Mengenal Nganteuran, Tradisi Bertukar Makanan Saat Lebaran ala Masyarakat Sunda

Merdeka.com Dipublikasikan 10.14, 24/05/2020

                Rantang Makanan. shutterstock ©2020 Merdeka.com
Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang sangat ditunggu oleh setiap umat muslim. Salah satu yang wajib dilakukan pada saat Lebaran adalah tradisi silaturahmi yang dilaksanakan saat hari kemenangan tiba.

Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang sangat ditunggu oleh setiap umat muslim. Salah satu yang wajib dilakukan pada saat Lebaran adalah tradisi silaturahmi yang dilaksanakan saat hari kemenangan tiba.

Di Jawa Barat terdapat tradisi unik yang selalu dilaksanakan saat Hari Raya Idul Fitri, yaitu tradisi Ngateuran. Tradisi ini dilakukan dengan saling bertukar makanan menggunakan sebuah rantang yang berisi makanan khas Lebaran sebagai upaya untuk mempererat tali persaudaraan dan saling menghormati antar sesama.

Biasa Dilaksanakan Pada Hari-Hari Terakhir Ramadan

Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Dilansir dari budayajawa.id, tradisi Nganteuran biasanya dilaksanakan di hari Lebaran atau 2 hari sebelumnya. Tradisi tersebut telah berlangsung secara turun temurun di wilayah Jawa Barat bagian selatan seperti wilayah Bandung, Pangandaran, Tasikmalaya, hingga Garut.

Dalam tradisi Nganteuran, yang lazim diantar adalah makanan khas Lebaran seperti ketupat, sambal goreng kentang, opor ayam, beragam jenis kue kering, kopi instan, dan beberapa bungkus rokok yang merupakan kegemaran para orang tua di sana.

Ajang Silaturahmi kepada Orang Tua

Menurut Wawan Suryawan, tokoh masyarakat di Desa Cikalong Kecamatan Sodong Hilir, tradisi Nganteuran di Provinsi Jawa Barat sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat di sana akan membawa makanan khas Lebaran menggunakan rantang. Tradisi ini umumnya dilakukan oleh kalangan muda kepada orang yang lebih tua.

“Tujuan utamanya tentu sangat jelas yaitu untuk bersilaturahmi karena orang sunda di Jawa Barat memiliki tali persaudaraan yang begitu erat,” ujar Wawan dilansir dari sergapreborn.id.

Saling Menghormati Melalui Media Makanan

Wawan menjelaskan, salah satu hal yang menarik dari tradisi bertukar makanan tersebut terletak pada satu rantang yang digunakan oleh seluruh warga. Menurutnya satu rantang bisa dipakai untuk bertukar makanan dari seluruh tetangga di wilayahnya.

Selain itu dalam tradisi tersebut, tidak ada perasaan saling mencela terkait makanan yang diberikan. Masyarakat menerima dengan suka cita dan bisa memastikan bahwa para tetangga memiliki makanan di Hari Raya Lebaran.

“Menariknya, tidak ada yang saling mencela terhadap masakan yang diberikan. Bahkan, saling memberi satu sama lainnya dalam hal masakan tersebut. Hal seperti inilah yang penting untuk menjaga persatuan bangsa,” pungkas Wawan.

Artikel Asli