ribuan kematian tiap tahun akibat wabah seperti disentri.

Pencitraan Medis (1895)

Pencitraan medis yang pertama digunakan dan ditemukan adalah X-ray pada tahun 1895 oleh Wilhelm Conrad Rontgen. Temuan tak sengaja ini menjadi salah satu temuan terbesar di dunia medis karena bisa membantu menemukan di mana masalah berada.

Pada tahun 1955, ditemukan pencitraan medis lain berupa ultrasound yang membantu dalam pencitraan sebelum kehamilan, serta kondisi abnormal pada pinggul dan perut. Selanjutnya pada 1967, CT scan ditemukan dan dilanjutkan oleh penemuan MRI pada tahun 1973.

Penisilin (1928)

Penisilin ditemui pada tahun 1928 oleh Alecander Fleming dan merupakan antibiotik pertema yang menjadi kunci melawan bakteri mematikan. Temuan ini baru diakui secara luas pada tahun 1940 ketika mulai diproduksi secara massal.

Hingga saat ini, antibiotik terus dikembangkan karena munculnya sejumlah bakteri yang diketahui resisten terhadap antibiotik yang ada. Walau begitu, jenis obat ini telah menjadi salah satu temuan medis paling berpengaruh hingga saat ini.

Transplantasi Organ (1954)

Pada Desember 1954, tranplantasi ginjal pertama yang berhasil dilakukan oleh Dr Joseph Murray dan Dr David Hume di Boston, AS. Keberhasilan ini merupakan salah satu temuan terbesar pada dunia medis.

Transplantasi paru-paru dilakukan pertama kali pada 1963, pankreas pada 1966, serta jantung dan hati pada 1967. Selain menyelamatkan banyak nyawa, prosedur transplantasi juga semakin kompleks dan inovatif hingga berhasil melakukan transplantasi pada tangan dan wajah pada saat ini.

Obat Antivirus (1960-an)

Sejumlah virus berbahaya seperti cacar air, influenza, dan hepatitis telah membahayakan nyawa manusia sepanjang sejarah. Obat antivirus akhirnya benar-benar ditemukan dan berhasil pada tahun 1960-an.

Sulitnya obat untuk mengatasi virus membutuhkan banyak waktu untuk mengalahkannya tanpa menimbulkan dampak bahaya pada tubuh. Melalui berbagai percobaan dan penemuan, obat antivirus mulai ditemukan untuk mengatasi sejumlah masalah kesehatan yang terjadi.

Terapi Sel Induk (1970-an)

Terapi sel induk atau stem sel ditemukan pada medio 1970-an dan berdampak luar biasa. Terapi ini bisa membantu mengatasi leukimia serta penyakit yang berhubungan dengan darah lainnya maupun sum-sum tulang belakang.

Penelitian telah dilakukan untuk menggunakan sel punca ini dalam mengatasi cedera tulang belakang dan masalah otak lain seperti Alzheimer's, parkinson, serta stroke. Walau begitu masih terdapat tantangan besar terkait etika dalam penemuan ini.

Terapi Imun (1970-an)

Terapi imun yang berupa penanganan untuk menstimulasi sistem imun untuk melawan penyakit telah digabungkan selama lebih dari seratus tahun. Temuan cara penanganan ini mulai dilakukan pada 1890an ketika William B. Coley coba menyuntikkan bakteri tidak aktif pada kanker.

Pada tahun 1970-an terapi antibodi mulai dikembangkan dan pada tahun 1991 vaksin kanker ditemukan. Pada 10 tahun terakhir, immuno-onkologo merupakan salah satu terapi kanker paling revolusioner yang ditemukan.

Artificial intelligence (Abad 21)

Atificial Intelligence atau kecerdasan buatan mengalami perkembangan secara bertahap pada beberapa puluh tahun terakhir. Temuan ini juga memiliki pengaruh yang besar pada dunia kesehatan saat ini.

Penemuan teknologi ini berupa pengembangan teknologi diagnosis bahkan dalam operasi. Seiring berkembangnya teknologi, kecerdasan buatan ini akan berperan lebih besar dalam dunia kesehatan.

Sejumlah temuan besar tersebut memiliki peran yang sangat besar dalam perkembangan dunia kesehatan. Sejumlah temuan tersebut telah menjadi suatu hal yang umum pada penanganan kesehatan di saat ini.

Artikel Asli