Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Bacaan Surat Maryam lengkap Arab, latin, dan terjemahan

Brilio.net Dipublikasikan 06.41, 14/01
foto: pexels.com
Surat yang terdiri dari 98 ayat ini menceritakan beberapa kisah, mulai dari wanita suci keturunan Bani Imran, Siti Maryam, hingga Nabi Zakariya.

Brilio.net - Surat Maryam merupakan surat ke-19 dalam Al-Quran yang diturunkan di Mekkah. Surat yang terdiri dari 98 ayat ini menceritakan beberapa kisah, mulai dari wanita suci keturunan Bani Imran, Siti Maryam, hingga Nabi Zakariya AS.

Surat Maryam juga disebut sebagai surat Kaf Haa Yaa Ain Shaad yang diambil dari kata di ayat pertama surat ini. Dalam ayat 1-11, dijelaskan mengenai Nabi Zakariya yang memohon keturunan kepada Allah SWT melalui doa. Permohonan Nabi Zakariya pun dikabulkan oleh Allah karena ia menginginkan keturunan yang dapat dididik untuk menjadi nabi setelahnya.

Selain Nabi Zakariya, surat Maryam juga mengisahkan perjuangan Maryam yang melahirkan Nabi Isa AS. Ia menjalani kehamilan tanpa mendapatkan bantuan. Bahkan Maryam mendapat hujatan dari orang-orang sekitarnya. Kehamilan Maryam menjadi bukti kekuasaan Allah SWT dan hal ini dijelaskan dalam surat ini di ayat ke-21 yang berbunyi, "Dia (Jibril) berkata, "Demikianlah." Tuhanmu berfirman, "Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan."

Ketika membaca surat Maryam, kamu akan mendapatkan beberapa keutamaan, diantaranya mendapatkan ketenangan saat persalinan, membuat anak menjadi berbakti kepada orang tua, dan meningkatkan kecerdasan janin. Supaya kamu bisa mendapatkan keutamaan dan belajar banyak dari surat Maryam, kamu bisa membaca surat tersebut. Nah, berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Jumat (14/1), inilah bacaan surat Maryam yang lengkap dengan huruf Arab, latin, dan terjemahannya.

1.

Kaaaf-Haa-Yaa-'Ayyyn-Saaad
Kaf Ha Ya 'Ain Shad

2.

Zikru rahmati Rabbika 'abdahuu Zakariyya
(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,

3.

Iz naadaa Rabbahuu nidaaa'an khafiyyaa
(yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.

4.

Qoola Rabbi innii wahanal'azmu minnii washta'alar raasu shaibanw wa lam akum bidu'aaa'ika Rabbi shaqiyyaa
Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.

5.

Wa innii khiftul mawaa liya minw waraaa'ii wa kaana tim ra atii 'aairan fahab lii mil ladunka waliyyaa
Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu,

6.

Yarisunii wa yarisu min aali Ya'quub, waj'alhu Rabbi radiyya
yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai."

7.

Yaa Zakariyyaaa innaa nubashshiruka bighulaami nismuhuu Yahyaa lam naj'al lahuu min qablu samiyyaa
(Allah berfirman), "Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya."

8.

Qoola Rabbi annaa yakuunu lii ghulaamunw wa kaanatim ra atii aaqiranw wa qad balaghtu minal kibari 'itiyyaa
Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?"

9.

Qoola kazaalika qoola Rabbuka huwa 'alaiya haiyinunw wa qad khalaqtuka min qablu wa lam taku shai'aa
(Allah) berfirman, "Demikianlah." Tuhanmu berfirman, "Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali."

10.

Qoola Rabbij 'al liii Aayah; qoola Aayatuka allaa tukalliman naasa salaasa layaalin sawiyyaa
Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda." (Allah) berfirman, "Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat."

11.

Fakharaja 'alaa qawmihii minal mihraabi fa-awhaaa ilaihim an sabbihuu bukratanw wa 'ashiyyaa
Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang.

12.

Yaa Yahyaa khuzil Kitaaba biquwwatinw wa aatainaahul hukma saiyyaa
Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh." Dan Kami berikan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak,

13.

Wa hanaanam mil ladunnaa wa zakaatanw wa kaana taqiyyaa
dan (Kami jadikan) rasa kasih sayang (kepada sesama) dari Kami dan bersih (dari dosa). Dan dia pun seorang yang bertakwa,

14.

Wa barram biwaalidayhi wa lam yakum jabbaaran 'asiyyaa
dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, dan dia bukan orang yang sombong (bukan pula) orang yang durhaka.

15.

Wa salaamun 'alaihi yawma wulida wa yawma yamuutu wa yawma yub'asu haiyaa
Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali.

16.

Wazkur fil Kitaabi Maryam; izin tabazat min ahlihaa makaanan shariqyyaa
Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur'an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis)

17.

Fattakhazat min duunihim hijaaban fa arsalnaaa ilaihaa ruuhanaa fatamassala lahaa basharan sawiyyaa
lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.

18.

Qoolat inniii a'uuzu bir Rahmaani minka in kunta taqiyyaaDia
Dia (Maryam) berkata, "Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa."

19.

Qoola innamaa ana rasuulu Rabbiki li ahaba laki ghulaaman zakiyyaa
Dia (Jibril) berkata, "Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci."

20.

Qoolat anna yakuunu lii ghulaamunw wa lam yamsasnii bashrunw wa lam aku baghiyyaa
Dia (Maryam) berkata, "Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!"

21. Qoola kazaaliki qoola Rabbuki huwa 'alaiya yaiyimunw wa linaj 'alahuuu Aayatal linnaasi wa rahmatam minnaa; wa kaana amram maqdiyyaa
Dia (Jibril) berkata, "Demikianlah." Tuhanmu berfirman, "Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan."

22. Fahamalat hu fantabazat bihii makaanan qasiyyaa
Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

23. Fa ajaaa 'ahal makhaadu ilaa jiz'in nakhlati qoolat yaa laitanii mittu qabla haazaa wa kuntu nasyam mansiyyaa
Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, "Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan."

24. Fanaadaahaa min tahtihaan allaa tahzanii qad ja'ala Rabbuki tahtaki sariyyaa
Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

25. Wa huzziii ilaiki bijiz 'in nakhlati tusaaqit 'alaiki rutaban janiyyaa
Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.

26. Fakulii washrabii wa qarrii 'ainaa; fa immaa tarayinnna minal bashari ahadan faquuliii innii nazartu lir Rahmaani sawman falan ukallimal yawma insiyyaa
Maka makan, minum dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini."

27. Fa atat bihii qawmahaa tahmiluhuu qooluu yaa Maryamuu laqad ji'ti shai'an fariyyaa
Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, "Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.

28. Yaaa ukkhta Haaruuna maa kaana abokim ra-a saw'inw wa maa kaanat ummuki baghiyyaa
Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina."

29. Fa ashaarat ilaih; qooluu kaifa nukallimu man kaana fil mahdi sabiyyaa
Maka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?"

30. Qoola innii 'abdullaahi aataaniyal Kitaaba wa ja'alanii Nabiyyaa
Dia (Isa) berkata, "Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.

31.

Wa ja'alanii mubaarakan aina maa kuntu wa awsaanii bis Salaati waz Zakaati maa dumtu haiyaa
Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

32.

Wa barram biwaalidatii wa lam yaj'alnii jabbaaran shaqiyyaa
dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

33.

Wassalaamu 'alaiya yawma wulittu wa yawma amuutu wa yawma ub'asu baiyaa
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali."

34.

Zaalika 'Eesab-nu Marya; qawlal haqqil lazii fiihi yamtaruun
Itulah Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya.

35.

Maa kaana lillaahi ai yattakhiza minw waladin Subhaanah; izaa qadaaa amran fa innamaa yaquulu lahuu kun fa yakuun
Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.

36.

Wa innal laaha Rabbii wa Rabbukum fa'buduuh; haazaa Siraatum Mustaqiim
(Isa berkata), "Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus."

37.

Fakhtalafal ahzaabu mim bainihim fawailul lillaziina kafaruu mim mashhadi Yawmin 'aziim
Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka (Yahudi dan Nasrani). Maka celakalah orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang agung!

38.

Asmi' bihim wa absir Yawma yaatuunanaa laakiniz zaalimuunal yawma fii dalaalim mubiin
Alangkah tajam pendengaran mereka dan alangkah terang penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zhalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.

39.

Wa anzirhum Yawmal hasrati iz qudiyal amr; wa hum fii ghaflatinw wa hum laa yu'minuun
Dan berilah mereka peringatan (Muhammad) tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.

40.

Innaa nahnu narisul arda wa man 'alaihaa wa ilainaa yurja'uun
Sesungguhnya Kamilah yang mewarisi bumi dan semua yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kami mereka dikembalikan.

41.

Wazkur fil Kitaabi Ibraahiim; innahuu kaana siddiiqan Nabiyyaa
Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur'an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi.

42.

Iz qoola li abiihi yaaa abati lima ta'budu maa laa yasma'u wa laa yubsiru wa laa yughnii 'anka shai'aaa
(Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya, "Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun?

43.

Yaaa abati innii qad jaaa'anii minal 'ilmi maa lam yaatika fattabi'niii ahdika siraatan Sawiyyaa
Wahai ayahku! Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.

44.

Yaaa abati laa ta'budish Shaitaana innash Shaitaana kaana lir Rahmaani 'asiyyaa
Wahai ayahku! Janganlah engkau menyembah setan. Sungguh, setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

45.

Yaaa abati innii akhaafu ai yamssaka 'azaabum minar Rahmaani fatakuuna lish Shaitaani waliyyaa
Wahai ayahku! Aku sungguh khawatir engkau akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga engkau menjadi teman bagi setan."

46. Qoola araaghibun anta 'an aalihatii yaaa Ibraahiimu la 'il lam tantahi la arjumannaka wahjumii maliyyaa
Dia (ayahnya) berkata, "Bencikah engkau kepada tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim? Jika engkau tidak berhenti, pasti engkau akan kurajam, maka tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama."

47. Qoola salaamun 'alaika sa astaghfiru laka Rabbiii innahuu kaana bii hafiyyaa
Dia (Ibrahim) berkata, "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.

48. Wa a'tazilukum wa maa tad'uuna min duunil laahi wa ad'o Rabbii 'asaaa allaaa akuuna bidu'aaa'i Rabbii shaqiyyaa
Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang engkau sembah selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku."

49. Falamma' tazalahum wa maa ya'buduuna min duunil laahi wahabnaa lahuu is-haaqa wa ya'quub, wa kullan ja'alnaa Nabiyyaa
Maka ketika dia (Ibrahim) sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak dan Yakub. Dan masing-masing Kami angkat menjadi nabi.

50. Wa wahabnaa lahum mirrahmatinaa wa ja'alnaa lahum lisaana sidqin 'aliyyaa
Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik dan mulia.

51.

Wazkur fil Kitaabi Muusaaa; innahuu kaana mukhlasanw wa kaana Rasuulan Nabiyyaa
Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Musa di dalam Kitab (Al-Qur'an). Dia benar-benar orang yang terpilih, seorang rasul dan nabi.

52.

Wa naadainaahu min jaanibit Tuuril aimani wa qarrabnaahu najiyyaa
Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung (Sinai) dan Kami dekatkan dia untuk bercakap-cakap.

53.

Wa wahabnaa lahuu mir rahmatinaaa akhaahu Haaruuna Nabiyyaa
Dan Kami telah menganugerahkan sebagian rahmat Kami kepadanya, yaitu (bahwa) saudaranya, Harun, menjadi seorang nabi.

54.

Wazkur fil Kitaabi ismaa'iil; innahuu kaana saadiqal wa'di wa kaana Rasuulan Nabiyyaa
Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Ismail di dalam Kitab (Al-Qur'an). Dia benar-benar seorang yang benar janjinya, seorang rasul dan nabi.

55.

Wa kaana yaamuru ahlahuu bis Salaati waz zakaati wa kaana 'inda Rabbihii mardiyyaa
Dan dia menyuruh keluarganya untuk (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat, dan dia seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.

56.

Wazkur fil Kitaabi Idriis; innahuu kaana siddiiqan Nabiyyaa
Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Qur'an). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi,

57.

Wa rafa'naahu makaanan 'aliyyaadan
dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.

58.

Ulaaa'ikal laziina an'amal laahu 'alaihim minan Nabiyyiina min zurriyyati Aadama wa mimman hamalnaa ma'a Nuuhinw wa min zurriyyati Ibraahiima wa Israaa'iila wa mimman hadainaa wajta bainaaa; izaa tutlaa 'alaihim Aayaatur Rahmaani kharruu sujjadanw wa buki
Mereka itulah orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu dari (golongan) para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang yang Kami bawa (dalam kapal) bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil (Yakub) dan dari orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, maka mereka tunduk sujud dan menangis.

59.

Fakhalafa mim ba'dihim khalfun adaa'us Salaata wattaba'ush shahawaati fasawfa yalqawna ghaiyaa
Kemudian datanglah setelah mereka pengganti yang mengabaikan shalat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat,

60.

Illaa man taaba wa aamana wa 'amila saalihan fa ulaaa'ika yadkhuluunal jannata wa laa yuzlamuuna shai'aa
Kecuali orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dizhalimi (dirugikan) sedikit pun,

61. Jannaati 'adninil latii wa'adar Rahmaanu ibaadahuu bilghaib; innahuu kaana wa'duhuu maatiyyaa
yaitu surga ‘Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun (surga itu) tidak tampak. Sungguh, (janji Allah) itu pasti ditepati.

62. Laa yasma'uuna fiihaa laghwan illaa salaamaa; wa lahum rizquhum fiihaa bukratanw wa 'ashiyyaa
Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang tidak berguna, kecuali (ucapan) salam. Dan di dalamnya bagi mereka ada rezeki pagi dan petang.

63. Tilkal jannatul latii uurisu min 'ibaadinaa man kaana taqiyyaa
Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.

64. Wa maa natanazzalu illaa bi amri Rabbika lahuu maa baina aidiinaa wa maa khalfanaa wa maa baina zaalik; wa maa kaana Rabbuka nasiyyaa
Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali atas perintah Tuhanmu. Milik-Nya segala yang ada di hadapan kita, yang ada di belakang kita, dan segala yang ada di antara keduanya, dan Tuhanmu tidak lupa.

65. Rabbus samaawaati wal ardi wa maa bainahumaa fa'bud hu wastabir li'ibaadatih; hal ta'lamu lahuu samiyyaa
(Dialah) Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguhhatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah engkau mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya?

66.

Wa yaquulul insaanu 'aizaa maa mittu lasawfa ukhraju haiyaa
Dan orang (kafir) berkata, "Betulkah apabila aku telah mati, kelak aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan hidup kembali?"

67.

awalaa yazkurul insaanu annaa khalaqnaahu min qablu wa lam yaku shai'aa
Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, padahal (sebelumnya) dia belum berwujud sama sekali?

68.

Fawa Rabbika lanahsyu rannahum wash shayaatiina summa lanuhdirannahum hawla jahannama jisiyyaa
Maka demi Tuhanmu, sungguh, pasti akan Kami kumpulkan mereka bersama setan, kemudian pasti akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahanam dengan berlutut.

69.

Summa lananzi 'anna min kulli shii'atin aiyuhum ashaddu 'alar Rahmaani 'itiyyaa
Kemudian pasti akan Kami tarik dari setiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

70.

Summa lanahnu a'lamu billaziina hum awlaa bihaa siliyyaa
Selanjutnya Kami sungguh lebih mengetahui orang yang seharusnya (dimasukkan) ke dalam neraka.

71.

Wa im minkum illaa waa riduhaa; kaana 'alaa Rabbika hatmam maqdiyyaa
Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan.

72.

Summa nunajjil laziinat taqaw wa nazaruz zaalimiina fiihaa jisiyyaa
Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zhalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.

73.

Wa izaa tutlaa 'alaihim Aayaatunaa baiyinaatin qoolal laziina kafaruu lillaziina aamanuuu aiyul fariiqaini khairum maqoomanw wa ahsanu nadiyyaa
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas (maksudnya), orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Manakah di antara kedua golongan yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?"

74.

Wa kam ahlaknaa qablahum min qarnin hum ahsanu asaasanw wa ri'yaa
Dan berapa banyak umat (yang ingkar) yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal mereka lebih bagus perkakas rumah tangganya dan (lebih sedap) dipandang mata.

75.

Qul man kaana fidda laalati falyamdud lahur Rahmaanu maddaa; hattaaa izaa ra aw maa yuu'aduuna immal 'azaaba wa immas Saa'ata fasa ya'lamuuna man huwa sharrum makaananw wa ad'afu jundaa
Katakanlah (Muhammad), "Barangsiapa berada dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan Yang Maha Pengasih memperpanjang (waktu) baginya; sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka, baik azab maupun Kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah bala tentaranya."

76.

Wa yaziidul laahul laziinah tadaw hudaa; wal baaqiyaatus saalihaatu khairun 'inda Rabbika sawaabanw wa khairum maraddaa
Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.

77.

Afara'aytal lazii kafara bi Aayaatinaa wa qoola la uuta yanna maalanw wa waladaa
Lalu apakah engkau telah melihat orang yang mengingkari ayat-ayat Kami dan dia mengatakan, "Pasti aku akan diberi harta dan anak."

78.

Attala'al ghaiba amitta khaza'indar Rahmaani 'ahdaa
Adakah dia melihat yang gaib atau dia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih?

79.

Kallaa; sanaktubu maa yaquulu wa namuddu lahuu minal 'azaabi maddaa
Sama sekali tidak! Kami akan menulis apa yang dia katakan, dan Kami akan memperpanjang azab untuknya secara sempurna,

80.

Wa narisuhuu maa yaquulu wa yaatiinaa fardaa
dan Kami akan mewarisi apa yang dia katakan itu, dan dia akan datang kepada Kami seorang diri.

81.

Wattakhazuu min duunil laahi aalihatal liyakuunuu lahum 'izzaa
Dan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka.

82.

Kallaa; sa yakfuruuna bi'ibaadatihim wa yakuunuuna 'alaihim diddaa
Sama sekali tidak! Kelak mereka (sesembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan akan menjadi musuh bagi mereka.

83.

Alam tara annaaa arsalnash Shayaatiina 'alal kaafiriina ta'uzzuhum azzaa
Tidakkah engkau melihat, bahwa sesungguhnya Kami telah mengutus setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk mendorong mereka (berbuat maksiat) dengan sungguh-sungguh?

84.

Falaa ta'jal alaihim innamaa na 'uddu lahum 'addaa
Maka janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (memintakan azab) terhadap mereka, karena Kami menghitung dengan hitungan teliti (datangnya hari siksaan) untuk mereka.

85.

Yawma nahshurul muttaqiina ilar Rahmaani wafdaa
(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada (Allah) Yang Maha Pengasih, bagaikan kafilah yang terhormat,

86.

Wa nasuuqul mujrimiina ilaa Jahannama wirdaa
dan Kami akan menggiring orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.

87.

Laa yamlikuunash shafaa'ta illaa manittakhaza 'indar Rahmaani 'ahdaa
Mereka tidak berhak mendapat syafaat, (pertolongan) kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi (Allah) Yang Maha Pengasih.

88.

Wa qoolut takhazar Rahmaanu waladaa
Dan mereka berkata, "(Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak."

89.

Laqad ji'tum shai'an iddaa
Sungguh, kamu telah membawa sesuatu yang sangat mungkar,

90.

Takaadus samaawaatu yatafattarna minhu wa tanshaq qul ardu wa takhirrul jibaalu haddaa
hampir saja langit pecah, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu),

91.

An da'aw lir Rahmaani waladaa
karena mereka menganggap (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak.

92.

Wa maa yambaghii lir Rahmaani ai yattakhiza waladaa
Dan tidak mungkin bagi (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak.

93.

In kullu man fis samaawaati wal ardi illaaa aatir Rahmaani 'abdaa
Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada (Allah) Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba.

94.

Laqad ahsaahum wa addahum 'addaa
Dia (Allah) benar-benar telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.

95.

Wa kulluhum aatiihi Yawmal Qiyaamati fardaa
Dan setiap orang dari mereka akan datang kepada Allah sendiri-sendiri pada hari Kiamat.

96.

Innal laziina aamanuu wa 'amilus saalihaati sa yaj'alu lahumur Rahmaanu wuddaa
Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak (Allah) Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang (dalam hati mereka).

97.

Fa innamaa yassarnaahu bilisaanika litubashshira bihil muttaqiina wa tunzira bihii qawmal luddaa
Maka sungguh, telah Kami mudahkan (Al-Qur'an) itu dengan bahasamu (Muhammad), agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang.

98.

Wa kam ahlaknaa qabla hum min qarnin hal tuhissu minhum min ahadin aw tasma'u lahum rikzaa
Dan berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka. Adakah engkau (Muhammad) melihat salah seorang dari mereka atau engkau mendengar bisikan mereka?

Artikel Asli